http://www.antara.co.id/arc/2007/10/30/96-negara-ikuti-mhq-internasional-di-mekkah/



*96 Negara Ikuti MHQ Internasional di Mekkah*


Sana`a (ANTARA News) - Sebanyak 167 orang peserta dari 96 negara ambil
bagian dalam *Musabaqah Hifzul Qur`an* (MHQ) internasional di *Mekkah* yang
dibuka Senin (29/10) dengan lima kategori.

Kategori pertama adalah hafalan 30 juz Al-Qur`an beserta tajwid dan tafsir
makna-makna ayat secara lengkap. Sedangkan kategori kedua adalah hafalan 30
juz beserta tilawah dan tajwidnya.

Sementara kategori ketiga adalah hafalan 20 juz beserta tilawah dan tajwid.
Adapun kategori keempat adalah hafalan 10 juz secara berurutan beserta
tilawah dan tajwidnya. Adapun kategori kelima adalah diperuntukkan bagi
peserta dari negara-negara non Muslim berupa hafalan lima juz secara
berurutan beserta tilawah dan tajwid.

Dari kelima kategori itu sebanyak 21 peserta yang mengikuti kategori
pertama, kemudian kategori kedua yang terbanyak pesertanya yaitu sebanyak 52
orang, kategori ketiga sebanyak 38 orang.

Sedangkan kategori keempat sebanyak 43 peserta. Kategori kelima membukukan
peserta paling sedikit yaitu sebanyak 13 orang. Selain peserta dari 96
negara sebanyak 71 yayasan Keislamaan manca negara juga mengutus peserta
pada musabaqah yang dinilai salah satu terbesar di dunia itu.

Sementara itu, Deputi Menteri Wakaf dan Urusan Islam Saudi Saud Bin Abdullah
Bin Thalib menilai bahwa MHQ yang saat ini telah dilaksanakan sebanyak 29
kali itu sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah.

"MHQ Internasional King Abdul Aziz ini merupakan salah satu yang terbesar
sepanjang sejarah karena diikuti oleh para peserta manca negara dan dari
berbagai lembaga Keislaman dunia," katanya seperti dikutip pers setempat.

Ia menilai bahwa MHQ ini adalah salah satu sarana untuk mendorong kaula muda
Muslim dunia untuk selalu dekat dengan kitab suci baik dengan cara
menghafal, tilawah (membaca) maupun dengan memahaminya lewat tafsir.

"MHQ ini juga sebagai salah satu sarana untuk mengikat kesatuan dan
silaturahmi para pemuda Muslim manca negara dibawah naungan Al-Qur`an,"
tambah Sheikh Bin Tahlib lagi.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke