Saya optimis pertumbuhan ekonomi 6,8% bisa tercapai bahkan pertumbuhan bisa lebih tinggi sedikit mencapai 7,05%. Sedangkan krisis subprime mortgage sama sekali tidak mengganggu perekonomian Indonesia, disebabkan tidak ada satupun perusahaan atau lembaga keuangan Indonesia yang mengalami kerugian. Hal ini berbeda dengan kondisi di AS dan Eropa. Justru dengan adanya krisis tersebut, akan banyak uang yang beterbangan dari kawasan yang mengalami kerugian terbanyak menuju kawasan yang sangat minim kerugian. Indonesia salah satunya yang akan menerima "berkah" tersebut.
---------------------------------------------------------------- http://www.mediaindonesia.com/ *Koreksi Pertumbuhan Ekonomi 2008 tidak Sedalam Prediksi IMF* Penulis: Raja Suhud JAKARTA--MEDIA: Pemerintah menyatakan bahwa koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan tidak sedalam prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 6,1%. Menteri Perekonomian Boediono mengatakan bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk tetap mendekati target pertumbuhan 6,8% tahun depan. "Asumsi itu dibuat dengan kondisi perekonomian global. Kita tahu bahwa ekonomi global itu ada pengaruh dengan ekonomi kita. Tapi saya yakin kalau kita bekerja keras, kita bisa mendekati yang kita targetkan meskipun ada perubahan suasana diluar," kata Boediono di Kantor Kepresidenan, Senin (22/10). Ia menambahkan bahwa saat ini masalah pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi melambat tahun depan masih dalam perdebatan. Terutama mengenai dampak subprime mortgage dan kenaikan harga minyak global. "Ekonomi global akan melambat dan seberapa jauh melambatnya, ini kan masih ada perdebatan," ujarnya. Sebagai informasi, IMF merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan yang lebih rendah daripada tahun ini. Dampak krisis subprime mortgage di AS dan harga minyak global akan membayangi perekonomian dunia. Indonesia diprediksi hanya akan tumbuh 6,1% atau lebih rendah dari pertumbuhan tahun ini yang sebesar 6,2%. (Uud/OL-03) [Non-text portions of this message have been removed]

