Dan, begitulah mas, bagaimana kalau kita semua melihat masa kini, tak 
jauh jauh melihat masa lalu, dan saksikan keterbelakangan SEMUA umat 
Muslim didunia. 

Dunia dipimpin oleh umat non Muslim, baik di Eropa, Asia , benua 
Amerika maupun Australasia.

Kalau manusia tak mampu menggali agamanya untuk membangun bangsanya, 
layakkah mereka bicara mengenai kebesaran agamanya?

Bangsa ini sudah 62 tahun ter-seok seok. Masih angkuh jua?

Salam nalar

Danardono



--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau Anda tidak percaya kebesaran Yahudi, artinya Anda mengingkari 
kitab suci. Bukankah semua Nabi adalah induknya kaum Semit, alias 
mbahnya Yahudi dan Arab?
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: sFe 
>   To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Sunday, November 04, 2007 12:00 AM
>   Subject: [ppiindia] Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi 
Hanyalah Mitos
> 
> 
>   Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos
> 
>   Banyak penulis tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran 
kebudayaan Barat adalah karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan 
demikian, seolah dua bangsa itu mempunyai nilai besar dalam membentuk 
peradaban dunia Barat saat ini. Betulkah demikian?
> 
>   Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa Yunani hanyalah hanyalah 
cerita sejarah yang dibuat karena ketidakpahaman. Hal yang sama juga 
tentang keunggulan bangsa Yahudi.
> 
>   "Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan 
yang disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota 
Athena pada zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga 
disuburkan oleh kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, " 
tegas Garuady. (Roger Garaudy, Promesses de 'Islam, Paris: 1981).
> 
>   Dalam Al-Qur'an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel-
 sebagai asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat 
(QS. 2: 47). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi 
bangsa yang lebih luhur dibanding bangsa lain selama-lamanya.. Mereka 
yang dipuji Allah punya keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi 
Musa 'alaihi al-salam (as).
> 
>   Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka taat dan mengikuti 
ajaran Nabi Musa setelah dikejar dan dintimidasi oleh Fir'aun. Tapi, 
setelah mereka membangkang dan melakukan penyimpangan (tahrif), 
mereka dikutuk Allah. "Jadilah kamu kera yang hina, " demikian firman-
Nya pada Al-Baqarah: 65.
>   Inilah afirmasi Allah yang paling tegas kepada para pengkaji 
sejarah dan peradaban, bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi 
banga yang terhina, dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan 
perbuatannya yang menolak kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa 
Hitler juga menjadi sasaran empuk.
> 
>   Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen 
(Masehi), agama yang dianut hampir di semua negara benua Eropa, 
kendati benua ini tidak pernah melahirkan agama besar. Agama ini 
bermula di Antokia, Turki (Asia), kemudia menyebar di Isdkandaria, 
Mesir (Afrika).
> 
>   Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan dan tradisi 
Yahudi dan Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari hubungannya 
bangsa Timur. Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh biksu-biksu 
Budha yang dikirim oleh Ashoka, seorang Maharaja India dari Dinasti 
Maurya (261 SM) sebelum lahirnya Nabi Isa as.
> 
>   "Keturunan para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka 
itu mempunyai pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip 
dengan panadangan serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau 
masyarakat Injil Thomas yang ditemukan di Mesir, " papar Garaudy, 
intelektual Muslim asal Perancis, yang pernah jadi atheis.
> 
>   Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik peradaban, moral, dan 
keyakinan Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat. Sebab, dalam pandangan 
Islam, kedua agama yang turut melahirkan peradaban Barat selama ini 
salah dan telah diselewengkan oleh para penganutnya.
>   * * * * *
>   Kendati kritik dan kebenaran Islam disampaikan ribuan tahun yang 
lalu oleh Nabi Muhmmad dan para sahabatnya, lalu dilanjutkan generasi 
sesudahnya, tetap saja mereka tidak terima.
> 
>   Seorang pentolan orientalis William Montogomerry Watt dalam 
bukunya "Islamic Fundamentalism and Modernity, menyatakan, ayat-ayat 
Al-Qur'an yang menuduh bangsa Yahudi melakukan perubahan kitab 
sucinya merupakan tuduhan paling serius. "Namun tidak ada kejelasan 
dan apakah yang dimaksud perubahan di sini adalah perubahan pada teks 
atau hanya pada makna, " papar Watt.
> 
>   Tapi, lanjut dia, ketidakpastian ini tetap tidak mengurangi 
kemanjuran dan kebenaran teori Al-Qur'an itu dalam menghadang Yahudi 
dan Kristen berdebat atau berdialog dengan umat Islam mengenai dasar 
Bibel.
> 
>   Sungguh aneh dan tidak ilmiah bila di kemudian hari mereka tetap 
megaku sebagai agama yang benar. Karena mengetahui agama mereka 
salah, maka agar mendapat pengakuan kebenaran dari yang lain (Islam) 
merekapun menyebarkan paham semua agama benar (plularisme agama). 
(dina)
> 
>   Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------
----------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.19/1106 - Release Date: 
02/11/2007 21:46
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke