---------- Forwarded message ----------
From: Agus Herry Sugihantoro <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 8, 2007 4:04 AM
Subject: [kopipanas-ipb] Subject: Indonesia.... Oh... Indonesia....
To: [EMAIL PROTECTED]









 Kiriman dari tetangga .............

 Subject: Indonesia.... Oh... Indonesia....

 Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau
peduli itu kembali ke diri kita masing2...
 Dear Rekan sekalian,
 Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di Indonesia
ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan UANG....
 Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg katanya
sudah 2bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu dengan dia,
kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah, dan
yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan.
 Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, Teman
saya ini pergi kedaerah kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di
jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan
ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua
disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya
teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi
dibawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka
juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu
semua bukan milik mereka. Mereka bersedia untuk tes darah tapi
polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu. Pada
saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2
berharga teman saya
 itu ( Dompet, Jam, HP ). Yang lebih parahnya lagi polisi itu
 menyuruh mereka untuk mengakui kalau Barang haram tersebut milik mereka.
 Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan, akhirnya
dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah polisi
tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus.
Teman2 saya itu kemudian di borgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi
tersebut. Didalam mobil,polisi mulai nego harga dengan teman2 saya.
Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan
dilepaskan. Sewaktu
 teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER dari SCTV datang,
jadi perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok gagah polisi2
itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu kluar mobil dan memberi
penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah pemakai.
 Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke polres. Disana mereka
dikurung selama 1bln dan baru kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin mereka
dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke
Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan mereka
blm selesai sampai disitu. Mereka blg kalau mereka mau bebas, mereka
hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan kasus
mereka pun secara otomatis akan ditutup. Sungguh biadab sekali moral2
org2 itu. Perlu diketahui jg kalau didalam rutan itu dikasih makan
sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning. Didalam
makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan
merasakan badannya lemas.
 Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg memakai narkoba dan itu
bisa terjadi bila mereka2 sang pengguna memberikan uang sebagai uang
tutup mulut kepada petugas2 tersebut.
 Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak kalah
biadab nya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor dan KTP
kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs pindah loket
utk taro HP karna disana kita ga blh bwh hp, kita byr lagi Rp 5.000,
msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000. Sampai lah
kita pada pintu terakhir dimana kita bisa bertemu dengan teman saya
tersebut.
 Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi sebelum kami bertemu
dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp 10.000 untuk ongkos
panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu tapi teman kami tdk
kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan memberitahu kami
bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu menawarkan jasanya
kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami membayar lagi Rp
10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami ksh lagi uang tersebut.
Sumpah!!! keadaan di ruangan tersebut bnr2 mengerikan. Kotor, sumpek,
bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan penjenguk.
Disana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan adegan2 sronok.
Ciuman bibir, pegang2
 alat2 vital, mereka smua tdk malu utk melakukan hal tersebut. Mungkin
smua itu bentuk pelampiasan rasa rindu antara si napi dan si
penjenguk.
 Yang lebih parahnya lagi, bagi para napi yg menerima tamu, mereka
diwajibkan membayar uang Rp 50.000 ke petugas. Jadi setelah selesai
bertemu dengan teman saya tersebut mereka kami beri uang Rp 100.000
utk mereka msk lagi kedalam. Kalau mereka tdk membayar, mereka akan
dipukuli. Sungguh biadab nya negara kita ini!!!
 Perlu diketahui juga didepan pintu masuk tertulis " TIDAK DIPUNGUT
BIAYA APAPUN". Tapi apa kenyataan nya???
 REKANS, TOLONG FORWARD BERITA INI AGAR SEMUA BISA MEMBACA DAN SEMOGA
JD PELAJARAN UNTUK KITA SEMUA UNTUK BERHATI2, TERUTAMA BAGI KITA2 YG
MENGGUNAKAN MOBIL DIMALAM HARI. KITA HRS BERHATI2 KALAU ADA RAZIA.
 USAHAKAN SEWAKTU KITA DIPERIKSA, KITA MELIHAT TANGAN2 JAIL PARA
POLISI2 BIADAB TERSEBUT.
 Regards,
 _O_

 

Kirim email ke