Bulan Ramadhan lalu, Pak Jamrud, kolega saya pemilik sebuah toko busana 
muslim di JACC Waduk Melati Tanah Abang memberi saya hadiah gamis 
Pakistan, potongannya atasan kemeja panjang jatuh se-paha dengan padu 
padannya celana panjang.

Pakaian tersebut saya kenakan di hari Idul Fitri kemarin, tapi bawahannya 
saya ganti dengan jeans, penampakan saya pada hari itu paling catchy dan 
kebanjiran komentar, ada yang bilang saya “Mendadak Ustadz”, 
“Mendadak Sufi”, “Mendadak Taliban” dan mendadak-mendadak lainnya.

Gencarnya pemberitaan mengenai aliran Al Qiyadah Al Islamiyah sepanjang 
minggu ini jadi topik yang hangat dibicarakan di keluarga besarku –Including 
Ua Teteh, yang (di keluarga kami) ber"kuasa" mengeluarkan fatwa.

Ua Teteh tiba-tiba ingat dengan pakaian yang saya kenakan hari lebaran 
kemarin. Lalu agak tidak cerdas mengeluarkan pernyataan yang tendensius, 
“Jangan-jangan Mang Oni masuk aliran sesat!” sahutnya kepada anaknya.
“Emang kelihatannya bagaimana Mam?” tanya Sindy, anaknya.
“Ingat nggak? Lebaran kemaren kan Mang Oni pakaiannya gamis panjang 
itu lho, terus kalau sholat cuma sekali sehari.”

Sindy yang ada ketergantungan kepada saya dalam urusan titip beli film-film 
Korea di pusat DVD Kota Kembang dengan sigap membela saya.

“Nggak mungkin lah Mam, Mang Oni masuk aliran sesat. Kalau Mang Oni 
sholatnya cuma sehari sekali emang dianya males. Kalau aku sih melihatnya, 
Mang Oni tidak termasuk aliran sesat, tapi aliran susah!”

                                                   * * *

Musim liburan usai sekarang musim hujan tiba, kalau hujan besar turun listrik 
di rumah mati-hidup. Untungnya sejauh ini, listrik tidak pernah mati pada saat 
Persib berlaga dan ditayangkan di televisi.

Tetapi kadang-kadang hujan belum turun, tapi listrik sudah mati.

“Aliran Pah,” kata istri saya complain.

Menurut saya sih bukan –aliran, kalau aliran berarti ada aliran listrik, yang 
bener adalah –giliran, maksudnya giliran pemadaman listrik, begitu kali ya.

                                                   * * *

Di depan sajadah saya meletakkan baskom kecil warna merah, di dalam 
baskom diletakkan kain.

Hal ini sampai ke telinga Ua Teteh yang langsung mengklarifikasi hal tersebut 
dengan menggunakan fasilitas 3G di handphone.

“Don, betul tidak  kalau kamu sholat, di depan sajadahnya diletakkan baskom 
kecil yang warnanya merah?”
“Iya, –betul.” Jawab saya,
“Di dalam baskomnya disimpenin kain warna putih kan?”
“Nggak harus putih,”jawab saya lagi, asal.
“Kayaknya yang kayak begitu nggak ada contohnya dari Rasulullah? Coba 
kamu jelasin?” kata Ua Teteh. 

Saya nggak –ngeh juga, harus ngejelasin apa.

“Iya memang Rasul tidak memberi contoh, ini mah hanya merupakan inisiatif 
saya sendiri.” Terang saya.
Wajah Ua Teteh di layar tampak kelihatan tidak puas.
“Maksudmu ijtihad? Ijtihad sendiri atau ajaran dari orang lain? Kenapa 
mengambil ijtihad sendiri tidak bertanya dulu ke ulama? Karena kalau 
ijtihadnya salah itu termasuk dalam kriteria aliran sesat lho!?” 
Wajah Ua Teteh di layar handphone serius sekali,

Nah, saya sumpah agak bingung kenapa urusan ember kecil untuk 
menampung air yang bocor dari genteng dikait-kaitkan dengan Rasul dan 
Ijtihad.

“Bukan aliran sesat, tetapi ini aliran air hujan yang bocor dari genteng dan 
ditampung di baskom!” kata saya sambil mengarahkan kamera ke baskom 
di depan sajadah.

Wajah Ua Teteh menghilang dari layar, tidak ada fatwa turun, hanya 
gerutuannya terdengar nyerocos di headset.

”Hari gini rumah masih bocor, dasar spesies sub kelas, nyambung kek 
sama aliran BLBI, huek-huek, cuih-cuih, bla-bla-bla .... “

Saya tergelak-gelak di seberang telepon, biasanya kalau Ua Teteh sudah 
menghina-dina begitu terus besoknya meminta nomor rekening dan 
mentransfer sejumlah uang. Mungkin merasa terpanggil secara moral atau 
bisa juga ini exit strategy yang tegas, kompensasi untuk mencegah cerita ini 
mengalir ke mana-mana.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke