Banjarmasin Post.
     
Apresiasi seni.

      Bongkar Patung Ngebor  
      Selasa, 13-11-2007 | 01:34:53  
      ADAM Suseno meradang. Emosinya terpantik. Santer beredar 
kabar, patung istrinya, Inul Daratista bakal dihancurkan massa dari 
Forum Betawi Rempug (FBR). Pria berkumis tebal ini pun siap beradu 
fisik.

       "Siapa yang akan bongkar. Saya akan hadapi. Kalau berani satu 
lawan satu. Siapa pimpinannya, satu lawan satu sama saya. Tidak main 
keroyokan," tandasnya, Senin (12/11). 

      Inul sendiri mengatakan ancaman ini adalah adalah cobaan 
kesekian kali bagi dirinya. "Nggak apa-apa, biarkan saja. Mungkin 
ini sudah nasib aku dan cobaan karena aku mau naik haji. Aku harus 
belajar ikhlas dan sabar," ujarnya melalui pesan singkat ponsel. Dia 
mengaku sedang berada di luar kota.

      Sudah enam hari ini, Inul berpose ngebor di kawasan perumahan 
elit, Pondok Indah, Jakarta. Namun, pada hari kelima kemarin, dia 
dipindahpaksakan oleh empat laki-laki dengan penjagaan ketat belasan 
aparat kepolisian. 

      Mereka adalah tukang bangunan. Yang dipindahkan mereka jelas 
bukan orangnya tetapi patung Inul yang tepat berada di depan 
rumahnya. Pembongkaran dilakukan lantaran mencuat kabar patung yang 
masih berselimut kain tersebut akan dihancurkan orang.

      "Lebih baik kita amankan terlebih dahulu, sebelum dirobohkan 
orang-orang tidak bertangung jawab," ujar Ketua RT setempat, Warsito 
Sanjoto.

      Setelah dicungkil dengan linggis, patung itu diangkut mobil 
pick up bernopol B 9629 UW. Selanjutnya patung itu dibawa ke rumah 
Warsito yang berjarak 100 meter dari lokasi patung sebelumnya.

      Patung ini rencananya diresmikan pada Selasa (13/11) ini.Kini, 
yang tersisa hanya pondasi patung dan sisa kabel listrik untuk 
penerangan malam hari. 

      Lantas, benarkah FBR mengancam menghancurkan patung 
itu? "Patung itu bentuk Firaun kecil. Kita minta Inul dan keluarga 
untuk memindahkan patung itu. Kalau tidak segera dipindahkan, kita 
akan serahkan masyarakat dan FBR di sana untuk membongkarnya," 
tandas Humas FBR, Junaedi.

      Dia berdalih masyarakat dan FBR terganggu dengan keberadaan 
patung Inul sedang bergaya ngebor. "Itu kan jalan umum. Apalagi 
keberadaannya cukup meresahkan warga sekitar. Selain itu, sejak ada 
patung itu membuat kemacetan di Pondok Indah," tandasnya.

      Adam tak mau kalah berargumen. "Saya akan hadapi mereka. 
Patung ini kan inisiatif warga, atas permintaan Pak RT. Ini kan di 
lingkungan warga sendiri, jangan asal main bongkar," katanya.

      Dia mengaku tak habis mengerti dengan ulah orang di luar 
lingkungannya. "Patung ini semua inisiatif warga. Kita diminta Pak 
RT untuk membangun patung. Saya diminta partisipasi ya saya buatkan. 
Jadi itu bukan inisiatif sendiri. Biayanya patungan," kata Adam. 


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke