Info kesehatan dari milis sebelah. http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/10/printable/071016_garlichealth.shtml
16 Oktober, 2007 - Published 09:02 GMT Kunci rahasia khasiat bawang putih Para peneliti telah berhasil mengungkap misteri penyebab makan bawang putih bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Kuncinya adalah allicin, yang diuraikan menjadi senyawa sulfat sangat berbau yang mencemarkan bau nafas. Senyawa ini bereaksi dengan darah merah dan menghasilkan sulfida hidrogen yang merenggangkan saluran darah, dan membuat darah mudah mengalir. Riset University of Alabama di kampus Birmingham muncul di Kertas Kerja Akademi Sains Nasional (NAS). Namun, para pakar Inggris memperingatkan mengkonsumsi suplemen bawang putih bisa menimbulkan dampak samping. Sulfida hidrogen menghasilkan bau telur busuk dan dipergunakan untuk memproduksi bom bau (stink bomb). Namun, pada kadar rendah, senyawa itu memainkan peran vital dalam membantu sel-sel saling berkomunikasi dengan sesamanya. Dan, pada pembuluh darah, senyawa itu merangsang sel yang membentuk lapisan mengendur dan menyebabkan pembuluh melebar. Dan, ini pada gilirannya mengurangi tekanan darah, memungkinkan darah mengangkut lebih banyak oksigen ke organ tubuh esensial, dan mengurangi tekanan pada jantung. Tim peneliti Alabama mencelupkan pembuluh darah tikus pada larutan yang mengadung ekstrak dari bawang putih yang diremukkan. Hasil mencolok Ini menghasilkan hasil yang mencolok -- dengan ketegangan di dalam pembuluh berkurang sebesar 72%. Para peneliti juga mendapati bahwa sel darah merah yang terkena sedikit sekali sari bawang putih yang dijual di toserba segera menghasilkan sulfida hidrogen. Percobaan lanjutan memperlihatkan bahwa reaksi kimia berlangsung utamanya pada permukaan sel darah merah. Tim peneliti menunjukkan indikasi bahwa produksi sulfida hidrogen dalam sel darah merah mungkin bisa digunakan untuk menetapkan standard kadar bawang putih yang ditambahkan ke makanan. Peneliti kepala Dr David Kraus mengatakan: "Hasil penelitian kami memperlihatkan bawang putih dalam makanan itu sangat bagus." "Tentu saja di kawasan tempat konsumsi bawah putih tinggi, seperti laut Tengah dan Timur Jauh, tingkat terjadinya penyakit kardiovaskuler rendah." Judy O'Sullivan, ahli rawat jantung pada Yayasan Jantung Inggris (BHF), mengatakan: "Penelitian menarik ini mengindikasikan bawang putih mungkin bermanfaat bagi kesehatan jantung." "Namun, tetap saja belum ada bukti yang cukup untuk mendukung gagasan untuk memakan bawang putih sebagai obat untuk mengurangi risiko mengalami penyakit jantung," tambahnya O'Sullivan. "Memasukkan bawang putih sebagai bagian dari variasi makanan adalah pilihan pribadi," ujarnya. "Perlu dicamkan bahwa suplemen [bawang putih] dalam kadar tinggi mungkin berinteraksi dengan obat pengencer darah dan mungkin memperbesar risiko pendarahan," kata Judy O'Sullivan. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ http://www.kompas.com/kesehatan/news/0603/22/125137.htm Updated: Rabu, 22 Maret 2006, 12:48 WIB KESEHATAN Mengenal Bawang Putih bagi Kesehatan Jakarta, Kompas Berita Terkait: . Pakai Seledri Saja Kolesterol Turun! . Obat Herbal Memberi Kami Rasa Aman. . Karedok dan Gado-Gado, Bikin Awet Muda Bawang putih atau Allium sativum sudah menjadi bahan dapur 'wajib' saat memasak karena aroma dan rasa yang dihasilkannya menambah sedapat setiap resep masakan. Terlebih lagi dengan adanya berbagai penelitian yang menemukan khasiat bawang putih bagi kesehatan, menambah panjang deretan penggemar setianya. Bila menengok ke beberapa abad lampau, manfaat bawang putih bagi masakan dan kesehatan ini ternyata sudah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, untuk dikonsumsi dan pengobatan. Sedangkan di dalam resep makanan Libanon, bawang putih sejak dulu digunakan sebagai resep untuk diet. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak ditemukan khasiat bawang putih bagi kesehatan yang kemudian diuji melalui serangkaian penelitian -- baik dalam maupun luar negeri. Manfaat bawang putih antara lain sebagai pembantu penurun kadar kolesterol. Hal ini disebabkan karena adanya zat ajoene yang terkandung di dalamnya, yaitu suatu senyawa yang bersifat antikolesterol dan membantu mencegah penggumpalan darah. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih secara teratur -- sekitar 2-3 siung setiap hari-- dapat membantu mencegah serangan jantung. Pasalnya bawang putih ini bermanfaat membantu mengecilkan sumbatan pada arteri jantung sehingga meminimalkan terjadinya serangan. Bawang putih juga dapat membantu menghindari kanker yang dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa risiko terkena kanker di usia tua berkurang sebanyak 50 persen bila mengonsumsi bawang putih secara rutin. Sementara itu, di negara Asia seperti Jepang atau China, bawang putih bisa dikonsumsi tanpa harus ditumbuk halus atau dirajang seperti kebanyakan bumbu di Indonesia. Di mana satu siung bawah putih tinggal dibakar di atas api atau langsung dikudap tanpa racikan lain, untuk menambah rasa masakan. Kalau sudah begini, jangan tanya bau yang ditimbulkan sesudahnya. Namun selain sebagai penyedap masakan, bawan dapat mengurangi dampak buruk dari lemak. Itu sebabnya bawang putih tetap menjadi pilihan utama setiap makan dan memasak. Konsumsi bawang putih ini tentu saja harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat seperti mengurangi makanan yang mengandung lemak atau kolesterol tinggi, banyak olahraga, beristirahat serta mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. (ADT) ------------------------------------ http://www.kompas.com/kesehatan/news/0508/03/104820.htm Updated: Rabu, 03 Agustus 2005, 10:44 WIB KESEHATAN Pakai Seledri Saja Kolesterol Turun! Jakarta, Rabu Rebusan akar seledri ternyata mujarab menurunkan kadar kolesterol darah. Kolesterol Bu Rianingsih yang semula 270 mg/dl, menjadi normal hanya dalam tempo dua bulan setelah rajin minum air rebusan akar tanaman itu. Kelebihan kolesterol sangat tidak diinginkan oleh setiap orang yang ingin menjaga kesehatan. Demikian pula yang dialami Rianingsih (56), ibu rumah tangga dari Kreo, Ciledug, Tangerang. Dari pemeriksaan medis berkala Januari lalu, kadar kolesterol darahnya mencapai 270 mg/dl. Dokter menganjurkan dia menurunkan kolesterol hingga di bawah 200 mg/dl. Sayangnya, beberapa obat antikolesterol yang diasupnya tak cepat menununkan kolesterol hingga batas normal yang dianjurkan. Tak mustahil karena Rianingsih doyan makanan sarat lemak dan kudapan berkarbohidrat tinggi. Selain itu, ia jarang berolahraga. Beruntung, saat menghadiri arisan ibu-ibu di tempat tinggalnya, ia memperoleh informasi agar mengonsumsi rebusan akar seledri. Hasilnya, setelah dua bulan minum rebusan seledri dan tetap mengasup obat antikolesterol, kadar kolesterol darahnya turun pada batas normal yang diharapkan. Kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia dapat diatasi dengan konsumsi bahan alami, seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak. Namun, kolesterol tertentu juga merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh. Dr. Yulia, tenaga medis di Puskesmas Ciledug, Tangerang, menguraikan bahwa kolesterol berasal dari lemak yang menghasilkan 9 kalori. Bandingkan dengan karbohidrat dari tepung dan gula yang hanya menghasilkan 4 kalori. Selain untuk proses metabolisme, kolesterol berguna membungkus jaringan saraf, melapisi selaput sel, dan sebagai pelarut vitamin. Pada anak-anak, kolesterol dibutuhkan untuk mengembangkan jaringan otak. Kolesterol diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan, seperti otak, jeroan, daging, dan kulit ayam. Mengandung Asparagin Tanaman seledri sebagai salah satu bahan antikolesterol tinggi berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Tanaman bernama Latin Apium graveolens ini merupakan tumbuhan dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut. Tanaman ini juga mampu tumbuh di dataran rendah, meski ukuran batangnya menjadi lebih kecil. Tanaman yang tumbuh tegak, dengan tinggi sekitar 50 cm ini mempunyai bau yang khas. Batangnya bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau pucat. Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, memaparkan daun seledri yang biasa dipakai sebagai penyedap sup, akarnya berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif). Sementara itu, Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, menyatakan bahwa seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1 persen, minyak atsiri 0,033 persen, flavoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C. Setiap 100 gram daun seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 4 gram, serat 0,9 gram, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, iodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 1U, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akarnya mengandung asparagin, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamine, dan tirosin. Bijinya mengandung aplin, minyak menguap, api genin, dan alkaloid. Hasil penelitian di tahun 1988, menurut Dr. Setiawan, infus daun seledri dengan kadar 10 persen sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian. Penelitian lain yang dilakukan di FMIPA Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, tahun 1985, pemberian ekstrak seledri dengan cara peras menunjukkan penurunan tekanan darah kucing. Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyak efek sedatif dan antikonvulsan pada tikus. MinyƤk menguap pada biji tanaman ini dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans. Tambah Serat Dr. Yulia mengingatkan langkah mencegah kolesterol tinggi tetap yang paling baik. Beberapa patokan sederhana untuk mencegah hiperkolesterolemia di antaranya menambah kadar serat dengan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pilih produk daging putih atau ikan, singkirkan kulitnya sebelum memasak ayam. Makan dalam porsi sedang. Idealnya, lakukan penurunan bobot badan dengan berolahraga. Sebagai informasi, Dr. Setiawan menerangkan beberapa pemakaian seledri untuk pengobatan. Untuk obat yang diminum: 30-40 lembar daun seledri direbus; lalu air rebusannya diminum. Cara lain: 1,3-3,9 gram biji seledri direbus dalam api kecil selama 3 jam, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, giling daun segar hingga halus, lalu borehkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang. (Senior)

