--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 
> Kita juga harus mewaspadai kelompok tertentu yang ingin agar bangsa 
Indonesia dengan Malaysia saling bunuh dan berperang dengan cara 
mengadu domba.
> 
> Salam
> 
> 

*** Oh ya? Adu domba?

baca dong berita ini:


TKW asal Banjarmasin Diperkosa dan Diperas Oknum Polisi Malaysia 

Kuala Lumpur, (Analisa) 

Tenaga kerja wanita asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Nor, 
diperkosa dan diperas uang hasil kerjanya oleh oknum polisi Malaysia, 
MK. Pelaku sudah ditahan dan sedang diproses kepolisian Malaysia. 

Menurut informasi dari KBRI Kuala Lumpur, Senin, korban semula akan 
bekerja di Surabaya. Berangkat sendiri ke Surabaya tapi kemudian 
tersesat di terminal bus Surabaya. Di terminal bertemu dengan H 
Mohtadi yang menawarkan kerja di Malaysia. 

"Mohtadi ini memang beroperasi di terminal bus untuk mencari korban," 
kata sumber itu. Nor kemudian bersedia menyerahkan uang Rp3 juta 
kepada Mohtadi untuk pengurusan paspor dan biaya perjalanan ke 
Malaysia. 

Nor akhirnya diberangkatkan ke Malaysia via Batam. Di Batam sudah ada 
orang yang menjemput kemudian diseberangkan melalui pelabuhan Pasir 
Gudang. Di Pasir Gudang pun sudah ada orang yang menjemputnya. Ia dan 
pekerja Indonesia lainnya dibawa ke Kuala Lumpur oleh sang penjemput. 

Tapi penjemput hanya membawa ke Kuala Lumpur, tepatnya di pintu tol 
Sungai Besi, pada 21 September 2006. 

"Di pintu tol Sungai Besi, mereka dilepas satu per satu dan 
dilepaskan begitu saja," kata sumber itu. Nor kemudian berkelana dan 
mencari kerja sendiri. 

Nor berhasil mencari kerja dan berpindah-pindah majikan. Tiga bulan 
terakhir ini, ia bekerja di sebuah Kedai, Batu Pahat. Tanggal 19 
Oktober 2007, korban berkunjung ke rumah temannya untuk mengambil 
pakaian di daerah Jelebu, Negeri Sembilan dan liburan Idul Fitri. 

Pada tanggal 21 Oktober 2007, sekitar jam 09.00 waktu setempat, 
korban sedang berada dalam pemberhentian bus Kuala Klawang yang akan 
ke Seremban tiba-tiba seorang polisi, MK, menanyakan identitas 
korban. Setelah ditunjukkan paspornya, ternyata visanya "over stay". 

Polisi itu kemudian meminta Nor turun dari bus kemudian dibawa ke 
kantor polisi Klawang dengan kendaraan polisi. Di kantor polisi itu, 
korban tidak diapa-apakan dan juga tidak dibuatkan berita acara 
pemeriksaan atau laporan polisi oleh dua polisi yang memeriksanya. 

MK kemudian menawarkan korban untuk memberikan uang agar bisa 
dibebaskan. Korban kemudian memberikan 500 ringgit. Pelaku terus 
memaksa untuk memberikan uang lebih dari itu tapi korban mengaku 
tidak punya uang lagi. 

Polisi itu kemudian membawa korban keluar dari kantor polisi dan 
membawanya ke Hotel Sri Klawang di situlah korban diperkosa beberapa 
kali. Polisi menahan paspor korban supaya tidak bisa lari. 

Pelaku terus mencari taksi untuk membawa korban ke terminal bus 
Seremban. Di dalam taksi, korban terus menangis dan membuat iba supir 
taksi. Supir itu kemudian ke kantor polisi Kuala Klawang. Kantor 
polisi Kuala Klawang kemudian membuat laporan polisi dan menahan 
pelaku yang oknum polisi. 

Polisi Kuala Klawang kemudian membawa korban ke KBRI Kuala 
Lumpur. "Korban kini berada di penampungan sambil menunggu proses 
pengadilan di Malaysia," kata sumber itu. (Ant) 






Kirim email ke