--- In indonesian-studies@ yahoogroups. com, "tossi20"
<[EMAIL PROTECTED] > 
wrote:

http://www.korantem po.com/korantemp o/2007/11/
04/Tamu/krn, 20071104, 35.
id.\
html
<http://www.korantem po.com/korantemp o/2007/11/
04/Tamu/krn, 20071104, 35
.id\
.html>

Minggu, 04 November 2007
Tamu Wimar Witoelar, Tokoh Blogger:
Blog Pelengkap Demokrasi

Kini blog menjadi sebuah fenomena global, yang
meningkat pesat dari
tahun ke tahun, berkat makin mudahnya membuat website
pribadi. Weblog
atau blog--istilah yang mulai diperkenalkan sejak
1997--merujuk pada
kumpulan website pribadi yang diperbarui
terus-menerus, berisi link 
ke
website lain dan disertai komentar. Para pembuat
blog--yang dikenal
dengan blogger--menampilka n foto dan tulisan mengenai
berbagai topik.

Di Indonesia, ngeblog (kegiatan blogging) tercatat
yang paling aktif
untuk kawasan Asia Pasifik. Tidak hanya aktivitas di
dunia maya, temu
darat para blogger pun kerap diadakan. Pada 27 Oktober
lalu, di 
Jakarta
diadakan Pesta Blogger 2007 sebagai ajang pertemuan
para blogger
se-Indonesia, yang juga dihadiri tokoh blogger,
seperti Wimar 
Witoelar.

Dalam dunia blogging, Wimar dikenal sebagai blogger
senior, yang 
sudah
menulis di Internet sejak 1970-an. Melalui blog
Perspektif.Net, 
jebolan
Institut Teknologi Bandung dan penyandang gelar MBA di
bidang 
keuangan
dan investasi ini menuangkan pikiran-pikirannya.

Mantan juru bicara kepresidenan era Presiden
Abdurrahman Wahid itu
Selasa lalu menerima wartawan Tempo, Erwin Dariyanto,
dan fotografer
Zulkarnaen di kantornya di kawasan ITC Fatmawati,
Jakarta Selatan, 
untuk
sebuah wawancara. Berikut ini petikannya.

Perkembangan dunia blog di Indonesia begitu pesat dan
berkembang 
menjadi
media alternatif baru di masyarakat. Menurut Anda,
apakah ini 
merupakan
ancaman dan tantangan bagi media konvensional?

Itu akan melengkapi media lain. Kalau ada kekhawatiran
akan 
mengancam,
itu karena ada kecenderungan orang takut terhadap apa
yang tidak
dikenal. Misalnya, dulu, apakah radio akan mengancam
orang bicara,
karena orang akan malas bicara dengan adanya radio?
Apakah televisi 
akan
mengancam film karena orang malas ke bioskop. Jadi
dunia ini cukup 
luas.
Tidak pernah ada sesuatu itu bisa menafikan atau
menghilangkan yang 
lain
selama masing-masing berfungsi sesuai dengan perannya.
Yang ada itu
kompetisi, bersaing. Karena ada blog di mana orang
bisa berekspresi
dengan bebas, Koran Tempo beritanya harus sebagus
blog, harus setajam
dan seaktual blog.

Bagaimana peran blog dalam dunia demokrasi?

Itu sebagai medium pelengkap dan meramaikan dunia
demokrasi. Di blog
semua orang bebas berbicara dan menyampaikan pendapat.
Masyarakat 
yang
nanti akan menilai baik-tidaknya blogger tersebut.

Jadi umur sebuah blog juga bergantung pada masyarakat?

O, iya. Blogger akan mati sendiri atau masyarakatnya
yang mati. Satu 
hal
yang ingin saya sampaikan bahwa kita harus keluar dari
indoktrinasi
bahwa masyarakat itu bisa diatur. Masyarakat itu tidak
bisa diatur.
Soeharto yang sekuat apa, toh, tidak bisa mengatur
masyarakat. Kita
jangan mengatur. Kita berbuat sebaik mungkin agar kita
muncul. Kalau,
misalnya, orang baik itu tidak muncul, tidak diterima
masyarakat,
sedangkan orang baru diterima, ya, terimalah itu
sebagai satu keadaan
sementara. Akhirnya kebaikan akan menang. Kita harus
percaya itu.

Apakah ada sebuah kode etik di dunia blog?

Saya tidak tahu kode etik profesional di media, tidak
pernah baca. 
Bagi
saya, saya punya kode etik pribadi. Itu lebih kuat
daripada kode etik
mana pun.

Bagaimana dengan blogger yang lain? Apakah juga punya
kode etik 
pribadi
seperti Anda?

Mungkin tidak ada.

Kalau dalam sebuah blog ada yang mengandung unsur
fitnah atau 
pencemaran
nama baik, apa bisa dituntut secara hukum?

Bisa. Ada hukumnya. Jadi kita punya hukum, dan hukum
itu harus
ditegakkan, itu yang harus dilakukan. Kalau ada
komplain terhadap
blogger, misalnya, komplainnya kepada aparat hukum.
Jadi waktu ada 
blog,
orang sibuk bagaimana membuat kode etik, bagaimana
melarang, itu,
menurut saya, pikiran yang kekanak-kanakan. Kejahatan
dan kebaikan 
akan
mencari jalan sendiri melalui media mana pun. Medium
hanya 
mempengaruhi
efisiensi dan efektivitas kepada pemilik tertentu.

Menurut Anda, apakah para blogger di Indonesia
menciptakan iklim yang
positif?

Ada yang positif, ada yang negatif. Seperti koran, ada
yang positif, 
ada
yang negatif. Dalam hidup ada positif dan negatif, dan
blog bukan
pengecualian.

Lalu langkah apa yang perlu dilakukan agar tercipta
iklim blog yang
positif?

Jangan (dibuat positif semua), dong. Kalau semuanya
positif, nanti 
kayak
Nazi, yang tidak positif dimasukin ke kamar gas,
blogger yang jelek
dibunuh. Tidak bisa, kan. Jadi semua orang harus
berkembang, 
masyarakat
ber-develop antibody sendiri untuk menyaring mana blog
yang bagus, 
mana
yang tidak. Kita ingin agar blog yang tidak bagus mati
bukan karena
dibunuh secara paksa atau dilarang.

Jadi tidak perlu ada pelarangan bagi para blogger di
Indonesia 
seperti
di Malaysia dan Singapura?

Tidak. Dari dulu saya bilang di Indonesia tidak perlu
ada pelarangan
koran. Dulu di Indonesia, kalau bikin koran kan harus
ada SIUPP 
(surat
izin usaha penerbitan pers). Dengan demikian, waktu
saya mau 
menerbitkan
majalah Indonesian Business, harus bayar Rp 2 miliar
untuk Harmoko
(Menteri Penerangan saat itu). Tapi saya tidak bayar.
Saya bikin
majalahnya di Singapura, cuma keluar US$ 500. Jadi
larangan itu bisa
dilawan. Tidak usah dengan bertempur, tapi dengan
sedikit menggunakan
akal. Saya tidak setuju televisi dilarang, acara TV
dibreidel. Saya
tidak setuju pornografi dilarang. Saya hanya setuju
yang dilarang 
hanya
kriminalitas, membunuh, memerkosa. Tapi ekspresi tidak
dilarang. Jadi
tidak perlu ada larangan apa-apa buat blog. Malaysia,
Singapura, sih,
memang totaliter suasananya, kan? Jangankan blog,
partai saja 
dilarang.
Itu bukan masalah blog, tapi masalah budaya bangsanya.

Pada pesta blogger di Jakarta, Sabtu lalu, apa ada
satu pemikiran 
untuk
membentuk asosiasi blogger atau semacam organisasi?

Ada. Tapi di kalangan orang yang menentukan, tidak ada
pemikiran itu.
Karena asosiasi itu tidak produktif. Mungkin malah
mematikan 
kreativitas
atau menjadi kendaraan politik untuk orang yang
menggunakannya.

Jadi di masa mendatang para blogger ini dibiarkan
berkreasi tanpa ada
asosiasi?

Ya, yang mau bikin asosiasi silakan, yang tidak juga
tidak apa-apa.

Kalau nanti jadi terbentuk asosiasi blogger, apakah
Anda mau diajak
bergabung?

Bagus. Jadi asosiasi itu sangat bagus selama itu
bersifat sementara.
Saya tidak akan menceraikan atau membatasi. Hanya,
saya tidak 
berminat
ikut.

Sejak kapan Anda mulai ngeblog?

Definisi blog itu kan tidak pasti. Saya mulai menulis
di Internet 
sejak
Internet itu ada pada 1976.

Apa tujuan awal Anda menjadi blogger?

Tidak tahu saya. Senang saja.

Mengapa Anda tertarik menjadi seorang blogger?

Karena saya orang komunikasi, seneng ngomong, seneng
mendengar, 
seneng
menulis, seneng membaca, seneng menonton. Semua
komunikasi saya 
senang.
Kalau di blog itu, saya bisa nulis, sekaligus saya
bisa baca blog. 
Itu
satu dunia yang saya bisa ikut serta secara lengkap.
Melalui blog 
itu,
saya bisa mencapai dunia yang belum saya capai
sebelumnya. Pergaulan 
itu
memperluas dunia.

Kabarnya dalam sehari Anda biasa ngeblog sampai 11
jam. Anda lakukan 
di
mana saja?

Mungkin, kadang sampai 11 jam. Kadang tidak, karena
saya tidak 
mencatat
berapa jam sehari. Saya biasa ngeblog di kantor, di
rumah, di kafe, 
di
warnet, di mobil.

Pernah ada yang mengkritik blog Anda?

Banyak sekali.

Topik apa yang, menurut Anda, menarik, kemudian Anda
tulis di blog?

Hal yang, menurut saya, enak dibaca. Saya, kalau
menulis, aturannya,
kalau saya baca kembali, enak begitu. Hal-hal yang
lucu dan aneh.

Belum lama ini acara Anda di sebuah stasiun TV
dibreidel. Apakah
kemudian blog ini bisa menjadi media alternatif bagi
Anda untuk
menyampaikan aspirasi atau opini politik Anda?

Memang, kenyataannya begitu. Setiap saya dibreidel di
suatu tempat, 
saya
ada kegiatan di tempat lain, bahkan masih dalam medium
yang sama. 
Saya
dibreidel di stasiun TV ini, muncul di stasiun lain.
Saya dibreidel 
di
Jak TV, kini saya diundang di acara lain, bahkan
ditawarkan di TV 
lain.
Jadi, kalau orang punya kreativitas, punya message,
pasti akan 
dicari.
Kalau setelah dibreidel dia tidak dicari, ya, memang
seharusnya mati.
Jadi blog bukan sebagai media alternatif, hanya
sebagai pelengkap
penyalur aspirasi. Saya tidak bisa menyampaikan di
blog apa yang bisa
saya sampaikan di TV. Saya bisa menyanyi, melawak,
berdebat itu bisa
lewat TV. Tapi di blog itu lain. Itu hanya pernyataan
pendapat dan
tukar-menukar opini. Setiap media ada kekhasannya.

Media mana yang paling efektif untuk menyampaikan
pesan Anda?

Dalam hal ini, tidak bisa dipisah-pisah, karena semua
komunikasi itu
multidimensi dan saling mengisi. Saya tidak tahu di
mana kekuatan 
saya
karena saya bisa dipuji dan dicela sama-sama. Ada yang
bilang 
kekuatan
saya di blog. Kemarin di blog, ada yang bilang tulisan
Wimar 
Witoelar,
kok, begini, pikun apa?

Pengalaman yang tidak menyenangkan selama menjadi
blogger?

Nggak adalah yang tidak menyenangkan. Saya beruntung
selama melakukan
pekerjaan belum pernah mendapat akibat jelek. Semua
itu ada 
manfaatnya.
Di dalam blog saya bisa cepat tahu reaksi berbagai
orang terhadap
masalah yang saya tulis di blog, yang apabila saya
tulis di koran, 
saya
tidak tahu dibaca atau tidak. Kalau di blog kita
menulis, dalam satu
hari, ada sepuluh komentar. Kalau ada komentar yang
negatif, mencela,
tidak saya anggap sebagai sesuatu yang menyedihkan.
Ya, kurang 
senang,
sih, tapi saya belajar dari situ.

Apakah aktivitas sebagai seorang blogger bisa
mendatangkan keuntungan
finansial?

Ada yang bisa merasakan keuntungan finansial secara
langsung apabila 
dia
melakukan online marketing. Saya bukan orang yang
berpengalaman dalam
hal itu. Kalau blogger seperti saya, itu (keuntungan
finansial) tidak
secara langsung. Segala perbuatan yang baik itu pasti
ada 
keuntungannya,
dan keuntungan itu di segala sektor, keuntungan fun,
moril, finansial
pasti akan ada.

BIODATA

Nama: Wimar Jartika Witoelar

Lahir: Padalarang, Jawa Barat, 14 Juli 1945

Istri: Suvatchara Witoelar (meninggal 2003)

Anak:
* Satya Tulaka
* Aree Widya

Pendidikan:

* Institut Teknologi Bandung
* George Washington University, Amerika Serikat (1975)

Karier:

* Dosen ITB, 1975-1981 (full time) dan paruh waktu
sampai 
sekarang
* Dosen (Adjunct Professor) Deakin University,
Australia
* Pemimpin PT InterMatrix Bina Indonesia (Konsultan
Manajemen)
* Pemandu talk show



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke