Dari milis PKS....

Muhamad Razuli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
 
 Beikut ini saya forwardkan email dari temen tentang ke khawatirannya
 jika Parpol sekuler semacam GOLKAR, PDI-P, PAN, DEMOKRAT yang kemarin
 ngumpul dalam acara buka puasa bersama yang digagas oleh KETUM PAN
 SUTRISNO BACHIR.
 
 kang_agoes [EMAIL PROTECTED] wrote..
 
 " Berdasarkan pengalaman di berbagai negara seperti turki, Tunisia, dll.
 jika Partai sekuler menang akan terjadi hal-hal berikut:
 1. Jilbab akan dilarang
 2. Islam akan dikikis secara perlahan dimulai dari dunia pendidikan
 (ingat ketika PDI-P walkout dari DPR hanya karena disahkannya UU
 SISDIKNAS yang memuat tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan
 Imtaq terhadap Tuhan YME.
 3. akan diberlakukan azas tunggal(partai islam akan dilarang)
 4. ulama akan ditindas (kecuali ulama penjual agama)
 5. adzan akan diganti dengan bahasa Indonesia (seperti di Turki)
 6. simbol2 islam akan dilarang
 jadi teman2 ayo berusaha sekuat tenaga jangan sampai orang2 sekuler
 itu menang lagi!!!"
 
 Partai besar ini sudah mulai menebarkan isu-isu fitnah secara gencar
 baik didalam negeri maupun diluar negeri (seperti yg pernah dirilis
 milis ini waktu Taufik kemas berbicara di Singapura). Ormas Muhamadiyah
 sebelumnya juga angkat bicara dengan menuduh PKS telah merebut
 mesjid-mesjid dan fasilitas umum milik Muhamadiyah. PKS difitnah dan
 dibenturkan dengan Ormas NU dimana NU adalah organisasi pelaku bid'ah
 sehingga PKS dianggap ingkar mauled dan sebagainya sebagainya.
 
 Oleh karena itu mari kuatkan barisan untuk memperkokoh PKS. Ane berharap
 PKS akan memenangkan pertarungan POLITIK 2009 dan berhasil meraih
 kekuasaan (RI 1) dengan tujuan meng-ISLAM-kan Indonesia kembali dan
 menjadikan Indonesia sebagai pelopor bangkit dan jayanya kembali DAULAH
 ISLAMIYAH DUNIA.
 
 Sekiranya ALLAH SWT belum memberikan kesempatan itu kepada PKS dan
 partai sekuler berkuasa di 2009 kemudian mengeluarkan aturan kafir
 seperti yang dinyatakan dalam email diatas..... dan kemudian mereka
 jadikan PKS sebagai partai terlarang..... maka insya Allah ane siap
 JIHAD
 
 ________________________________
 
 From: [EMAIL PROTECTED]
 [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Wido Q
 Supraha
 Sent: 04 Oktober 2007 14:39
 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED]
 Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED];
 [EMAIL PROTECTED]; 'keadilan'; 'partai';
 'pks-depok'
 Subject: [PKS] Cegah Fitnah Semakin Meluas, PK Sejahtera Akhirnya
 Terpaksa Mengeluarkan Bayan
 
 Bantah Fitnah, PKS Keluarkan Bayan
 
 Rabu, 3 Okt 07 20:04 WIBhttp://www.eramuslim.com/fckfiles/image/pks.jpg
 <WIBhttp://www.eramuslim.com/fckfiles/image/pks.jpg> 
 
 PKS akhirnya mengambil sikap setelah menghadapi berbagai fitnah dan
 tuduhan
 yang kerap diarahkan kepada partai dakwah itu. Dalam bayan (keterangan)
 yang
 berjudul "Risalah untuk mengokohkan ukhuwwah dan Ishlah", PKS menyatakan
 prihatin terhadap fitnah yang belakangan gencar dilakukan oleh oknum
 tertentu terhadap para kader dan PKS sebagai organisasi politik
 sekaligus
 dakwah.
 
 "DPP PKS prihatin dengan masih terus disebarkannya beragam informasi
 yang
 tidak bertanggung jawab seperti pengedaran selebaran/fotokopian yang
 mengatasnamakan DPD/DPP PKS, juga melalui ceramah/pengajian yang bisa
 menjadi fitnah terhadap PKS, dan dapat mengganggu iklim ukhuwah yang
 sedang
 dijalin serta ikhawatirkan dapat mengurangi kekhusuan beribadah puasa, "
 demikian bunyi salah satu kalimat dalam bayan tersebut.
 
 Dalam hal ini, DPP PKS menyampaikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak
 sama
 dengan apa yang dilakukan kelompok yang disebut sebagai Wahabi.
 Disebutkan,
 PKS sangat menghormati perbedaan furuiyah dan mengedepankan ukhuwwah dan
 memahami bahwa ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat.
 
 Dengan tinta tebal, bayan tersebut menuliskan "Karenanya melakukan
 tabdi'
 (membid'ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali
 songo
 yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah
 WaI
 Jama'ah.
 
 Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan
 maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang
 dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal
 jamaah. "
 
 Pernyataan ini, menurut PKS dilatarbelakangi karena ada sejumlah
 fotokopi
 surat edaran yang mengatas namakan DPP atau DPD tanpa ada yang
 menandatanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan
 merupakan fitnah terhadap PKS.
 
 Sebagai jawabannya, disebutkan pula bahwa kader PKS seperti Nur Mahmudi
 Ismail yang juga adalah Walikota Depok, menyelenggarakan peringatan
 Maulid
 dengan penceramah K. H Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.
 
 Poin kedua, dijelaskan bahwa PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu
 mementingkan pengamalan prinsip tasamuh dan ta'awun dan berorientasi
 kepada
 khidmatul ummah dengan tetap menghormati kekhasan dari masing-masing
 organisasi maupun pilihan hasil ijtihadnya, selama ia memang mempunyai
 rujukan di dalam AI-Quran, Assunnah maupun mazhab ahlu sunnah wal
 jamaah.
 
 Terlebih disadari pula bahwa banyak kader dan simpatisan PKS berasal
 dari
 berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti dari
 NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain.
 
 Karena itu ditegaskan dalam bayan tersebut, PKS tidak akan pernah
 mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi menguasai asjid,
 jadwal
 Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha milik organisasi lain. PKS
 bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya untuk membantu ummat yang
 menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain dengan berkomunikasi
 dengan
 para donatur untuk membangunkan/membangun kembali Masjid-masjid yang
 diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan.
 
 Bayan ini juga membantah adanya sekolah maupun radio partai yang
 menyampaikan takfir (mengkafirkan) dan membid'ahkan Wali Songo, terlebih
 Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
 
 Pada poin terakhir, keterangan yang ditandanani oleh H. Tifatul
 Sembiring
 selaku Presiden Partai dan DR. Surahman Hidayat selaku Ketua Dewan
 Syariah
 Pusat PKS, menyebutkan pihaknya seperti juga organisasi yang lain,
 bukanlah
 kelompok yang ma'shum. Tapi hanyalah sekumpulan manusia yang bisa
 melakukan
 kesalahan. Karena itu, bila ternyata kebijakan partal tetapi di lapangan
 dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian ummat, PKS
 menyampaikan
 mohon maaf lahir dan bathin.
 
 "PKS tetap berkomitmen untuk mendengar serta menerima nasihat. Agar
 terjadi
 ishlah, agar ukhuwwah Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan ukhuwwah
 wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, " tulis PKS sambil mengakhiri
 pernyataannya dengan harapan agar
 NKRI yang berdaulat menjadi jaya di tengah persaingan global.(Lili)
 
 Source :
 http://www.eramuslim.com/berita/nas/7a03200046-bantah-fitnah-pks-keluark
 an-b
 <http://www.eramuslim.com/berita/nas/7a03200046-bantah-fitnah-pks-keluar
 kan-b> 
 ayan.htm?prev
 
 Klarifikasi Fitnah Terhadap PKS
 
 PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun
 pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barjanji yang
 dilakukan
 oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal jamaah. 
 
 PK-Sejahtera Online: 
 
 RISALAH UNTUK MENGOKOHKAN UKHUWAH DAN ISHLAH
 
 DPP PKS bersyukur kepada Allah SWT dan menyampaikan penghargaan yang
 tulus
 kepada pimpinan PB NU dan PP Muhammadiyah, yang telah bersepakat untuk
 menghadirkan kondisi yang kondusif bagi ummat dan perbedaan keduanya
 dalam
 penentuan I Syawal 1428 H / Hari Raya ledul Fitri disikapi dengan
 semangat
 saling menghormati agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
 
 Di tengah menguatnya semangat berukhuwah dan bertoleransi terhadap
 perbedaan
 furu'iyah. DPP PKS prihatin dengan masih terus disebarkannya beragam
 informasi yang tidak bertanggung jawab seperti pengedaran selebaran atau
 fotokopi-an yang mengatasnamakan DPD/DPP PKS, juga melalui ceramah atau
 pengajian yang bisa menjadi fitnah terhadap PKS, dan dapat mengganggu
 iklim
 ukhuwah yang sedang dijalin serta dikhawatirkan dapat mengurangi
 kekhusyu'an
 beribadah puasa. Untuk itulah DPP PKS perlu menyampaikan klarifikasi dan
 keterangan sebagai berikut :
 
 1. Tak seperti kelompok yang disebut sebagai Wahabi, PKS adalah Partai
 politik yang beraktifitas di NKRI, yang menjadikan partai sebagai
 sarana/washilah untuk berdakwah dan menyebarkan yang ma'ruf dengan tetap
 menghormati perbedaan furu'iyah, mengedepankan ukhuwwah dan memahami
 bahwa
 ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat. Karenanya melakukan tabdi'
 (membid'ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali
 songo
 yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah
 Wal
 Jama'ah. Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang
 berisi
 hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan,
 Barzanji
 yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal
 jamaah. Jadi fotokopi-an surat edaran yang mengatasnamakan DPP tanpa ada
 yang menandatanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu
 dan
 merupakan fitnah terhadap PKS. Maka tidak aneh bila kader PKS seperti DR
 Nur
 Mahmudi Ismail yang juga adalah Walikota Depok, menyelenggarakan
 peringatan
 Maulid dengan penceramah K.H Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.
 
 2. PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu mementingkan pengamalan
 prinsip
 tasamuh dan ta'awun dan berorientasi kepada khidmatul ummah dengan tetap
 menghormati kekhasan dari masing-masing organisasi maupun pilihan hasil
 ijtihadnya, selama ia memang mempunyai rujukan di dalam Al-Quran,
 Assunnah
 maupun mazhab ahlu sunnah wal jamaah, apalagi banyak kader dan
 simpatisan
 PKS berasal dari berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti
 dari
 NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain.
 Karenanya
 PKS tidak akan pernah mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi
 menguasai Masjid, jadwal Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha
 milik
 organisasi lain. PKS bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya
 untuk
 membantu ummat yang menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain
 dengan
 berkomunikasi dengan para donatur untuk membangunkan/membangun kembali
 Masjid-masjid yang diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan.
 
 3. PKS sebagai organisasi politik tidak memiliki sekolah maupun Radio
 partai, memang kader-kader PKS banyak yang bergerak dalam bidang
 pendidikan
 maupun media, tetapi tidaklah seluruh sekolah yang berlabel ISLAM
 TERPADU
 dikelola oleh kader PKS, tetapi kalau ada Radio yang selalu menyiarkan
 ajaran tentang pengkafiran/ pembid'ahan Wali songo apalagi Syeikh Abdul
 Qodir Al-jailani, sebagai mana isu yang beredar, pasti bukan dari
 kader/simpatisan PKS.
 
 4. PKS menyadari sepenuhnya bahwa dirinya seperti juga organisasi yang
 lain,
 bukanlah kelompok yang ma'shum. Ia hanyalah sekumpulan manusia yang bisa
 melakukan kesalahan, maka untuk hal-hal yang tidak menjadi kebijakan
 partai
 tetapi di lapangan dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian
 ummat, kami mohon maaf lahir dan bathin. PKS tetap berkomitmen untuk
 mendengar serta menerima nasihat, agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah
 Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah
 basyariyah. PKS menyadari bahwa ada pihak-pihak tertentu yang suka
 mengadu
 domba di antar ummat, yang tidak senang bila ummat Islam berukhuwwah,
 sehingga dapat berperan lebih produktif untuk mewujudkan NKRI yang
 berdaulat
 jaya dan raya di tengah persaingan global itulah NKRI yang baldatun
 thoyyibatun warobbun ghafur. Untuk itu PKS, juga berharap dari pihak
 yang
 lain, selalu siap untuk berta'awun, saling tabayyun, mengokohkan
 silaturahim, untuk menghentikan penyebaran fitnah dan menggantinya
 dengan
 ukhuwwah, untuk menghentikan pecah belah di antara ummat agar berbagai
 komponen ummat lebih dapat berta'awun untuk merealisasikan kemaslahatan
 yang
 lebih besar bagi masyarakat di Negara tercinta Republik Indonesia.
 
 Demikianlah klarifikasi ini disampaikan, in uridu ilia al ishlaha ma
 ishtatho'tu wa ma taufiqi ilia billah alaihi tawakkaltu wa ilaihi
 unibu..
 
 Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Jakarta, 15 Ramadhan 1428 H 27 September 2007
 
 Ir. H. Tifatul Sembiring
 Presiden PKS
 
 KH. DR. Surahman Hidayat, MA., Lc.
 Ketua Dewan Syariah Pusat PKS
 
 http://www.pk-sejahtera.org/2006/images/logo1.gif
 <http://www.pk-sejahtera.org/2006/images/logo1.gif> 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               


e-mail: [EMAIL PROTECTED]  
  blog: http://mediacare.blogspot.com  
   

       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke