http://www.mediaindonesia.com/


*BTN tidak akan Dimerger*

JAKARTA--MEDIA: Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan pihaknya tidak
akan melakukan merger BTN dengan bank BUMN lainnya seperti BNI atau BRI.

"BTN bukan untuk di-merger tetapi kita sedang membicarakan tentang bagaimana
menyelesaikan masalah mismatch di BTN antara dana jangka pendek dengan
pembiayaan jangka panjang," kata Meneg BUMN, Sofyan Djalil, di Jakarta,
Rabu.

Pihaknya sampai sejauh ini tidak pernah memilih atau menunjuk lembaga
keuangan atau bank tertentu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut dia, rencana akuisisi BTN oleh BNI atau BRI hanyalah baru sebatas
salah satu wacana untuk mengatasi mismatch.

"Itu kan baru wacana artinya adalah untuk mengatasi mismatch harus ada
pemegang saham yang mau terus menambah modalnya," katanya.

Wacana lain untuk menyelesaikan masalah BTN itu adalah merancang BTN seperti
halnya Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) yang eksis beberapa waktu lalu
dan untuk itu pihaknya masih mengkaji lebih lanjut.

"Kajian masih di tingkat internal kita. Saya masih mendengarkan presentasi
tentang bagaimana mengatasi masalah mismatch tetapi BTN tetap BTN artinya
bank perumahan tingkat/kelas bawah," katanya.

Ia mengatakan, bila pemegang saham BTN tetap pemerintah seperti saat ini
artinya setiap ekspansi kredit pemerintah harus menambah modal agar sesuai
dengan CAR-nya.

"Pemerintah kan tidak bisa terus menambah modal oleh sebab itu kita harus
ada lembaga keuangan seperti bank yang bisa terus injek modal," katanya.

Ia mencontohkan, institusi perbankan seperti BRI yang kini semakin besar
modalnya diharapkan dapat menginjeksi modal ke BTN untuk pengembangan ke
depan.

"Tapi Bank Mandiri atau yang lain bisa saja. Oleh karena kita akan lihat
siapa yang bisa menyelesaikan masalah mismatch di BTN, kalau dibiarkan
seperti sekarang bisa-bisa BTN akan tergerus marketnya," kata Sofyan Djalil.
(ant/OL-1)[Belum ada tanggapan untuk berita ini]
KOMENTAR/TANGGAPAN ATUR


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke