Lebih baik kembalikan saja ke para pembuat kalender. Mereka lebih pinter. Lihat 
saja setahun sebelumnya mereka sudah bisa menentukan kapan jatuhnya Idul Fitri 
kapan Idul Adha (yang selalu dipersengkatan di Indonesia tercinta ini. Mereka 
sudah berani rancang dan cetak itu kalender, dan mungkin bulan ini kalender 
2008 sudah mulai disebar-sebarkan.

Jadi yang tidak ikutan Muhammadiyah dan NU, lebih baik ikuti Islam Kalender 
saja....

Mau tahu darimana si pembuat kalender dapat informasinya? Dari Departemen Agama!





  ----- Original Message ----- 
  From: agusk 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, October 04, 2007 10:03 AM
  Subject: Re: [mediacare] 1 Syawal:Muhammadiyah-NU Tidak Capai Sepakat



  kalo bicara soal kebenaran dan keyakinan ..... apa muhammadiyah bisa jamin 
100% bahwa 1 syawal versi mereka 100% benar. Kan muhammadiyah manusia juga, 
seperti NU dan juga pemerintah, yg juga punya keterbatasan., terutama dalam 
penentuan 1 syawal ini.
  Mungkin di negara2 islam lain seperti malaysia dan negara2 arab, juga ada 
perbedaan dalam penetuan 1 syawal, tetapi karena rasa persatuan dan kesatuan 
umat yg begitu kuat, dan tidak mementingkan ego partai dan dirinya sendiri, 
sehingga sepakat sama dalam menetukan 1 syawal. Toh juga Allah SWT Maha 
Mengetahui dan Maha Pemaaf akan kesalahan kita karena keterbatasan kita.
  Memang beda pendapat dan pemahaman  itu wajar, tapi masak iya  "dipelihara" 
terus sehingga tiap tahun umat islam dibikin bingung saat hari rayanya sendiri. 

  Salam
  ant


  ----- Original Message ----
  From: asfAzka|barnaSKamora <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Thursday, October 4, 2007 8:26:28 AM
  Subject: Re: [mediacare] 1 Syawal:Muhammadiyah-NU Tidak Capai Sepakat



  komentar sedikit ya..

  Mungkin disini bukan hanya karena mau beda atau urusan ego tapi lebih kepada 
kebenaran dan keyakinan, karena keyakinan itu tidak bisa dinegosiasikan.
  Saya sependapat dengan pernyataan pak Hasyim mengenai perbedaan,

  Menurut Hasyim Muzadi, semestinya umat diberi tahu bahwa perbedaan tidak 
selalu berarti bertentangan. 

  Jadi, yuk kita jadikan perbedaan ini sebagai hal yang tidak perlu 
dipermasalahkan dan dibesar-besarkan, karena beda pendapat atau pemahaman dalam 
beragama sangatlah wajar, yang terpenting Ukhuwah Islamiyyah sesama muslim 
tetap dijaga. 


  Thanks ya..

  Regards,
  Barnas Kamora








  ----- Original Message ----
  From: Kaniasari <d_kencanawati@ yahoo.com>
  To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
  Sent: Wednesday, October 3, 2007 3:46:19 PM
  Subject: [mediacare] 1 Syawal:Muhammadiyah -NU Tidak Capai Sepakat



  Perasaan dari dulu muhammadiyah maunya beda ajah deh.
  Mbok yah jangan bikin umat bingung kek, urusan ego
  sih simpan saja dalam hati masing2 jangan hajat hidup orang banyak
  dibawa2....

  oh bangsaku....


  ----- Original Message ----
  From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
  To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
  Sent: Wednesday, October 3, 2007 3:25:47 PM
  Subject: [mediacare] 1 Syawal:Muhammadiyah -NU Tidak Capai Sepakat



  Refleksi:  Apakah uraian ilmunya tak jelas sehingga terdapat perbedaan?

  http://www.lampungp ost.com/cetak/ berita.php? id=2007100303212 813

        Rabu, 3 Oktober 2007 
       

        UTAMA
       
       
       
       

  1 Syawal:Muhammadiyah -NU Tidak Capai Sepakat 


        JAKARTA (Lampost): Upaya pemerintah menyatukan Idulfitri 1428 H antara 
Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) kembali gagal. Pertemuan ulama 
Muhammadiyah dan NU di Gedung NU, Selasa (2-10), tidak mencapai kesepakatan 
mengenai penentuan Lebaran.

        Muhammadiyah tetap berpendirian Idulfitri jatuh pada tanggal 12 
Oktober, sedangkan NU menunggu rukyatulhilal atau melihat bulan.

        "Sedangkan pemerintah baru mengumumkan Idulfitri usai sidang isbat yang 
diikuti sejumlah ormas Islam dan duta besar negara-negara Islam," kata Menteri 
Agama (Menag) Maftuh Basyuni usai pertemuan tersebut.

        Dirjen Bimas Islam Departemen Agama (Depag) Nazaruddin Umar membenarkan 
dialog belum bisa menyatukan persamaan penentuan tanggal 1 Syawal tahun ini. 
PBNU dan PP Muhammadiyah mempunyai pandangan masing-masing tentang penentuan 
tanggal 1 Syawal.

        Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah 
Susiknan Azhari mengatakan 1 Syawal 1428 Hijriah jatuh pada tanggal 12 Oktober 
atas perhitungan keilmuan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau 
perhitungan astronomi dalam menentukan Idulfitri 1428 H.

        Sementara itu, Ketua Lajnah Falakiah NU K.H. Ghozalie Masroeri 
menyatakan pihaknya memakai metode hisab sebagai patokan melaksanakan rukyat. 
Jatuhnya Lebaran bergantung pada hasil rukyat.

        Pertemuan di Gedung PBNU juga Ketua Umum PBNU K.H. Hasyim Muzadi. 
Pertemuan itu tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Kantor Wakil Presiden, 
Minggu (30-9), dengan tujuan mencari titik temu dalam menentukan Idulfitri.

        Sebelumnya, Nasaruddin menyatakan penentuan akhir Ramadan menjadi 
sangat penting. Itu bukan semata soal pranata, melainkan urusan halal atau 
haram. Sebab itu, masyarakat awam bingung ketika menemui kenyataan adanya 
perbedaan penentuan Idulfitri.

        Menurut Hasyim Muzadi, semestinya umat diberi tahu bahwa perbedaan 
tidak selalu berarti bertentangan. "Kadang-kadang saya malu sebagai umat Islam. 
Orang Barat sudah sampai di bulan, la kita umat Islam berkutat di urusan 
mengintip (bulan) saja," katanya. n U-1
       




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com 




------------------------------------------------------------------------------
  Pinpoint customers who are looking for what you sell. 




------------------------------------------------------------------------------
  Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows.
  Yahoo! Answers - Check it out. 

   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.14.0/1048 - Release Date: 03/10/2007 
20:22


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke