opa rm ini sudah mau pensiun dari dunia pun masih suka menebar fitnah. tidak
ada disebutkan dlm AQ bidadari montox dan sexy ala si beyonce dan mariah carey,
disurga ala si beyonce dan mariah carey itu tidak masuk nominasi, gimana mau
masuk surga, kalau Allah sendiri sudah mengkapling neraka jahannam buat
mereka, yang tugasnya jadi kayu api neraka. nauzubillah deh.
seumur opa ini jangan mikir yang sexy2 aja deh, mending bertaubat atau berdoa
agar sebelum mati tidak sampai stroke berlama-lama dengan mulut merot2, walau
dengan uang sekarungpun tidak bakalan bisa melepaskan diri dari sakit tersebut,
kalau Allah menghendaki. keluar air mata darahpun tuhan opa dono tdk akan bisa
bantu.
jangan lagi mikirin yang sexy2 ya opa, nanti opa2 lain melirik cucu2 opa yang
sexy2 untuk dijadikan teman hayalannya wakakakakakakakkakak. sehingga tdk
sempat mengunjungi opa dono di panti manula.
kalau salma nanti terserah sama Allah saja deh, mau dapet apa ntar disurga,
yang penting tugas salma di dunia ini cuma melakukan kewajiban as Muslimah,
seperti berikut:
1. Menambah Ilmu, ialah Ilmu mengenal Allah, Rasul-Nya dan mengenal Islam
berdasarkan dalil2.
2. ber-Amal, ialah menerapkan ilmu yg dimaksud.
4. ber-Da'wah, ialah mengajak orang lain terhadap ilmu ini.
4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut
ilmu, mengamalkannya dan berdakwah kepadanya, termasuklah diskusi dimilis ini
yg menuntut kesabaran (walau kadang lost control juga, tapi ini manusiawi
sekali, apalagi kalo menghadapi miliser yang berkelamin ganda seperti
musangtikawati itu, sepertinya tdk bisa cuma dengan kesabaran doank :D)
lagi pula Allah sudah memiliki standard yang tidak akn meleset sedikitpun
tentang reward apa kelak yang akan diberikannya kepada hamba2-Nya yang
mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. dan janji Allah bukan bualan,
seperti janji2 para pemimpin ditanah air, yang tong kosong nyaring bunyinya.
salam,
sFe
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Surga ini kan digambarkan penuh bidadari cantik montok sexy ala
Beyonce atau Mariah Carey to mas? Lalu kalau kaum perempuan masuk
malah nambahi perempuan disana? Jadi penonton bila para pria bersuka
ria? Lalu mbak Salmah nanti bikin apa?
Salam petromax
Danardono
--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak Salma tentunya akan memberontak kalau dia di surga barengan
orang-orang Al-Qiyadah.
> Dia pasti akan protes kepada Malaikat penunggu surga. Orang tidak
sesat kok dicampur bareng orang sesat.
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Ananto
> To: [email protected]
> Sent: Saturday, November 03, 2007 9:33 AM
> Subject: Re: [ppiindia] Fwd: Ulil Abshar tentang Al Qiyadah
>
>
> mudah2an, mbak salma nanti masuk surganya tetanggaan dengan
orang2 al
> qiyadah...
> gimana, mbak? mau ndak nanti di surga bertetangga ama orang2 al
qiyadah?
>
> salam,
> ananto
>
> On 11/2/07, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > hehmm argumen dibalas dengan ad hominem.
> > penyakit seperti ini yang bikin umat islam mundur.
> >
> > silakan deh kalau merasa benar sendiri.
> >
> > saya cuma merasa aneh, mengapa tidak ada hal-hal yang
> > baik yang keluar dari mulut "orang-orang benar ini"?
> > mengapa pula tidak ada kedamaian yang muncul akibat
> > tindakan mereka?
> >
> > bagaimana bisa islam menjadi rahmatan lil'alamin di tangan
> > mereka?
> >
> > At 07:31 AM 11/2/2007 +0000, you wrote:
> >
> > >tunda dulu tidurnya 5 menit. si luthfi ini termasuk yang sesat
itu, kalau
> >
> > >dia berkoar2 membela yang sesat lainnya, dapatlah dipahami.
> > >
> > >dia sendiri juga masih sekufu dengan ulil sipenjilat kuffar.
jadi
> > >pembelaannya terhadap kelompok penyesat2 itu tidak mencerahkan
sama
> > >sekali. kecuali bagi yang berbakat sesat dan memang gampang
disesatkan.
> > >
> > >dan kepada golongan ini (gampang disesatkan-red), sama2 kita
pahamilah
> > >motivasinya apa. dan merupakan orang2 yang tidak mampu
menghargai
> > >kodratnya sebagai manusia yang berakal. karena akal yang
diberikan Allah,
> >
> > >tidak sampai menerima kebenaran yang absolut kepadanya. pucuk
bambu juga.
> > poor.
> > >
> > >salam,
> > >
> > >sFe
> > >
> > >Nugroho Dewanto
> > ><<mailto:ndewanto%40mail.tempo.co.id>[EMAIL PROTECTED]<ndewanto%
40mail.tempo.co.id>>
> > wrote:
> > >
> > >ini pendapat teman saya luthfi assyaukanie:
> > >
> > >Munculnya kelompok-kelompok "sempalan" sebetulnya sesuatu yang
lumrah di
> > >dalam Islam. Pada masa-masa awal sejarah Islam, ada ratusan
kelompok
> > >keagamaan yang biasa dikenal dengan sebutan "mazhab." Dalam
Islam ada dua
> > >jenis mazhab utama, yakni mazhan dalam teologi dan mazhab
dalam fikih.
> > >Sebelum abad ke-10 M, kedua jenis mazhab ini tumbuh dengan
subur, tanpa
> > ada
> > >larangan dari lembaga atau otoritas agama. Sejarah Islam
mengenal banyak
> > >sekali mazhab teologi, seperti Khawarij, Murji'ah, Syi'ah,
Asy'ariyah,
> > >Mu'tazilah, dan Maturidiyah. Sebagian mazhab-mazhab ini
memiliki banyak
> > >pengikut dan sebagian lain hanya sedikit. Sebelum mazhab Sunni
> > mendominasi
> > >kehidupan kaum Muslim, semua mazhab itu bisa hidup, saling
berinteraksi
> > dan
> > >bertukar pandangan dalam perdebatan-perdebatan ilmiah. Namun
setelah
> > mazhab
> > >Sunni mendominasi sejak abad ke-10 itu, mazhab-mazhan teologi
diperangi
> > >dengan cara memusuhi dan mengecamnya. Para ulama Sunni seperti
al-Juwaini
> > >dan al-Ghazali menciptakan formula teologis yang intinya
menganggap sesat
> > >(dhalal) mazhab-mazhab yang tidak sejalan dengan mazhab Sunni.
Adapun
> > >mazhab-mazhab dalam fikih, khususnya yang mendukung teologi
Sunni,
> > >dibiarkan berkembang pesat.
> > >
> > >Sejak abad ke-10 itu, mazhab-mazhab teologi lambat-laun mati.
Hanya
> > Syi'ah
> > >yang bisa bertahan sampai sekarang dan memiliki cukup banyak
pengikut,
> > >khususnya di Iran. Mazhab Sunni yang menguasai sebagian besar
wilayah
> > Islam
> > >tidak pernah lagi mentolerir jika ada kelompok-kelompok
keagamaan yang
> > >memiliki pandangan berbeda, khususnya dalam masalah-masalah
teologis
> > >seperti ketuhanan, kenabian, dan kitab suci. Siapa saja yang
berani
> > >memiliki pandangan berbeda akan langsung dicap sesat. Para
ulama Sunni
> > juga
> > >membuat aturan-aturan yang dapat memberikan sanksi berat
terhadap pendiri
> > >mazhab baru. Jika kekeliruannya dianggap belum terlalu
menyimpang, maka
> > >paling disuruh bertobat, tapi jika dianggap sudah sangat jauh,
maka harus
> > >dipenjara dan kalau perlu dibunuh.
> > >
> > >Istilah "kelompok sempalan" atau "aliran sesat" yang digunakan
oleh MUI,
> > >merupakan warisan lama mazhab Sunni, ketika mereka berusaha
membendung
> > >munculnya mazhab-mazhab baru. Siapa saja yang berusaha
mendirikan
> > kelompok
> > >dengan ajaran yang berbeda dari doktrin mainstream maka akan
dianggap
> > sesat
> > >dan keluar dari Islam. Karena alasan inilah, MUI memusuhi dan
mencap
> > sesat
> > >kelompok Ahmadiyah dan Salamullah. Dengan alasan yang sama,
mereka kini
> > >menghakimi al-Qiyadah al-Islamiyah.
> > >
> > >Sikap mengejek dan memusuhi orang yang mengaku Nabi adalah
cermin dari
> > >ketidakpercayaan diri (pede). Kalau umat Islam pede, mengapa
harus
> > khawatir
> > >agama ini terancam; bukankah Islam dijamin oleh Allah sebagai
agama yang
> > >benar sampai hari kiamat? Mengapa harus risau jika ada agama
atau
> > >aliran-aliran baru yang muncul? Saya percaya, aliran-aliran
atau
> > >kelompok-kelompok agama itu akan mengikuti seleksi alam. Siapa
yang mampu
> > >bertahan dengan tuntutan zaman, dia akan survive, tapi jika
tidak, maka
> > >akan mati dengan sendirinya. Jadi, tidak usah repot-repot
meminta polisi
> > >untuk membubarkan kelompok ini atau kelompok itu. Biarkan
saja, jika
> > mereka
> > >mampu menyediakan sesuatu yang cocok bagi manusia, dia akan
hidup, jika
> > >tidak, dia akan lenyap sendiri.
> > >
> > >At 06:14 AM 11/2/2007 +0000, you wrote:
> > >
> > > >sesama sesat ya wajar saling mendukung.
> > > >
> > > >Nugroho Dewanto
> > > ><<mailto:ndewanto%40mail.tempo.co.id><mailto:
> > ndewanto%40mail.tempo.co.id>
> > > [EMAIL PROTECTED] <ndewanto%40mail.tempo.co.id>> wrote:
> > > >
> > > > >Ulil Abshar-Abdalla
> > > <<mailto:ulil99%40yahoo.com><mailto:ulil99%
40yahoo.com>[EMAIL PROTECTED]<ulil99%40yahoo.com>>
> > wrote:
> > > > > > Salam,
> > > > > > Tampaknya Islam sebagaimana diwakili oleh
> > > > > > lembaga-lembaga ortodoks seperti NU, Muhammadiyah, MUI
> > > > > > dan juga Depag (jangan lupa, ini adalah lembaga negara
> > > > > > yang mestinya menegakkan sikap netral) mengandung
> > > > > > kelemahan mendasar: yaitu gagal menegakkan prinsip
> > > > > > toleransi dan kebebasan keyakinan terhadap
> > > > > > kelompok-kelompok yang dalam standar doktrin mereka
> > > > > > dianggap sesat, seperti Ahmadiyah dan, terakhir,
> > > > > > al-Qiyadah al-Islamiyah.
> > > > > >
> > > > > > Islam seperti ini, dalam jangka panjang, sangat tidak
> > > > > > kondusif bagi pelaksanaan suatu prinsip pokok yang
> > > > > > dikehendaki oleh konstitusi kita, yaitu kebebasan
> > > > > > beragama dan keyakinan. Selama kalangan ortodoks
> > > > > > cenderung memakai doktrin "penyesatan" untuk
> > > > > > menyingkirkan lawan-lawan doktrinal mereka, maka
> > > > > > toleransi yang "genuine" tidak akan pernah
> > > > > > terselenggara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
> > > > > > Indonesia.
> > > > > >
> > > > > > Meskipun NU dan Muhammadiyah selama ini dianggap
> > > > > > sebagai ormas Islam yang moderat dan toleran, tetapi
> > > > > > kedua lembaga ini mengalami keterbatasan doktrinal
> > > > > > yang sangat mendasar. Begitu sampai kepada
> > > > > > doktrin-doktrin pokok yang mereka percayai, kedua
> > > > > > ormas itu gagal menerapkan prinsip toleransi, dan
> > > > > > mulai memakai metode "ekskomunikasi" dan
> > > > > > penyesatan--tindakan yang jelas berlawanan dengan
> > > > > > prinsip toleransi dan kebebasan beragama/keyakinan
> > > > > > yang merupakan fondasi negara modern.
> > > > > >
> > > > > > Prinsip kebebasan beragama sebagaimana dikehendaki
> > > > > > oleh konstitusi kita mengandaikan bahwa seseorang
> > > > > > tidak bisa dipaksa untuk memeluk suatu keyakinan dan
> > > > > > agama yang tidak tidak sesuai dengan kata hati mereka.
> > > > > > Prinsip harus dihormati dalam dua level sekaligus:
> > > > > > pertama, level antar-agama, di mana seseorang tidak
> > > > > > bisa dipaksa untuk memeluk agama tertentu; kedua,
> > > > > > level intra-agama, di mana seseorang, setelah memeluk
> > > > > > agama tertentu, tidak bisa dipaksa untuk mengikuti
> > > > > > tafsir, mazhab atau sekte tertentu dalam agama
> > > > > > tersebut. Memeluk agama dan, setelah itu, mazhab atau
> > > > > > sekte adalah wilayah kebabasan masing-masing individu.
> > > > > >
> > > > > > Oleh karena itu, pernyataan MUI dan Depag bahwa mereka
> > > > > > yang menganut sekte sesat harus kembali ke "jalan yang
> > > > > > lurus" jelas bertentangan dengan prinsip kebebasan
> > > > > > keyakinan, dan "ipso facto" juga bertentangan dengan
> > > > > > spirit konstitusi negara kita.
> > > > > >
> > > > > > Islam sebagaimana diwakili oleh kalangan "arus utama",
> > > > > > sebagaimana kita lihat dalam sikap NU dan Muhammadiyah
> > > > > > selama ini terhadap sekte-sekte atau mazhab pemikiran
> > > > > > yang mereka anggap sesat, tidak mampu mengangkat
> > > > > > dirinya ke level "universal" sebagaimana dikehendaki
> > > > > > oleh prinsip modern mengenai kebabasan beragama ini.
> > > > > >
> > > > > > Selama doktrin penyesatan dan, lebih buruk lagi,
> > > > > > pengkafiran tetap dipakai oleh agama-agama besar
> > > > > > seperti Islam, prinsip kebebasan keyakinan akan selalu
> > > > > > mengalami ancaman.
> > > > > >
> > > > > > Segala bentuk tafsir, mazhab, sekte dan aliran
> > > > > > haruslah diberikan ruang yang seluas-luasnya dalam
> > > > > > konteks negara modern yang mendasarkan diri pada
> > > > > > prinsip kebebasan beragama. Dengan mengatakan ini,
> > > > > > saya tidak mengingkari hak ormas-ormas Islam seperti
> > > > > > NU dan Muhammadiyah untuk mengkritik sekte atau mazhab
> > > > > > yang dianggap sesat dalam Islam serta memberikan
> > > > > > peringatan kepada anggotanya agar menghindari sekte
> > > > > > itu. Apa yang dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah, dan
> > > > > > didukung oleh Depag, sudah melampaui tahap kritik, dan
> > > > > > mulai masuk ke wilayah yang lebih berbahaya, yaitu
> > > > > > menghendaki agar ruang kebebasan bagi sekte-sekte yang
> > > > > > dianggap "sesat" itu ditutup sama sekali, dengan
> > > > > > menganjurkan mereka agar kembali ke "agama arus
> > > > > > utama".
> > > > > >
> > > > > > Dengan kata lain, sikap NU dan Muhammadiyah dalam
> > > > > > menghadapi kasus al-Qiyadah al-Islamiyah saat ini sama
> > > > > > sekali tidak memadai.
> > > > > >
> > > > > > Ulil
> > > > > >
> > > > > > Ulil Abshar-Abdalla
> > > > > > Department of
> > > > > > Near Eastern Languages and Civilizations
> > > > > > Harvard University
> > > >
> > > >Send instant messages to your online friends
> > >
><<http://uk.messenger.yahoo.com>http://uk.messenger.yahoo.com>
> > http://uk.m
> > > essenger.yahoo.com
> > > >
> > > >[Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > > >
> > >
> > >[Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >Send instant messages to your online friends
> > ><http://uk.messenger.yahoo.com>http://uk.messenger.yahoo.com
> > >
> > >[Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------
----------
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.19/1106 - Release Date:
02/11/2007 21:46
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]