Presiden RI amat peduli kepada rakyat miskin

-------------------------------------------------------------------------------------

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/1/presiden-setujui-1-apbn-bagi-perumahan/

*Presiden Setujui 1% APBN Bagi Perumahan*

Jakarta (ANTARA News) - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* menyetujui,
apabila satu persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
diperuntukan bagi upaya pengadaan rumah bagi masyarakat berpendapatan
rendah.

"Usul Saudara Lukman Purnomosidi agar satu persen dana APBN dialokasikan
bagi perumahan merupakan masukan yang baik," kata Presiden saat meresmikan
100.000 Rumah Sederhana Sehat di Citra Indah Jonggol Bogor Jawa Barat,
Kamis.

Lukman Purnomosisi yang dimaksud Kepala Negara adalah Ketua Umum Dewan
Pengurus Pusat
Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI).

Presiden minta, agar usulan tersebut dapat ditindaklanjuti DPR RI dan
Menteri Negara Perumahan Rakyat, karena merupakan usulan positif untuk
mendukung program masyarakat apalagi yang berpendapatan rendah.

Presiden mengingatkan, dalam kondisi kehidupan bernegara yang sering muncul
riak-riak tidak membuat pemerintah berhenti menjalankan program bagi
kepentingan masyarakat berpendapatan rendah termasuk dalam hal ini pengadaan
Rumah Sederhana Sehat (RSH).

"Terkait hal itu saya telah menginstruksikan untuk mengarahkan APBN bagi
kepentingan masyarakat berpendapatan rendah. Tidak ada lagi uang APBN untuk
membangun gedung perkantoran mewah," ujar Kepala Negara.

Presiden mengatakan saat ini setiap pengeluaran dalam APBN harus
dipertanggungjawabkan, serta tidak ada pejabat pemerintah yang bisa
main-main dengan uang negara.

Pada kesempatan tersebut, Presiden berkesempatan menyaksikan langsung serah
terima kunci kepada penghuni rumah yang diwakili prajurit TNI, Pegawai
Negeri Sipil (PNS), dan pekerja sekaligus dukungan berupa pemberian bantuan
maupun pinjaman uang muka.

Pihak Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit (YKPP) untuk TNI/Polri,
seperti dijelaskan Ketuanya Tumiyo, pihaknya memberikan bantuan uang muka
sebesar Rp14 juta serta dikembalikan saat pensiun nanti tanpa dikenakan
bunga.

Sedangkan, baik Jamsostek maupun Bapertarum masing-masing baru menyediakan
alokasi pinjaman uang muka maksimal sampai dengan Rp10 juta, serta tengah
dipertimbankan untuk menaikan plafond menjadi Ro20 juta, paparnya.

Bahkan, pihak Angkatan Laut membeli RSH hampir satu cluster di Perumahan
Citra Indah yang diresmikan Presiden dengan difasilitasi melalui bantuan
uang muka yang disediakan YKPP.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Slamet Soebijanto,
keberadaan perumahan TNI di Citra Indah yang difasilitasi yayasan merupakan
upaya TNI-AL menyejahterakan prajuritnya.

Tumiyo mengatakan, dalam komplek di Citra Indah tersebut prajurit TNI
disamping mendapat bantuan Rp14 juta dari YKPP juga mendapat bantuan dari
TNI-AL sendiri sebesar Rp10 juta.

Sejak dipasarkan pada tahun 1996 sudah 18 klaster dikembangkan di Citra
Indah Jonggol di atas lahan seluas 200 hektar serta jumlah rumah yang
terbangun sebanyak 8.000 unit dan bertambah 9200 akhir tahun 2007.

Menneg Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy`ari, mengatakan bahwa apabila pihaknya
mendapat
anggaran Rp8 triliun akan dipergunakan untuk memperkuat permodalan Perumnas,
membentuk dana bergulir untuk pembiayaan rumah dan pengadaan tanah (land
bank).

Dana tersebut akan dikelola melalui Badan Layanan Umum (BLU) yang saat ini
tengah digodok di Departemen Keuangan. Dana sebesar itu juga dapat
dipergunakan bagi program sewa beli untuk Rusunami maupun RSH. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke