http://www.antara.co.id/arc/2007/11/10/warga-palestina-resmikan-makam-arafat/



*Warga Palestina Resmikan Makam Arafat*

Ramallah (ANTARA News) - Puluhan pemimpin Palestina dan tokoh asing
berkumpul di kota Ramallah di Tepi Barat pada Sabtu untuk meresmikan
pembukaan komplek pemakaman baru bagi pemimpin Palestina *Yasser Arafat*.

*Presiden Palestina Mahmud Abbas* membuka upacara dengan meletakkan
rangkaian bunga di makam Arafat, di pusat komplek yang terbuat dari marmer
putih yang dibangun di lokasi dimana Arafat menghabiskan dua tahun
terakhirnya dibawah kepungan pasukan Israel.

Dalam pidato singkatnya Abbas menyeru agar "presiden dan pejuang Yasser
Arafat dimakamkan di Yerusalem, yang dia cintai, dimana dia dilahirkan, dan
dimana diharapkan oleh seluruh rakyat Palestina akan menjadi ibukota negara
Palestina."

Perayaan itu mengawali serangkaian acara untuk memperingati Arafat --secara
luas dinyatakan sebagai bapak Palestina-- tiga tahun setelah kematiannya
yang tidak diketahui penyebabnya di rumah sakit di Paris, 11 November 2004.

Upacara itu dipimpin oleh pengawal terpilih Palestina yang mengenakan
seragam angkatan laut berwarna hijau dan tanda pangkat emas, dengan kelompok
musik sebagai latarnya dan doa yang dibacakan oleh imam setempat.

Perayaan tahun ini dilakukan setelah warga Palestina makin terpecah, lebih
dari masa-masa yang lalu dalam sejarah mereka, dengan kelompok Hamas
memimpin Gaza dan pemerintahan Abbas di Tepi Barat.

Yayasan Arafat akan mengawasi komplek itu, yang juga meliputi masjid dan
museum.

Yayasan itu dipimpin oleh Nasser al-Qidwa, kemenakan laki-laki Arafat dan
mantan wakil Palestina untuk PBB, yang juga menghadiri upacara hari Sabtu
itu.

Museum Arafat akan menampilkan sisi pribadinya, seperti barang-barang dari
kantornya, hadiah dan dokumen, menurut Qidwa.

Sebuah koridor menghubungkan komplek itu dengan kantor dimana Arafat
berlindung selama hampir dua tahun terakhir hidupnya, bertahan dari kepungan
pasukan Israel sebelung diterbangkan ke rumah sakit dan meninggal di
Perancis pada usia 75 tahun.

Makam Arafat, dijaga oleh anggota pengawal presiden, telah menjadi salah
satu tujuan wajib bagi para tokoh asing yang datang untuk menemui Abbas di
Muqtada.

Penyebab pasti kematian Arafat masih tetap merupakan misteri. Sejumlah
pejabat Palestina menuduh Israel meracuninya. Petugas kesehatan tidak pernah
mengkonfirmasi tuduhan itu, demikian AFP.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke