http://www.kompas. co.id/ver1/ Nasional/ 0710/26/060137. htm
============ ========= =

SURABAYA, JUMAT- Pakar perkapalan ITS Surabaya Prof Ir Soegiono
menilai kapal selam pertama Malaysia jenis Scorpene yang diluncurkan
di Prancis (23/10) bukan ancaman bagi Indonesia.

"Itu hanya penggentaran (untuk membuat gentar), jadi bukan ancaman,
karena mirip gertakan saja," kata mantan rektor ITS itu kepada ANTARA
di Surabaya, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi kapal selam "KD Tunku Abdul Rahman"
berbobot 1.500 ton, panjang 67,5 meter, dan dipersenjatai dengan
torpedo, rudal bawah laut ke permukaan, serta ranjau laut.

Menurut Guru Besar Teknik Perkapalan ITS Surabaya itu, kapal selam
Malaysia hanya merupakan "penggentaran" karena perang dalam arti
sesungguhnya itu akan sulit terwujud.

"Perang itu nggak mungkin ada, kecuali untuk penggentaran dan
menunjukkan kesetaraan, apalagi Indonesia sendiri juga akan membeli
enam kapal selam dari Rusia dan lautan di Indonesia juga banyak yang
dangkal," katanya.

Ayah dari lima anak dan suami dari Ny Soelistiani itu mengatakan kapal
selam milik Malaysia yang saat ini masih bersandar di dok DCNS di
Cherbourg, Prancis itu juga bermakna kesetaraan.

"Jadi, kapal selam itu hanya penggentaran untuk negara lain dan
sekaligus juga bermakna kesetaraan antara negara maju dengan negara
berkembang dalam bidang teknologi perkapalan," katanya.

Namun, katanya, penggentaran yang dilakukan Malaysia juga dapat
menjadi semangat bagi Indonesia untuk menjaga 129 pulau terluar
Indonesia agar tidak lepas ke tangan Malaysia seperti Sipadan-Ligitan.

"Sipadan-Ligitan itu lepas bukan karena Indonesia tidak memiliki hak
sama sekali atas pulau itu, melainkan karena Indonesia tidak pernah
menjaganya," katanya.

Kapal selam itu diresmikan istri Wakil Perdana Menteri Tun Najib
Razak, yakni Datin Seri Rosmah Mansor dengan memecahkan botol air di
anjungan kapal selam yang bersandar di dok DCNS di Cherbourg (sekitar
400 km dari Paris) pada 23 Oktober 2007.

Peresmian itu disaksikan Tun Najib Razak, didampingi Kepala Staf AL
Tan Sri Ramlan Mohamed Ali, Menhan Prancis Herve Morin, dan para
pejabat lain, kemudian mereka mengecek langsung kapal selam itu.

Kapal itu merupakan salah satu dari dua kapal selam yang dibeli
Malaysia lewat perjanjian pada 2002. Kapal kedua akan diserahkan pada
2009 dan sampai di Malaysia pada 2009. (ANT/PEP)

Copyright 2006 Kompas Group 

 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke