Awal Desember 2006 yang lalu terbit Tesaurus Bahasa Indonesia (TBI)—agaknya 
karya pertama dalam sejarah dari jenis ini. Buku yang diterbitkan Gramedia ini 
mendapat sambutan yang cukup bagus. Dalam waktu singkat, ia sudah mengalami 
cetak ulang.
  Yang menarik, tesaurus setebal 736 halaman ini dikerjakan seorang diri. 
Penyusunnya Eko Endarmoko, anggota redaksi Jurnal Kebudayaan Kalam (sekarang 
on-line) di Komunitas Utan Kayu, Jakarta.
   
  Eko Endarmoko, yang pemalu dan pendiam ini, baru sekarang menceritakan 
pengalamannya menyusun karya yang sulit dan bertahun-tahun dikerjakan ini. 
Berikut paparannya:

Tesaurus ini adalah buah dari dorongan terus-menerus akan keperluan mendapatkan 
kata paling jitu sewaktu merangkai kalimat. Hampir separuh kandungan tesaurus 
itu berasal dari setumpuk carikan kertas berisi kata-kata bersinonim yang saya 
catat berdikit-dikit sejak kuliah di tahun 1980-an. Kira-kira sepuluh tahun 
kemudian, demi lebih cepat mendapatkan sesuatu kata sekaligus mencegah 
carikan-carikan kertas tadi berceceran, semua catatan tadi lalu saya garap 
dengan program pengolah kata.
   
  Niat membukukannya, yang muncul sesudah melihat seluruh bentuk kasarnya 
terketik di layar, terdesak dan bahkan sempat terlupakan beberapa lamanya, oleh 
rutinitas kerja sebagai penyunting di penerbit Pustaka Utama Grafiti.
   
  Sekitar pertengahan tahun 1997, yaitu saat saya mulai bergabung dalam Jurnal 
Kebudayaan Kalam, adalah momen penting yang memungkinkan TBI menemukan 
bentuknya seperti sekarang. Jurnal Kalam, Teater Utan Kayu, dan Galeri 
Lontar—ketiganya merupakan sayap kesenian Komunitas Utan Kayu—tak lain dari apa 
yang biasa diringkas dengan sebutan TUK atau Teater Utan Kayu.
   
  Rekan-rekan saya, para kurator-sastrawan di sana, Nirwan Dewanto, Sitok 
Srengenge, Hasif Amini (dan sebelum ini: Ayu Utami), memerhatikan persoalan 
bahasa Indonesia dengan tekun, cerewet, dan bersemangat. Bekerja sama dengan 
mereka memberi rangsangan tersendiri bagi saya untuk meneruskan penyusunan 
tesaurus ini, sekalipun praktis kami cuma berkumpul sekali seminggu, tiap Rabu, 
antara lain untuk rapat menyusun program acara tiga bulan ke depan.
   
  Bekerja di TUK atau KUK memang setengah "kerja sukarelawan". Maka tiap orang 
punya kegiatan samping. Kegiatan samping saya adalah menjadi penyunting bahasa, 
antara lain bagi terjemahan yang akan diterbitkan oleh lembaga KITLV 
(Koninklijke Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde) Belanda yang di Jakarta 
diwakili Jaap Erkelens. Bung Jaap sering 
datang ke Kedai Tempo dan kami duduk berdua bekerja di depan tumpukan naskah. 
Bung
Jaap dengan demikian juga jadi bagian dari KUK, sebagaimana tiap orang yang 
kerap datang dan bekerja di sana. Bahkan Bung Jaap pernah jadi "kurator" 
pameran karikatur pers Belanda dari masa revolusi Indonesia (Februari-Maret 
2006).
   
  Oleh KLTV juga, saya disponsori untuk kerja penelitian di Leiden, Belanda, 
selama Mei-Agustus 2001 dalam menyiapkan TBI. Saya senang rekan-rekan di TUK 
merelakan, bahkan mendorong, saya meninggalkan kerja selama itu. Saya harap 
hasil kerja itu tidak mengecewakan.
   
   

  Sekilas tentang Eko Endarmoko
   
  
EKO ENDARMOKO
Anggota Tim Redaksi dan Sekretaris Penyunting Kalam

Eko Endarmoko yang akrab dipanggil Moko belajar Sastra di Universitas 
Indonesia. Esai-esai dan kritiknya telah dimuat di berbagai media termasuk 
Basis, Horison, Kalam, Kompas, Sinar Harapan, Berita Buana, Berita Nasional, 
dan Suara Karya. Ia pernah menjabat sebagai redaktur di majalah Optimis (1983), 
Redaktur Pelaksana Berita Buku (Ikapi, Pusat, 1987-89), dan redaktur di 
penerbit Pustaka Utama Grafiti (1989-1997). Tahun 1996, ia menghadiri Frankfurt 
International Book Festival mewakili Pustaka Utama Grafiti. 

Ia mulai terlibat dalam Komunitas Utan Kayu pada tahun 1997 dan sekarang 
bekerja sebagai sekretaris penyunting majalah kebudayaan Kalam. Dia juga 
terlibat di KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal, Land- en Volkenkunde) 
Jakarta (1997-2003) sebagai penyunting buku. Pada akhir tahun 2006, ia telah 
merampungkan Tesaurus Bahasa Indonesia, yang diterbitkan oleh Gramedia.

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke