PERNYATAAN SIKAP
Tentang Pertemuan Nasional Pemuda Indonesia
28 - 30 Oktober 2007
Di Hotel Sahid Jaya Jakarta

 

 

Pertemuan Nasional Forum Dialog Pemuda yang diselenggarakan mulai tanggal 28-30 
Oktober 2007, yang mengambil Tema "The New Deal" Membangun Kesepahaman Baru 
Pemuda Indonesia, yang dihadiri oleh Kelompok - kelompok Pemuda dan Mahasiswa. 
Ternyata sudah mengingkari semangat awal perjuangan kaum muda Indonesia yang 
berkarakter progresif-revolusioner dan pro kerakyatan.

 

Setelah kami mengikuti rangkaian acara tersebut, kami memandang bahwa:



1. Roh Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang sejatinya adalah Anti Penjajahan 
(Kolonialisme-Imprialisme), telah diturunkan kualitasnya oleh forum ini menjadi 
sekedar peringatan simbolik yang melegitimasi kekuasaan penjajahan gaya baru 
neoliberalisme.


2. Pertemuan ini yang mengambil lokasi di Hotel Sahid Jaya Jakarta, dengan 
fasilitas cukup mewah dan menghabiskan banyak dana, ternyata dalam 
pembahasannya masih sangat jauh dari kondisi sosial rakyat yang masih melarat 
dan tertindas. Forum ini tidak memberikan solusi jalan keluar yang konkret atas 
krisis kesejahteraan yang sedang dialami rakyat Indonesia.


3. Forum ini yang seharusnya dapat memberikan pencerahan kesepahaman baru bagi 
kaum muda, memberikan perubahan baru dan sekaligus merumuskan gerakan baru kaum 
muda, justru hanya menjadi alat legitimasi munculnya RUU Kepemudaan.



4. Forum ini telah menggiring peserta untuk bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf 
Kalla dan menurut kami, langkah ini sungguh-sungguh keliru, karena pemerintahan 
SBY-JK sudah terbukti menjadi agen dan kaki tangan neoliberalisme yang telah 
GAGAL membawa perubahan baru bagi rakyat Indonesia yang lebih Adil, Sejahtera 
dan Demokratis.



Dengan pandangan kami tersebut diatas, maka kami menyerukan:



1. Menolak RUU Kepemudaan dan membuat RUU Kepemudaan baru yang lebih demokratis 
dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua organisasi kepemudaan, 
termasuk organisasi kepemudaan yang berbasiskan mahasiswa.



2. Membentuk wadah persatuan baru bagi kaum muda Indonesia.



3. Menolak hadir dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana 
Wakil Presiden.



4. Meminta kepada panitia "Pertemuan Pemuda Indonesia", untuk tidak 
mencantumkan nama organisasi kami kedalam semua keputusan-keputusan forum 
tersebut. Dan kami tidak bertanggungjawab atas semua keputusan yang dikeluarkan 
oleh forum tersebut.



Kami juga menyatakan kepada seluruh peserta Pertemuan Pemuda Indonesia dan 
rakyat Indonesia seluruhnya bahwa: Pemerintahan SBY-JK GAGAL MEMBAWA PERUBAHAN 
BARU MENUJU KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT INDONESIA!



Demikian pernyatan sikap ini kami tuliskan, demi kemenangan kedaulatan rakyat 
seutuh-utuhnya. Semoga sejarah perjuangan rakyat memberikan jalan keluar bagi 
kemenangan kemanusiaan dan kaum tertindas dengan Ridha Tuhan Yang Maha Esa. 

 

MERDEKA!



BANGUN PERSATUAN KAUM MUDA UNTUK PERUBAHAN BARU!

 





 

Jakarta, 30 Oktober 2007


Kami yang mendukung:


Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI)

Gerakan Mahasiswa Nasionalis Kerakyatan (GMNK)

Jaringan Aksi Muda Nasional (JAMAN)

BEM-STIAMI

BEM- UNIJA

BEM-STAINU
KB UIJ

Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM)

 

 

 

 

 

Contact person:

Tino Rahardian/GMPI (081 333 333 216)

 

mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke