Luar biasa! Jika batik, wayang kulit, lagu Rasa Sayange, Jali-Jali, landscape pura Bali, bahkan sampai seluruh isi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga diklaim sebagai "milik Malaysia", terus apalagi yang tersisa dari Indonesia?.....
Tapi kita juga harus introspeksi: Apa yang sudah kita/pemerintah lakukan untuk memproteksi milik Indonesia? Satrio (dari milis tetangga:) Dalam sebuah wawancara, seorang pengusaha landscape di Bali dan pernah bekerja di Langkawi bercerita, Malaysia sekarang sedang meniru Bali habis-habisan. Jadi siap2 saja kalau nanti style pura-pura Bali pun dianggap milik Malaysia. So, what we gonna do? :(( -anton- http://rumahtulisan .wordpress. com --- "Oyos Saroso H.N." <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > Soal colong menyolong, tak cuma lagu yang dicolong > Malaysia. Saya dapat info dari Kepala Kantor Bahasa > Lampung (maksudnya cabangnya Pusat Pembinaan dan > Pengembangan Bahasa/P3B) bahwa semua entri Kamus > Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga dimasukkan dalam > Kamus Bahasa Melayu Malaysia. Mereka cuma > memindahkan KBBI ke dalam kamus mereka lalu ditambah > dengan entri Bahasa Melayu Malaysia. > > Menurut Agus Shri Danardana, kepala Kantor Bahasa > Lampung, forum-forum pengembangam "bahasa serumpun" > selama ini hanya menguntungkan Malaysia. Selain > mencuri kamus, mereka juga mencuri ide-ide > pengembangan bahasa. Yang baru saja dibahas dalam > forum Majelis Bahasa Asia Tenggara dalam tempo > singkat sudah direalisasikan di Malaysia dalam > bentuk proyek penerbitan buku. Malaysia bisa > melakukan itu karena punya dana besar dan > orang-orangnya "lebih cekatan"... > > Salam, > > Oyos __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

