Biasanya hampir semua hasil-yasa budaya Paman Sam mudah sekali menjadi menyebar menjadi budaya sejagad. mulai dari budaya Fast Food, perayaan Valentine, Halloween, budaya 'Talk-Show' di TV, lalu lomba 'Idol' semuanya dengan cepat ditiru ... :-)
Tentu saja masyarakat indonesia juga tanpa kecuali, mengikutinya. Tetapi rasanya saya "happy" bahwa salah satu budaya amerika dicoba ditiru/jiplak itu adalah budaya yang menurut saya cukup baik/mencerdaskan, yaitu budaya lomba kemampuan mengeja - dalam hal ini mengeja kata bahasa Inggris, yang di amerika dikenal sebagai "Bee Competition". *** Eloknya, setahu saya lomba seperti ini bahkan "belum dikenal" (?) di negara seperti jerman. Hmm, bukan apa-apa, saya hanya membayangkan, kalau di amerika saja para pesertanya sudah sering mengeluh kalau harus mengeja suatu kata yang punya akar "Ursprache" (Protolanguage) bahasa Eropa dari mana kata tersebut dulu di "derive", misalnya kata dari bahasa Jerman atau (kadang) bahasa Latin. <http://tinyurl.com/yre6an> Apalagi jika benar-2 ini dilakukan di dalam bahasa Jerman. Padahal melihat buku Pedoman EYD (Ejaan Yang Disempoernaken) Jerman yang disebut sebagai "DUDE", itu buku tebalnya sama dengan tebal bantal :-). Hal lain yang mungkin juga bisa menambah tingkat kesulitan, bahasa jerman punya kecenderungan untuk membuat kata baru yang panjang yang merupakan hasil "menyambung-renteng" beberapa kata, misalnya :-) => Stadtverordnetenversammlung :-) => Waffenstillstandsunterhandlungen :-) Jadi kalau benar di Jerman, Bee-Competition belum ada, maka Indonesia sudah lebih maju dalam hal ini. *** Setidak-tidaknya Hollywood (?) sudah pernah membuat 2 film yang alur kisahnya juga mengetengahkan keikutsertaan tokohnya di dalam Bee Competition ( sudah pernah di release oleh LFM - Duisburg ): "Akeelah and the Bee" ( cast: Laurence Fishburne ) http://www.imdb.com/title/tt0437800/ "Bee Season" (cast: Richard Gere) <http://www.imdb.com/title/tt0387059/> -------( ihsan h )--------------------------- ---------------------------------------------- 400 Siswa Ikut Lomba Mengeja Bahasa Inggris ---------------------------------------------- Minggu, 21 Oktober 2007 | 14:04 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 400 siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah se-Indonesia mengikuti grand final kompetisi nasional English First, Speeling Bee atau mengeja kata dalam Bahasa Ingris di Gedung Dhana Pala, Jakarta Pusat, hari ini. Siswa tersebut menyisihkan 6.967 siswa lain dari 32 kota di seluruh Indonesia. Menurut Operasional Manager English First (EF) Indonesia, Mimi Kaida, kompetisi Spelling Bee bertujuan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam menggunakan Bahasa Inggris. "Juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan globalisasi di masa mendatang," katanya. Kompetisi ini dibagi dalam 3 kategori. Kategori A untuk pelajar kelas 1-3, kategori B kelas 4-6, dan kategori C pelajar SLTP kelas 1-3. Pemenang kompetisi akan mendapatkan trofi dan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Dalam babak penyisihan setiap peserta diberi 25 kata dalam Bahasa Inggris yang harus ditulis dalam lembar isian. Pada babak final peserta diberikan 20 kata yang harus dieja dengan tepat dalam waktu 15 detik per kata. Alfin Susanto, 8 tahun, salah satu peserta mengatakan senang bisa ikut lomba mengeja Bahasa Inggris karena menyukai pelajaran Bahasa Ingris. "Ikut lomba ini biar pinter," ujar siswa kelas 3 asal Lampung ini sambil tertawa. Rudy Prasetyo

