http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0711/09/191051.htm


*Ditemukan Molekul Pengatur Rasa Lapar*

SYDNEY, JUMAT - Untuk mengatur berat badan kelak bisa dilakukan dengan
mengatur rasa lapar tak melulu harus dengan diet mati-matian. Para ilmuwan
di Australia telah menemukan "tombol rasa lapar" di otak  yang dapat diatur
agar menimbulkan rasa lapar atau sebaliknya.

Penemuan tersebut tentu sangat dinanti-nanti karena dapat digunakan untuk
menghentikan kondisi berkurangnya bobot tubuh yang drastis pada pasien yang
sakit parah. Pengaturannya juga dapat mencegah kenaikan berat badan pada
penderita obesitas atau kegemukan.

Rasa lapar muncul atau tidak karena peran molekul yang disebut MIC-1.
Molekul ini biasa diproduksi tubuh penderita kanker. Rangsangan molekul ke
reseptor yang mengatur perasaan di otak menyebabkan seseorang malas makan
dan tidak merasa lapar.

Namun, para ilmuwan Australia menemukan bahwa antibodi tertentu dapat
bekerja melawan MIC-1. Artinya, orang yang kehilangan rasa lapar karena
pengaruh molekul ini bisa kembali bangkit rasa laparnya.

Pada percobaan, tikus yang memiliki bobot tubuh normal atau kegemukan diberi
MIC-1. Hasilnya, tikus-tikus tersebut mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang
jauh lebih sedikit dan mengalami penurunan bobot tubuhnya.

"Menyuntikkan hewan tikus dengan protein MIC-1 membuat hewan tersebut
berhenti makan sehingga membuka harapan bahwa penemuan itu dapat berguna
dalam menangani pasien yang kelebihan berat badan," kata Sam Breit dari
Pusat Penelitian Immunology St Vincent Sydney.

Selanjutnya, para ilmuwan berharap dalam waktu dekat MIC-1 akan dapat
membantu menemukan cara untuk mencegah terjadinya penurunan bobot tubuh yang
amat berlebihan pada pasien kanker. Breit yakin hasil penemuan tersebut
membawa dampak yang besar bagi penderita kelainan yang berkaitan dengan rasa
lapar.

Hasil penemuan MIC-1 dipublikasikan dalam majalah kedokteran edisi terbaru
"Nature Medicine". Breit dan timnya telah membuat kloning gen MIC-1 dan
menjalankan uji coba klinis dalam beberapa tahun mendatang untuk dapat
mengembangkan satu jenis antibodi manusia.


Sumber: Antara
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke