Saya sependapat dgn warga depok. Pasti ada kepentingan tertentu,bahkan mungki 
sudah merupakan jaringan internasional...mungkin dan sudah barang tentu harus 
di usut tuntas biar gak ada gunjingan yg meluar dan akhirnya mengaburkan 
fakta-fakta yg ada.

Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Teman-teman,

Sejumlah warga Islam punya pandangan tersendiri,
tentang mencuatnya kasus Al-Qiyadah Al-Islamiyah
dengan "Nabi baru" tersebut. Mereka tidak menelan
mentah-mentah pemberitaan media, tetapi mencoba
mencerna. Ini yang saya simpulkan, setelah mendengar
ucapan dan bincang-bincang dengan sejumlah warga
komunitas masjid di Depok.

Ada yang mengatakan, kasus munculnya "nabi baru" ini
sebetulnya hanyalah skenario pihak-pihak tertentu,
yang sengaja dimunculkan untuk "mengetes" reaksi umat
Islam. Cara-cara mengetes ini biasa dilakukan untuk
menyambut event/peringatan besar tertentu (misalnya,
Pemilu nasional, dsb). Semacam "penggalangan" atau
"testing the water", begitulah, sebelum dilakukan
aksi-aksi/skenario tertentu.....

Jika umat Islam bereaksi A, maka pihak yang punya
kepentingan tertentu ini akan membuat analisa dan lalu
melakukan langkah B. Jika umat Islam bereaksi C, maka
pihak tertentu ini akan melakukan langkah D, dst. 

Itulah sebabnya Ahmad Mushaddeq tampak senyam-senyum
dan tenang-tenang saja ketika "menyerahkan diri" ke
polisi. Malah polisi yang terkesan ragu-ragu. 

Tampaknya Mushaddeq tidak bergerak sendiri, tapi punya
backing di belakangnya. Bahkan tampaknya ada sumber
dana yang cukup besar di belakang Mushaddeq, bukan
cuma dari memperalat pengikut yang ia rekrut.

Sebelum jadi "Nabi baru," Mushaddeq juga orang
biasa-biasa saja, nggak ada keistimewaannya. Itu
dikatakan mertua saya, yang ternyata dulu pernah jadi
adik kelas Mushaddeq di sekolah pendidikan olahraga.

Tentu Mushaddeq tidak selevel (dan tidak akan pernah
selevel) Nabi Muhammad SAW, yang bahkan ketika belum
diangkat jadi nabi pun sudah dihormati orang (kafir)
Quraisy dan dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya).

Yah, ini bagaimana pun memang cuma obrolan warga
Depok, yang saya dengar di masjid ketika habis solat
maghrib sambil menunggu Isya, hari Ahad kemarin. Mau
percaya atau tidak, ya terserah. 

Satrio Arismunandar
Warga Depok, Jawa Barat

TPM: Al Qiyadah Menyimpang dan Menodai Agama
Sabtu, 03 November 2007 | 15:47 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Pengacara Muslim (IPM)
sependapat dengan Majelis Ulama Indonesia yang
menyatakan aliran Al-Qiyadah menyimpang dan merupakan
penodaan terhadap agama.

"Karena ajaran pokok-pokok Islam tidak dikerjakan,"
kata Achmad Michdan dari TPM saat dihubungi Tempo,
Sabtu. 

Ajaran yang dimaksud Michdan adalah solat dan puasa
ramadhan yang tidak dikerjakan oleh aliran Al-Qiyadah.
Padahal dalam Islam sudah jelas tertulis mengenai
pokok-pokok ajaran sejak dahulu dan juga telah diakui
oleh dunia baik di dalam dan di luar Islam. 

Ia menyitir artikel Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)
tentang hak asasi manusia yang menyebutkan penodaan
terhadap agama yang sudah diyakini termasuk
pelanggaran hak asasi. 

Karena itu, kata Michdan, TPM mendorong aparat
keamanan segera melakukan tindakan terhadap penyebar
dan pengikut aliran tersebut. Departemen Agama pun
harus terus memantau dan memberi pembinaan. Bayu
Pamungkas WP


Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627

http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com 

"If you know how to die, you know how to live..."

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


                         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke