------------------------------------
Mantan Rektor UGM T Jacob Meninggal
------------------------------------


Rabu, 17 Oktober 2007 | 23:03 WIB 

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:

Antropolog ragawi Universitas Gadjah Mada, Prof. 
Dr. T Jacob, meninggal dunia, Rabu (17/10) pukul 
18.00 wib, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Sejak 
4 Oktober lalu, pria kelahiran Peureulak, Aceh Timur, 
6 Desember 1929 ini dirawat akibat gangguan liver. 

Sedikitnya sepuluh orang dokter spesialis gastroentrologi 
telah berusaha menyelematkan nyawanya, tapi akhirnya 
harus menyerah. 

Trisno Heru Nugroho, Kepala Hubungan Masyarakat Rumah 
Sakit Dr. Sardjito mengatakan, besar kemungkinan penyakit 
liver yang diderita Prof. Jacob disebabkan faktor degenarif 
atau akibat penuaan. Selama dirawat di ruang isolasi, mantan 
Rektor UGM (1982-1986) ini boleh dijenguk karena kondisinya 
sangat lemah. Tapi yang boleh masuk hanya isteri dan anak, 
itu pun harus bergantian. 

Prof. Jacob yang sebagian besar hidupnya bergelut dengan 
fosil manusia dan binatang ini sempat menghebohkan kalangan 
antropolog dunia berkat temuannya yang kontroversi tentang 
keberadaan manusia Flores. Bahkan akhir Juli lalu, bapak satu 
anak ini menyelenggarakan seminar Paleoanthropoloi se-Asia 
Tenggara di Yogyakarta. 

Di mata para sahabatnya, Prof. Jacob dikenal sangat humanis. 
Dia juga sebagai ilmuwan yang sangat menekuni bidangnya, rajin 
melakukan penelitian, menulis artikel, dan buku. 

Karya tulisnya yang cukup penting di antaranya: The Sixth 
Skull Cap of Pithecanthropus Erectus, American Journal of 
Physical Anthropology (1966), Some Problems Pertaining to 
the Racial History of the Indonesia Region, Neerlandia, 
Utrecht (1967) dan The Phitecanthropus of of Indonesia, 
Bulletins et Memoires de Societe d'Anthropologie de Paris 
(1975). 

Jenazahnya disemayamkan di rumah duka, Bulaksumur Blok A-14, 
Yogyakarta. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari keluarga, 
kapan jenazahnya akan dimakamkan. LN Idayanie 





Kirim email ke