gerakan desentralisasi politik telah mengarahkan mata kita ke level grass-root, 
sehingga jejak politik pemerintah masa lalu telah meninggalkan bekas yang 
sangat bobrok di level bawah tersebut.
  pemahaman Islam Indonesia yang belum ter-purifikasi membangun wadah/media 
yang subur untuk menyuntikan faham/ideologi baru, yang terkadang sesat. 
pertanyaannya dmn para wakil Islam selama ini? yang fungsinya untuk 
mem-purifikasi pemahaman Islam Indonesia! 
   
  saya memandang ini adalah sebuah gerakan mobilisasi politk dengan agama 
sebagai tameng. ini adalah gerakan rasional dan sistematis, bahkan sangat 
terdidik. tetapi mengapa ketika umat Islam yang mengaku sudah mapan dalam 
pemahamannya malah melakukan hal-hal yang tidak rasional, dan tidak sistematis 
bahkan tidak mendidik dalam menghadapi persoalan-persoalan tersebut?
   
  saya juga Islam, Ingat MUI adalah lembaga yang sama dengan lembaga-lemabga 
seperti LSM (bukan lembaga formal pemerintah) sehingga ketika fatwa-nya telah 
membangun riak-riak yang dasyat dari umat Islam Indonesia, ini membuktikan 
bahwa Islam Indonesia masih bersifat patriarki dalam mengambil kebijakan. saya 
berharap kalau lembaga seperti MUI ini mulai membangun paradigma baru dalam 
beragama di negara sekuler ini. sehingga kita (Umat Islam) tidak dicap sebagai 
agama yang Otoriter sekarang mayoritas. Saya tetap salut dengan ke-konsistenan 
MUI dalam membimbing umat, tetapi itu bukan berarti saya sudah puas dengan 
kinerja MUI selama ini.
   
  Mari sama-sama kita ingat mengingatkan dalam kesabaran dan ingat-mengingatkan 
dalam kebenaran, untuk memformulasikan diri di era desentralisasi ini. kita 
sama-sama berharap Islam masih menjadi patron yang berdiri di depan dalam 
mengawal bingkai negara ini.
   

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke