Mahalnya harga minyak dunia, membuat kawasan Timur Tengah menjadi pasar
ekspor dan sumber keuangan yang sangat menjanjikan.Timur Tengah juga bisa
memanfaatkan uang minyak tersebut sebagai modal membangun sumber daya
manusia yang brillian. Sehingga kekuatan sumber daya manusia bisa merembes
dari negara-negara yang "hanya" memiliki sumber daya manusia ke
negara-negara yang "hanya" memiliki sumber daya alam.

----------------------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2007/10/31/42-eksportir-ikuti-pameran-furnitur-dubai/

*42 Eksportir Ikuti Pameran Furnitur Dubai*

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 42 eksportir furnitur mengikuti pameran
furnitur (INDEX) yang akan berlangsung tanggal 1 sampai 4 Nopember 2007 di
Dubai, Persatuan Emirat Arab.

Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Departemen Perdagangan,
Bachrul Chairi, dalam keterangan resminya, Rabu, mengatakan target transaksi
dalam pameran kali ini sebesar 4 juta dolar AS atau naik dua kali lipat
dibanding pencapaian tahun lalu.

"Hal ini dimungkinkan dengan beberapa indikator antara lain, luas pavilion
Indonesia yang meningkat menjadi 460 meter persegi dibanding dengan tahun
lalu yang luasnya 300 meter persegi," katanya.

Keikutsertaan Indonesia yang keempat kalinya pada pameran INDEX itu
diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar furnitur Indonesia di pasar Timur
Tengah.

Pada kesempatan itu, Indonesia akan memamerkan furnitur rotan, kayu,
furnitur antik dan moderen, aksesoris furnitur serta lampu.

Pemerintah berharap pengusaha Indonesia dapat meraih peluang ekspor dengan
adanya pembangunan properti (hotel, pusat perbelanjaan modern) di Timur
Tengah yang meningkat pesat.

Pembangunan properti di wilayah itu diperkirakan menyerap 6,5 miliar dolar
AS khusus untuk pasar furnitur dan interiornya.

Total nilai ekspor non migas Indonesia ke Persatuan Emirat Arab sebesar 1
miliar dolar AS pada tahun 2006 dan ekspor furnitur Indonesia menyumbang
sebesar 18 juta dolar AS atau 18 persennya.

Sementara itu, pemasok utama furnitur dunia ke pasar Timur Tengah selama ini
didominasi oleh negara-negara seperti Italia (30 persen), China (15 persen),
Amerika Serikat (7 persen), Spanyol (4 persen) dan Inggris (3 persen). (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke