Assalamu'alaikum...

Rasanya kurang baik, dibulan yang penuh maghfiroh ini kita beradu argumen yang 
mungkin susah cari jalan keluarnya
kecuali ada pihak ketiga yang harus melerai dan memberikan sedikit pencerahan...
Mungkin ini bagian tugas dari moderator untuk bisa memback-up masalah ini
Maaf... saya masih banyak kurangnya 
Dan kurang pantas memberikan pencerahan itu
Hanya saja saya cuma ingin...
Sama2 kita jadikan MILIS ini sebagai media berkomunikasi
Bertukar ilmu
bukan berdebat beradu argumen...
InsyaAllah semua semakin cerah...
Ingat!!! Kita sedang puasa...

Afwan jiddan akhi...
Wassalam

  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, September 28, 2007 10:38 AM
  Subject: [ppiindia] Re: Undangan Bergabung ke Milis IT Muslim


  Orang ngomongin IT Muslim kok ente ngomongin soal lain, yang gak 
  jadi thema diskusi? jawab dulu hasil IT Muslim itu apa bedanya ama 
  IT buatan Jepang? Pelabelan? asal bukan agama sih OK OK aja, 
  misalnya Mercedes Benz, kan label juga.. dan Mercedes Benz itu beda 
  ama bajaj, kalau IT Muslim bedanya apa ama Microsoft?

  --- In [email protected], Santo Koeswara <[EMAIL PROTECTED]> 
  wrote:
  >
  > Nah, kan...siapa dulu yang mulai.
  > tapi tidak aneh, kaeran yang bikin ribut orangnya ya itu-itu saja.
  > nah, apa pencantuman gelar keningratan bukan "pelabelan" juga, 
  bukan "eklusivitas" juga. Merasa berbeda dengan yang lain, 
  beda 'kasta'....ya mbok berkaca dulu...wong kerajaan sudah 
  dihapuskan dari nusantara sejak dulu kala.
  > Memang, Kalo pada pada zaman dulu (sebelum dan selama masa 
  penjajahan), harkat martabat dan kedudukan seseorang ditentukan oleh 
  gelar keningratannya. Seseorang yang bergelar ningrat (juga karena 
  keturunan) dapat meraih jabatan-jabatan tinggi (semisal bupati, 
  wedana, camat, dan jabatan birokrasi lainnya). Soal kepandaian tulis-
  baca, tidak dipersoalkan.
  > 
  > salam damai
  > 
  > 



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke