http://www.marinir.mil.id/news.php?id=20071022140046

PENGARAHAN DANKORMAR KEPADA KONTINGEN GARUDA XXIII B
[22-Oktober-2007]Jakarta, 18 ktober 2007

Pengarahan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, S.Pi., M.Si. 
kepada sejumlah pasukan Marinir yang akan bergabung dengan Kontingen Garuda 
XXIII B guna memperkuat pasukan perdamaian PBB ke Libanon di Lapangan Apel 
Cilandak (16/10).

Didepan prajurit Marinir, Dankormar menyatakan politik negara Indonesia yang 
bebas aktif menuntut bangsa Indonesia sebagai bagian dari Negara PBB untuk 
tidak berpihak kepada negara manapun yang sedang bertikai. Indonesia sebagai 
anggota PBB ikut andil dan berperan aktif untuk menjaga perdamaian dunia 
bersama pasukan PBB dari negara lain.

"Pengalaman sejarah membuktikan, pasukan TNI khususnya Korps Marinir yang 
terlibat dan tergabung dengan Kontingen Garuda di Libanon selama ini telah 
berhasil menjalankan misinya. 
Muncul pertanyaan apakah Marinir yang akan tergabung dengan Kotingen Garuda 
XXIII B untuk menggantikan Kontingen Garuda XXIII A awal November juga akan 
berhasil ?
Faktornya bukan berasal pasukan Marinir saja melainkan faktor yang berasal dari 
situasi dan kondisi yang sedang berkembang di Libanon saat ini, situasi dan 
kondisi dulu dengan situasi dan kondisi yang berkembang sekarang tentu berbeda. 
 Apa yang telah dihadapi teman dari prajurit Marinir yang tergabung dengan 
Kontingen Garuda XXIII A terdahulu dengan apa yang akan dihadapi prajurit 
Marinir yang tergabung dengan Kontingen Garuda XXIII B di Libanon belum tentu 
sama, hal ini bisa dipengaruhi oleh tempat berbeda, waktu berbeda dan situasi 
kondisi yang berbeda juga.
Situasi bisa lebih enak dan atau bisa lebih jelek. Persoalannya, jangan kalian 
berpandangan "dulu aja bisa kenapa sekarang tidak".  
Pandangan seperti itu boleh saja asalkan untuk membangkitkan spirit guna 
membangun percaya diri tetapi juga jangan takabur", ujar Dankormar menambahkan.

Marinir yang akan diberangkatkan untuk bergabung dengan Kontingen Garuda XXIII 
B memang ada persiapan, pratugas dan pembekalan tetapi berhasil tidaknya misi 
Marinir mencapai tujuan yang diharapkan di medan tugas sana sangat tergantung 
dari keberadaan prajurit Marinir itu sendiri. 
Marinir memiliki modal dasar kebanggaan Korps tinggi, disiplin tinggi dan citra 
yang baik tetapi masih ada hal-hal lain perlu prajurit Marinir ketahui yaitu 
tolenransi untuk cepat mempelajari situasi yang sedang berkembang disana, 
terutama mengenai kebiasaan masyarakatnya, situasi tren yang sedang terjadi dan 
pengalaman masa lalu yang perlu diikuti menjadi pedoman sehingga akan 
menentukan cara bertindak yang baik, benar. 

Dankormar juga menegaskan, Marinir ditugaskan di Libanon sana bersama-sama 
pasukan PBB dengan kesatuan negara lain.  Persoalannya adalah kebersamaan dan 
soliditas antara yang satu dengan yang lain, antara satuan sendiri dengan 
satuan lain dan antara teman-teman dari satuan sendiri dengan teman-teman dari 
satuan lain baik dari negara sendiri maupun negara lain. 
Prajurit Marinir memang punya kelebihan namun prajurit Marinir sebagai manusia 
biasa harus tahu dan sadar yaitu memiliki keterbatasan dan kekurangan. 
Teman dari satuan lain juga sama, tidak bisa dianggap remeh karena mereka juga 
punya kelebihan, berusahalah untuk saling tahu dan saling menghargai akan 
posisi masing-masing. 
Tahu posisi masing-masing dengan membina kebersamaan dan melaksanakan tugas 
secara bersama-sama tetapi warna jati diri sebagai prajurit Marinir harus tetap 
dan dicamkan, boleh berkerjasama tetapi warna jati diri tidak boleh hilang. 
Jati diri dalam berperilaku, bertindak dan memegang disiplin yang selama ini 
diagungkan Korps Marinir. 
Perjuangkanlah jati diri tersebut dan jangan hanya diucap dimulut saja. Kalo 
memang sanggup, bangun itu secara bersama.

    [Redaksi MARINIR]

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke