SURAT DARI SITI NURHALIZA Dear Leonardo,
I am writing to say Hello as I've joined your conversation list today. I am impressed and attracted by all the bits of conversations you had with different individuals, and the little I managed to read from the internet about you. I am not prepared to write to the list as yet. I am a Malaysian, living and working in Seoul, South Korea at present (and for the past two years). I have been interested in the psychic sciences and the metaphysical for quite a while now, essentially using the knowledge for healing. I am not a healer yet (no practice as such) but I am gathering skills and knowledge in order to set one up in a couple of years. Having said that, I am a little troubled by the fact that I am not effective in what I do, I've gone through a reiki training but I don't feel anything when I lay hands on members of family, neither did they. I do believe I have a guardian angel/spirit guide but for the life of me I can't seem to communicate with it, it's quite pathetic the way I meditate and pretend that a being of light is listening to me, but I don't feel it. Sometimes it all seems to be make belief as far as I am concerned. My longtime tarot friend says I'm psychic but I don't feel it, there is a barrier between me and the unseen, the rational mind is too strong. It is rather frustrating. I admire Indonesians. You seem to be interested and talented in spiritual matters, and so much more open and at home with it. Malaysian society is a hypocritical lot, and don't even know it. However, I find (here I am generalizing from my experience with Indonesians) Indonesians are very concerned about money, it is very disappointing. (a) I was attending a seminar in Jakarta and was introduced by a colleague to a mutual academic friend a professor with whom I was to stay with. Now in Malaysia, we have friends of friends staying as long as they want we don't ask for money. I supposed it's different in Jakarta. Before any pleasantries, she asked for money first (although I was going to pay, it was very awkward to be asked). Mind you, we've been friends ever since and she's a wonderful person. (b) Then I was introduced to a Kiyai, and I told him about my family sadness over my youngest brother who is inflicted with some kind of depression (isolating himself, seeing and hearing things, even fighting with unseen things). The kiyai seemed to be very self assured (liked to dress in white, and used the quran as a medium to predict), but he said in order to cure him, I need to put R11 milliyar (a lot of money that) as soon as possible, which I did, as I want my brother to be well. He said if in 7 days my brother is still not cured he will come personally to Kuala Lumpur to rid him of the three spirits said to dwell in him and that he will do this at his own expense. My brother remains the same, and teh Kiyai never came nor contacted me(this was early last year), though I pleaded with him several times. I am disappointed and saddened by this. I was also introduced to someone who was a reiki master, who tried to do the usual thing of 'seeing' through me, who said we've met before in another life, and that I am an international figure etc (I was really not impressed by the fixed staring to 'subdue' me). I also went to a 'spiritual' meeting in another reiki master's house, it was a huge bungalow oozing with wealth and in rather poor taste. It felt hollow and the 'forced' calling for testimony from everyone seemed to me like a stale meeting of born again Christians. (c) And on the last day at my professor's house, my favorite gold chain went missing from my bedroom. Their houseboy was inside fixing a light on the dressing table where the chain was the night before. That was so deeply disappointing. Her husband said so philosophically that I was made to pay for something. I dealt my tarot card, what I remembered was just the figure of the devil which I took to mean that I was paying too much attention to material things.. Anyway, Leo, I am writing like you are an old friend. I would be delighted if you would reply. I am at present surrounded by ill members of family, I am trying my best to persuade them to be positive, that we all have a guardian angel who looks after us. That, whatever happens, it would be alright. It is not easy when people we love are suffering. We get to be in our state of mind after a long study and meditation, I wish there was such a thing as magic. I am not that interested in astral travels, only if it helps me to meet my guide and enhance some healing ability, but otherwise, it is just trimmings. By the way, have you read or listen to Robert Munroe? Warmest regards and all best wishes, (Siti Nurhaliza) +++++++++++++ MY REPLY: DEAR SITI, I'M GLAD YOU DID WRITE. THANKS FOR SHARING, WE LEARN FROM YOU TOO. SMILE TO THE UNIVERSE AS DINO USED TO WRITE. SMILE, SISTER, SMILE,... WE'LL LOSE NOTHING IN THIS WORLD. (Leo). +++++++++++++ TERAPI MENJADI DIRI SENDIRI & KEMAMPUAN PSIKIS A = Ardi L = Leo A = Halo mas, apa online??? L = Ya A = Eh ngumpet ya mas, baru bangun Tidur ya??? L = Ya baru bangon tidur. A = Hehehe oh ya mas, begini ya mas akhir2 ini kok "rumah" saya para penghuninya mudah emosional semuanya??? rata2 76% mudah tersinggung and marah2 begitu juga saya mas, apa ada yang aneh d rumah saya mas?? L = Memang seperti itu dimana-mana, aku juga merasa SEPERTI MAU MARAH SAJA. Alasan kan bisa dicari-cari, yang TIDAK MASUK AKAL juga BISA jadi alasan, kalo mau dipake. Tergantung kemauan, mau pake ALESAN apa. A = oic L = Lalu, yang bener itu apa, ada apa sebenernya ? Sebenernya ya MEMANG KEPENGEN MARAH2, that's it. That's the reason. Lagi SUNTUK, BT, dan itu merata dimana-mana. At least di SELURUH INDONESIA bawaannya lagi pengen2 marah2 aja. Kalo mao salahin BULAN PUASA, ya bisa aja disalahin. Boleh aja, emangnya gak boleh ? Kalo mao salahin STRESS MENJELANG HARI RAYA, ya bisa aja, emangnya gak boleh? A = Begini seperti dulu mas, rumah saya selalu penuh sial marah emosi negatif rupanya pernah ada dikirim energi negatif atau yang aneh2 sama org yg gak seneng sama keluarga kami jadi kira2 apa "dikirim benda2 negatif". abis rada2 mudah muaraaaaaaaahhhhhhhhh kkeeeeeeeeesssssssssseeeeeeeeelllllllllllllll, kucccccinnnnngggggggggg rumah gatel2 gak karuan. L = Kalo mao bilang GARA2 MUAL liat kelakuan manusia2 yang tiap taon seperti itu, ya bisa aja. Kalo mao bilang DIKIRIMIN BENDA2 NEGATIF, itu juga BISA AJA. It's up to the person untuk menentukan. Kalo percaya ada BENDA2 KIRIMAN yang jelas bukan PARCEL HADIAH LEBARAN yang isinya makanan itu, ya DIBUANG AJA. Buangnya kan gampang, pake jampe2,.... aummm aummm aummm gitu kan ? A = hehehehehehe, parcelnya dikirim terlalu cepat. L = Tapi kalo segala macam mantra, visualisasi, tengking-menengking setan semuanya UDAH DIKELUARIN en symptom MARAH2 MASIH ADA, maka artnya gak ada setan menyetan itu. Yang ada cuma MOOD lagi kepengen marah2. Nah, kalo kepengen marah2, apa yang harus dilakukan ? Yang harus dilakukan cuma satu, YA MARAHLAH. Begitu aja kok susah? Kalo udah masuk ke dalam marah, dan marah itu DIRESAPI, DIHAYATI. Ehem... things like that, akhirnya kan akan sampai juga pada THE SOURCE. Asal muasal itu semua apa? Ternyata ada ENERGI EKSTRA yang asli bukan gara2 kebanyakan minum EXTRA JOSS. Itu ekstra karena banyak makan dan kurang gerak2 badan. Jadi pegel2, dan rasanya kepengen marah2. Ya marah2lah. Kalo merasa negatif, ya jadilah NEGATIF. Abis negatif kan jadinya POSITIF juga. Kalo kebanyakan positif akhirnya diimbangin dengan yang negatif juga, dan akhirnya NETRAL juga. Tapi, dalam PROSES bolak balik itu kita akhirnya akan NYADAR bahwa kita ada DI LUAR SEMUA ITU. We are NOT our anger. We are NOT our worries. We are NOT our hopes. We are NOT our loves. We are NOT our sadness. We are NOT everything itu yang semuanya naik turun gak berhenti, berputar, berbalik,... segala macam. We are NOT all those. Jadi kita SIAPA sebenarnya ? We are what we are. We are the ONE who experiences all those things. Tapi kita BUKAN itu semua. Dan untuk mengerti hal itu makanya harus MENJADI DIRI SENDIRI. Wajar2 aja, jangan ada yang ditekan. Dijalani saja, dirasai saja. Kalo mao ditekan, malah jadinya amburadul. BERANTAKAN. Mao neken marah, jadinya beratakan. Mao neken cinta, jadi berantakan. Mao neken apa lagi, mao neken Tuhan pake KORBAN SEMBELIHAN, pake AMAL IBADAH, supaya TUHAN NYERAH dan akhirnya kasih TIKET MASUK SORGA biarpun korupsinya udah cukup buat ngidupin TUJUH TURUNAN di Bumi Indonesia yang tercinta ini ? Gak bisa itu, Tuhan aja gak bisa ditekan, apalagi kita yang, walaupun suka tekan-menekan satu sama lain benernya juga GAK BISA DITEKAN. A = Yup, bener juga mas, mau nekan kalau gak tahan sama marah Meleduuuuuuuaaaaaak marahnya lebih dahsyat; mau jadi sabar itu gak segampang org2 bilang ya mas ? L = Ya, kita bisanya IKHLAS dan PASRAH aja. Dan Ikhlas dan Pasrah termasuk meng-ikhlaskan dan mem-pasrahkan yang audzubillah OUT OF CONTROL itu juga. Gak apa, gak mati, ok aja. Dan itu CUMA SEMENTARA. Abis itu kan akhirnya NYADAR JUGA kalo yang lewat itu cuma emosi saja. Cuma uneg2 saja, cuma segala yang BISA BERUBAH SAJA. Dan yang TETAP itu ada. Yang tetap itu apa ? Ya DIRI KITA SENDIRI. Diri sendiri itu TETAP, UNCHANGING. Kita tetap kita yang MELIHAT DAN MELOTOT dari DALAM DIRI SENDIRI. Always like that dari LAHIR sampai nanti kita MATI. Dan possibly lahir kembali dan mati kembali. Begitu seterusnya. Dan segalanya itu berubah. Tetapi, ada YANG SELALU TETAP. Dan itu adalah DIRI KITA SENDIRI. Yang asli, yang kekal, yang abadi. The eternal one is God and, from now on, since we have understood it very well, we could also say CAYA JUGA CAYA JUGA !!Dan itu TETAP. A = Ya, ada bener juga mas, abis marah2 dah tenang pikiran atau dah Stabil kita ingat2 macam itu ya kalau saya marah....... L = So, just FEEL THE ANGER. Just FEEL THE LOVE. Just FEEL THE HATE. After you feel all, .... you follow all, FINALLY you'll realize that you are NOT all those changing mood and sensations. Ternyata YOU ARE BEYOND THOSE MOOD AND SENSATIONS. You are UNCHANGING. You are LIKE GOD. A = Itu Kondisi Netralnya ya mas... Atau Kondisi Stabilnya ya ? L = Ya, itu TERAPI. Namanya TERAPI MENJADI DIRI SENDIRI. Ha ha ha, I just coined the term. A = Mas, mau nanya ya orang memiliki kemampuan psikis itu apa aja sebabnya ya mas??? dan apa bisa semua orang memiliki kemampuan psikis? L = Kemampuan psikis itu ADA DI SEMUA ORANG. Tapi, memang ada orang yang kemampuan psikisnya LEBIH BESAR daripada rata2 orang lainnya. Dan ada pula yang lebih kecil. Jadi ada juga yang musti dinamain PSYCHICAL QUOTIENT. PQ. Ada yang PQ nya rendah, ada yang tinggi, dan ada yang rata2. Tapi kan itu ADA DI SEMUA ORANG. Kalo PQ ketinggian memang orangnya jadi rada EKSENTRIK. Kalo kerendahan orangnya jadi BEBAL, sangat NALURIAH. Begitulah according to my experience... --You have more than average PQ, makanya bisa "melihat" macam2, bisa "merasa" macam2. Itu NORMAL SAJA. Tetapi, orang yang PQ nya rendah akan mencemooh itu. Impossible, impossible, katanya. Biarin aja. Itu kan sama aja kayak orang yang IQ nya rendah dan dihadapkan pada bukti bahwa Albert Einstein bisa menemukan salah satu hukum utama alam semesta. Impossible, kata orang yang IQ nya rendah. Dia yang IQ nya rendah kok Einstein yang disalahin? Gitu lho. A = I see, melihat macem2 belum pernah ada pengalaman mas, yang sering "rasa" itu. L = Well, aku juga kebanyakan "merasa". Dan merasa bukan berarti harus "melihat" atau "mendengar". Buat aku, "merasa" itu kebanyakan seperti ada yang TERLINTAS DI PIKIRAN. Rasanya seperti itu, dan itulah yang aku keluarkan. Gitu lho KIATNYA. Kalo mao nungguin seperti FILM YANG BERJALAN DI DEPAN MATA, sampe kapan ? Memang bisa, tapi gak always. Dan kalo mao nunggu yang seperti itu, belum tentu nongol setaon sekali. Dan nongolnya gak bisa diprediksi. Yang selalu muncul adalah "rasa" itu thok. Cuma sesuatu yang terasa, lewat begitu saja. Dan itulah INTUISI. Very normal to have it. And we should TRUST IT. Itu kan yang aku ajarin kemana-mana to everybody who would be willing TO LISTEN and ACCEPT IT. A = I see, jadi kalau kemampuan psikis gak selalu bisa muncul but "rasa" atau intuisi itu bisa kapan saja ya mas ? L = Hmm, "rasa" atau INTUISI itu merupakan BAGIAN DARI PSYCHICAL ABILITIES. Bagian dari Kemampuan Psikis. Seperti Bakat Matematika yang juga berbeda-beda di tiap orang, INTUISI itu ibaratnya segala perjumlahan dan pengurangan dan perkalian dan pembagian yang DILAKUKAN DI LUAR KEPALA. Jadi, KEMAMPUAN MATEMATIKA itu bukanlah dibuktikan waktu menyelesaikan suatu KALKULASI LUAR BIASA yang menggunakan entah berapa ribu MB dalam waktu berhari- hari, melainkan dalam segala KALKULASI DI LUAR KEPALA yang berjalan apa adanya itu. Anytime, anywhere, JALAN TERUS tanpa upacara, tanpa formalitas. Nah, KEMAMPUAN PSIKIS itu ibaratnya seperti itu juga. Berjalan apa adanya, tanpa heboh, tanpa kesan WAH. "Mulanya biasa saja, lama2,.... hmmm hmmm hmmm". Gitu lho ! A = Oh, sama juga ya ? L = Udah baca cerita aku tentang CREW TV TRANS 7 yang KESURUPAN ROH LOBSANG RAMPA waktu di rumah aku belom? A = Oh, ada di email saya baca mas, cerita langsung dari mas belom. L = Itu di posting aku yang terakhir, subject-nya "Carl Gustav Jung dan Higher Spirit"; di bagian paling bawahnya. Cerita langsung dari aku ya begitu juga, sama aja. Emang asli KESURUPAN. Bikin kaget, semua orang kaget. LUCU. GAK SEREM, tapi LUCU. A = Bule tukang sepatu itu ya mas? L = Ya, yang seolah-olah jadi pendeta Tibet dengan nama Lobsang Rampa. Itu kan cerita2 fiktif belaka dan banyak mengecoh orang di seluruh dunia. Gila buku itu. A = Dari mas tau itu Bule tukang sepatu di inggris? intuisi mas ya? L = Search aja di internet, masukkan LOBSANG RAMPA, THIRD EYE, nanti akan ketemu juga pernyataan bahwa SUDAH TERBUKTI kalau itu semua FABRIKASI belaka. Search aja, baca sendiri. Aku juga baca melalui search kok. A = Oh, i c, weleh2 sudah banyak org tertipu hanya keisengan org semata, cerita seakan akan WAH. L = Udah duyu yah, mao mandi duyu, kepanasan. Bay bay !! A = Oce deh, thanks ya mas! +++++++++++++ VAJRA ITU ADALAH KATA2 YANG DIUCAPKAN A = Andy L = Leo A = Siang Leo,how r u today, sibukkah ? L = Siang Andy, I'm ok, not really sibuk, why ? A = Leo, bulannya uda mulai kembali energize. L = Ya, udah mulai ok. A = Leo, vajra yang km ajarkan kemaren itu kuatan mana dengan santet ? Vajra apa bisa tuk sakiti orang seperti santet ? L = Gak bisa Andy, itu CUMA bisa berjalan kalau diri kita BENAR. Kalau kita salah, itu gak jalan. Kalau kita mau menyakiti orang tanpa alasan, itu gak bisa juga. Itu gunanya cuma untuk MEMBALIKKAN apa yang DILAKUKAN OLEH ORANG LAIN. Itu saja. A = Kalo alasannya menurut kita bener apa akan bisa jalan ? L = Aku kalau merasa mempunyai salah, gak bisa mengirim balik sesuatu. Tetapi, kalau aku tahu bahwa aku benar, maka aku tahu bahwa apa yang aku keluarkan akan mencapai sasarannya. A = Nah, kalo ditantang orang trs kita serang dari jauh bgmn, bisa jalan gak? L = Aku gak pernah nyerang duluan. Aku always nunggu serangan. Kalo serangan dia udah keluar, berarti aku tahu kalau itu SUDAH MEMBALIK. Sudah otomatis balik lagi ke orangnya. Cara aku begitu. A = Ok, ic, trs kalo ada cara gak tuk serang duluan? L = Tetapi, terkadang orangnya belum menunjukkan tanda2 fisik sudah terkena IMBAS BALIK dari apa yang dikeluarkannya. A = Contoh imbas baliknya apa nih ? L = Aku akan lihat saja, perhatikan saja, diam saja.... En, eng ing eng.... ketika dia pikir dia udah di atas angin barulah BAT BET BAT BET, sabet aja langsung. Dan orangnya lansung terjerambab. Habis, dan gak bisa bangun lagi. Tapi aku menggunakan KATA2, dan bukan fisik. That's my method. Aku kan paling hati2 menggunakan KATA2. My words have POWER, and I know that. Kalau aku bercanda, itu bercanda. Tetapi, kalau aku serius, itu serius. Dan aku GAK PERNAH TARIK KEMBALI kata2 itu. So, aku akan tunggu saat yang paling tepat untuk MELONTARKAN VAJRA itu. Hemmm.... udah ah. A = Manunggaling kawulo gusti, sabda pandita ratu. L = You know what I mean, kan. You have to FEEL how the VAJRA IS GOING OUT. Itu jalan Andy, dan kita bisa rasakan. Dan kita bisa tahu kalau Vajra itu sudah TEMBUS ke orang yang dituju. Dan itu TELAK. Asli telak, dan gak bisa ditarik lagi. Aku jarang sekali pakai itu, tetapi KALAU TERPAKSA, mao gak mao digunakan juga. Itu kan ILMU JAWA, ilmu KESATRIAN. Syaratnya memang harus bersih, gak bisa ada keraguan sedikitpun. Bersih dan tidak ragu2. Kalau mau lempar Vajra, harus benar2 bersih dan tidak ragu2. A = Apakah vajra harus dengan mantra, ato hanya cukup dengan kata2 qolbu ? L = Aku gak pakai mantra, tetapi KATA2 yang aku keluarkan, baik secara LISAN maupun TULISAN adalah VAJRA-nya. Keluarkan saja, secara lisan atau tulisan. Dan itu langsung berjalan mencapai sasarannya. Itu kan caranya para nabi. Para nabi itu ber-NUBUAT. Nubuat itu jenisnya macam2, termasuk VAJRA. Nabi Musa itu punya BANYAK VAJRA. Dikeluarkan satu persatu untuk menghantam Firaun. Semua Vajra itu berupa KATA2 yang diucapkan. Itu Musa. Isa juga begitu. Nabi2 yang lain juga begitu. A = Ok, ic. L = VAJRA itu adalah KATA2 YANG DIUCAPKAN. Kuncinya adalah Constant Samadhi. Isn't it what we all OUGHT TO BE IN ? All of us have to be in CONSTANT SAMADHI. Seharusnya begitu, dan bisa begitu kalau mau. Vajra cuma perpanjangan dari constant samadhi, and it is related to the CENTER WHICH IS WITHIN YOURSELF. So, please be centered within yourself.... --I'm in you, I care for you. Till we meet again next time, bay bay !! +++++++++++++ [Leo adalah seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. Untuk membuat appointment, please call / sms him at HP: 0818-183-615. Untuk bergabung dengan milis SPIRITUAL-INDONESIA, please click this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia>]. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

