Senang mendengar cadangan kekayaan RI tumbuh dengan pesat. Dengan akan mulai
berproduksinya blok dan lapangan besar seperti Blok Cepu dan Lapangan
Tangguh, cadangan devisa RI pasti semakin perkasa. Namun demikian, selain
untuk ekspor, pemenuhan konsumsi domestik juga perlu perhatian yang cukup.
Alokasi minyak, gas dan bahan-bahan tambang untuk memenuhi konsumsi industri
domestik, akan memberikan nilai tambah yang berlipat ganda dibandingkan jika
bahan tersebut di ekspor dalam keadaan mentah, disebabkan industri-industri
asing yang kekurangan bahan mentah, akan "terpaksa" atau "dipaksa"
memproduksi barang di negara sumber bahan mentah tersebut. Seperti "Ada gula
ada semut". Supaya semutnya datang, gulanya jangan disebar kemana-mana..

----------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.antara.co.id/arc/2007/10/31/kenaikan-harga-minyak-dorong-cadangan-devisa-bertambah/

*Kenaikan Harga Minyak Dorong Cadangan Devisa Bertambah*

Jakarta (ANTARA News) - *Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S
Goeltom* mengatakan kenaikan harga minyak berdampak positif terhadap neraca
perdagangan Indonesia dan mendorong bertambahnya cadangan devisa Indonesia
menyusul menguatnya surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI).

"Hingga dua hari lalu (29 Oktober 2007) cadangan devisa mencapai 54,3 miliar
dolar AS," katanya dalam diskusi meja bundar di *BI* Jakarta, Rabu. Hal ini
meningkat 2,6 persen dibandingkan 28 September yang mencapai 52,875 miliar
dolar AS.

Menurut dia, dalam simulasi yang dibuat BI, untuk setiap kenaikan 1 dolar AS
per barel, pada triwulan IV 2007 akan meningkatkan surplus transaksi
berjalan 23,3 juta dolar AS dan meningkatkan cadangan devisa 35,6 juta dolar
AS setiap triwulannya.

Sementara itu pada 2008 akan meningkatkan surplus transaksi berjalan 27,1
juta dolar AS dan cadangan devisa 36,3 juta dolar AS setiap triwulannya.

"Namun dampak positif tersebut tercapai jika permintaan konsumsi minyak
domestik tidak meningkat, yang diasumsikan 396,2 juta barel pada tahun
2008," katanya.

Di samping itu volume perdagangan dunia tidak menurun, sehingga tidak
mempengaruhi volume perdagangan ekspor non migas serta sentimen aliran modal
masuk positif.

Menurut dia, saat ini cadangan devisa di posisi yang nyaman bagi
perekonomian. "Posisi cadangan devisa kita pada posisi yang nyaman,"
katanya. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke