http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/02/144315.htm

*Efek Samping Anggur Merah Bisa Dideteksi Dini*

BERKELEY, JUMAT - Meneguk anggur merah sambil menikmati santap malam memang
mengasyikkan. Namun, dalam beberapa jam kemudian, sebagian orang bisa
merasakan pengaruh sebaliknya seperti detak jantung bertambah cepat atau
sakit kepala.

Hal tersebut bisa terjadi karena anggur merah mengandung senyawa yang
disebut amina biogen. Tidak hanya pada anggur merah, senyawa ini juga sering
ditemui pada berbagai jenis makanan yang telah mengalami proses pengawetan
dan fermentasi dari coklat, keju, biji zaitun, atau kacang.

Selama ini, para ilmuwan sudah mengetahui beberapa jenis senyawa penyebab
efek samping anggur merah, selain amina ada tyramine dan histamine. Mereka
telah meyarankan para pecinta kuliner untuk menghindari makanan yang kaya
amina, khususnya yang tubuhnya peka,  karena dapat menyebabkan tekanan darah
meninggi, serangan jantung, dan kenaikan hormon adrenalin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amina tertinggi ditemukan pada
anggur merah dan sake namun rendah pada bir. Sebagain tubuh orang memberikan
respon yang sensitif terhadap amina yang dikonsumsinya sehingga akan sangat
menderita jika kadarnya terlalu tinggi.

"Makanan yang Anda makan begitu berlawanan dengan kimia tubuh," ujar Richard
Mathies dari Universitas California, Berkeley, AS. Karena itu, ia dan timnya
mengembangkan alat pendeteksi senyawa yang bisa menyebabkan efek samping
bagi tubuh manusia sebagai langkah pencegahan.

Dengan teknologi sensor yang dikembangkan NASA dalam program eksplorasi
Mars, Richard dan sejumlah pakar kimia di sana berhasil membuat alat
pengukur portabel. Prototip alat seukuran tas tangan dapat mengukur senyawa
amina dan sejenisnya dari satu tetes anggur merah dalam waktu lima menit.

Mereka telah mendirikan perusahaan baru dengan harapan dapat mengembangkan
alat portabel sehingga dapat digunakan siapa saja yang akan mencicipi anggur
merah saat di hotel, restoran, atau melakukan wisata kuliner di mana saja.


Sumber: AP
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke