*Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia*

Oleh: Martin Fritz dari *Hamburg*

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia akan diselenggarakan di Washington,
akhir pekan ini. Apa saja agenda pertemuan dua lembaga keuangan dunia ini?

Cina, India dan *Rusia* bertanggung jawab atas separuh pertumbuhan ekonomi
dunia. Karena itu tak mengherankan bila negara-negara industri baru ini
menuntut posisi lebih kuat dalam Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank
Dunia. Saat ini, hak suara dalam kedua lembaga keuangan itu masih didominasi
Amerika Serikat dan negara Eropa. Sebenarnya, debat mengenai reformasi kedua
lembaga keuangan ini sudah berlangsung selama beberapa tahun. Namun, dalam
pertemuan kali ini, perdebatan itu dibayangi krisis di pasar kredit yang
bermula di Amerika Serikat dan menjalar ke bank-bank dunia. Direktur IMF
Rodrigo Rato:

"Pasti ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, tapi dampaknya tak terlalu
dramatis. Yang jelas, sekarang risiko lebih besar bagi ekonomi dunia
dibandingkan enam bulan lalu, saat kita bertemu April lalu."

Pertumbuhan ekonomi dunia tak hanya tersendat-sendat oleh krisis global di
pasar kredit kredit. Faktor lainnya adalah ketimpangan sistem keuangan
global, meningkatnya sikap proteksionisme dan harga minyak yang melambung.
Jaime Caruanna, direktur bagian pasar keuangan IMF:

"Lembaga keuangan penting secara sistematis membangun persediaan kapital.
Simpanan tersebut membantu mengimbangi kerugian. Walau begitu, bulan-bulan
mendatang, sejumlah pasar dan lembaga keuangan akan menghadapi tantangan."

Walau pasar kredit global kembali stabil, Dana Moneter Internasional
mengoreksi ke bawah prediksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 5,2  menjadi 4,8
persen. Analisa serupa berlaku bagi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara
industri, kata ekonom IMF Charles Collyns:

"Kami menurunkan prognosa pertumbuhan untuk ekonomi Jerman, ini juga berlaku
bagi beberapa negara Eropa Barat lainnya. Penyebabnya adalah pasang surut
pasar moneter, melemahnya ekonomi dunia secara keseluruhan serta nilai tukar
Euro yang tinggi."

Sejumlah pakar berpendapat, krisis perkreditan tidak meluas karena
pertumbuhan sehat ekonomi negara berkembang dan industri baru. Rusia
menginvestasikan sebagian besar keuntungan dari ekspor minyak dan gasnya
dalam cadangan devisa. Dalam waktu dekat, Rusia dapat berubah status dari
debitor menjadi kreditor. Cina memiliki cadangan devisa terbesar dunia,
sehingga bantuan yang diberikan IMD dan Bank Dunia lebih berupa konsultasi
daripada bantuan dana. Bukan berarti, pasar kredit dunia aman dari pasang
surut. Saat ini, demikian direktur bagian pasar keuangan IMF Jaime Caruana,
dalam pemberian kredit masih kurang transparensi:

"Tekanan terus-menerus terhadap pasar uang antar bank akan menambah bea
administrasi, mengurangi volume dan jumlah pemberian kredit."

Bila debitor tidak secara terbuka mendeklarasikan kerugiannya, maka pemberi
pinjaman tak dapat membangun rasa percaya terhadap peminjam. Tentu investor
perlu menetapkan manejemen risikonya sendiri dan tak hanya bergantung pada
analisa pihak ketiga. Ini adalah tanggung jawab pemerintahan dan juga sektor
swasta setiap negara anggota, demikian menurut pakar IMF dan Bank Dunia.***


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke