Ibu Negara memang dikenal peduli dengan kesehatan masyarakat

--------------------------------------------------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2007/11/4/ibu-negara-peringati-hari-osteoporosis/

*Ibu Negara Peringati Hari Osteoporosis*

Jakarta (ANTARA News) - Bersama ribuan anggota masyarakat, *Ibu Negara Ani
Susilo Bambang Yudhoyono* berjalan kaki dari Lapangan Monumen Nasional
menuju Bundaran Hotel Indonesia Jakarta untuk memeringati Hari Osteoporosis
Nasional 2007 pada Minggu pagi.

Pada kegiatan gerak jalan 10 ribu langkah yang ditujukan untuk
mengampanyekan pencegahan osteoporosis itu Ibu Negara didampingi Ibu Wakil
Presiden Mufidah Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari turut
berjalan kaki bersama peserta hingga Pusat Perbelanjaan Sarinah di Jalan MH
Thamrin.

Saat membuka acara peringatan yang tahun ini bertema "Kurangi Resiko,
Kalahkan Osteoporosis", Ibu Negara mengatakan pemerintah, melalui Departemen
Kesehatan, berkomitmen menanggulangi masalah osteoporosis karena angka
kejadian penyakit itu cukup tinggi di Indonesia.

"Data resiko osteoporosis Departemen Kesehatan di 16 wilayah menunjukkan,
dua dari lima orang Indonesia memiliki resiko terkena osteoporosis, lebih
tinggi dari prevalensi dunia dimana hanya satu dari tiga yang beresiko,"
kata Ani Yudhoyono.

Osteoporosis atau kekeroposan tulang akibat berkurangnya massa tulang,
menurut Menteri Kesehatan, harus diwaspadai karena prosesnya berlangsung
cukup lama dan tanpa disertai gejala khusus.

"Karena itu penyakit ini disebut `silent epidemic disease`, tanpa didahului
gejala khusus tiba-tiba tulang bisa patah karena telah keropos dan rapuh,"
ujarnya.

Dalam kegiatan yang juga didukung oleh Perhimpunan Osteoporosis Indonesia
(Perosi) dan dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) itu
Siti Fadilah menjelaskan, penipisan tulang utamanya terjadi karena gaya
hidup yang tidak sehat, konsumsi nutrisi yang tidak seimbang dan kurangnya
asupan kalsium dalam waktu lama.

Osteoporosis, katanya, antara lain dapat dihindari dengan tidak mengonsumsi
kopi, alkohol dan sodium berlebihan; olahraga secara baik, benar, teratur,
terukur (BBTT) paling tidak 30 menit tiga kali sepekan serta mengatur pola
makan untuk mencegah kekurangan kalsium dan vitamin D.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, selain melakukan upaya penanggulangan
osteoporosis secara terpadu dan komprehensif hingga ke tingkat desa dengan
memberdayakan "Desa Siaga" pemerintah juga mendorong semua pihak untuk
melakukan upaya pencegahan secara mandiri.

"Kegiatan mandiri untuk menghindari resiko seperti mengonsumsi cukup kalsium
dan berolahraga secara teratur terus kita galakkan," demikian Menteri
Kesehatan.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke