(Tulisan ini juga disajikan di website

http://kontak.club.fr/index.htm)




Restoran koperasi INDONESIA

di Paris umur 25 tahun !



Restoran koperasi INDONESIA di Paris akan merayakan ulang tahunnya yang
ke-25, yang kali ini akan diperingati secara agak lain dari pada biasanya,
yaitu dengan mengadakan peringatan selama tiga malam berturut-turut, dari
tanggal 23 sampai 25 November 2007.



Selama peringatan yang tiga malam itu akan diundang para tokoh berbagai
kalangan dan organisasi di Perancis serta  para sahabat,  baik Indonesia
maupun yang lain, yang dalam masa-masa yang lalu sudah memberi sumbangan
dengan macam-macam bentuk dan cara, sehingga restoran koperasi ini bisa
terus berjalan dengan baik sampai sekarang.



Restoran INDONESIA adalah usaha kolektif yang dilahirkan oleh SCOP
Fraternité (“Persaudaraan”), yang dalam tahun 1982 telah didirikan oleh 4
orang Perancis dan 4 orang Indonesia ( A. Umar Said, Budiman Sudharsono,
Sobron Aidit, dan JJ Kusni) yang waktu itu datang  bermukim di Perancis
sebagai orang-orang yang mendapat asil politik karena akibat peristiwa 65 di
Indonesia.



Ciri-ciri yang “unik” restoran INDONESIA



Usaha kolektif ini mempunyai sejarah dan ciri-ciri yang “unik” atau, boleh
dikatakan,  agak “luar biasa” dibandingkan dengan restoran-restoran biasa
lainnya.Tentang “keunikan” restoran koperasi INDONESIA di Paris ini sudah
banyak ditulis, baik yang dalam bentuk artikel-artikel maupun dalam bentuk
buku-buku. Dan buku yang terakhir adalah yang ditulis oleh JJ Kusni, yang
berjudul “Membela martabat diri dan Indonesia” (penerbitan Ombak, Jogya,
2005)



Di antara ciri-ciri yang menonjol dari restoran INDONESIA ini adalah bahwa
ia didirikan dalam bentuk SCOP , singkatan dari “Société Coopérative
Ouvrière de Production” (perusahaan koperasi pekerja untuk produksi). SCOP
adalah  suatu badan hukum yang di Perancis dikenal sebagai usaha di bidang
koperasi yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, dan mementingkan
segi persaudaraan, mengedepankan kesetiakawanan dan mentrapkan
prinsip-prinsip kolektif dalam pengelolaan perusahaan. Pada garis besarnya,
dan secara umum, restoran koperasi INDONESIA dijalankan dengan tujuan-tujuan
yang disebut dalam bahasa Perancisnya  “l’économie sociale” atau “l’économie
solidaire”, atau juga istilah lainnya  “l’économie alternative”.



Bahwa  restoran INDONESIA --  dalam tahun 1982 --  telah dilahirkan sebagai
koperasi (atau SCOP)  untuk menjalankan usaha-usahanya, adalah sudah
merupakan salah satu aspek yang unik dari kegiatan kolektif ini  Sebab,
dengan koperasi (atau SCOP) sebagai dasar usaha bersama ini, maka inilah
yang membedakan restoran INDONESIA agak lain dari pada restoran-restoran
lainnya di Paris khususnya atau di Perancis pada umumnya.



Di daerah Paris dan sekitarnya ada ribuan restoran yang menghidangkan
masakan dari berbagai negeri di dunia, antara lain :Perancis, Spanjol,
Portugal; Italia, Rusia, Polandia, Yugoslavia, Maroko, Aljazair, Tunisia,
Libanon, Mesir, Yahudi, India, Pakistan, Korea, Jepang, Cina, Amerika Latin,
Cuba, dan Indonesia. Patutlah kiranya disebutkan di sini bahwa di Paris
hanya ada 2 restoran yang menghidangkan masakan-masakan Indonesia. Yaitu
restoran koperasi INDONESIA dan restoran JAKARTA-BALI.



Salah satu segi yang menarik perhatian bagi banyak orang di Paris (dan
Perancis umumnya)  dari restoran INDONESIA adalah bahwa restoran ini
dikelola secara koperasi. Sebab, meskipun di daerah Paris dan sekitarnya ada
banyak sekali restoran, selama ini hanyalah ada 3 restoran yang dikelola
secara koperasi dan berbentuk SCOP. Dan, di antara 3 restoran koperasi yang
ada di Paris ini terdapat dua restoran Perancis yang menyajikan masakan
Barat dan hanya satu  yang menghidangkan  masakan Indonesia.



Arti dan tujuan SCOP Fraternité



Hal lain yang sangat menarik dari sejarah restoran koperasi INDONESIA yalah
bahwa pendiri-pendirinya terdiri dari  orang-orang  Perancis dan  Indonesia,
yang bersama-sama membentuk badan koperasi yang diberi nama Fraternité
(“Persaudaraan”). Di belakang nama Fraternité ini terkandung salah satu
tujuan besar yang menjadi selogan yang terkenal di Perancis, yaitu “Liberté,
Egalité, Fraternité” (Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan). Selogan ini
sudah  terkenal semenjak Revolusi di Perancis dalam tahun-tahun 1780-an.
Badan hukum yang bernama Fraternité inilah yang melahirkan restoran koperasi
INDONESIA.



Dipilihnya nama Fraternité (“Persaudaraan”) untuk badan hukum yang
mendirikan restoran koperasi INDONESIA ini ada hubungannya yang erat sekali
dengan masalah-masalah yang dihadapi pada waktu itu, yaitu sekitar permulaan
1980-an. Pada waktu itu mulai banyak orang Indonesia, yang tadinya terpaksa
bermukim di berbagai negeri (antara lain : di Tiongkok, Korea Utara, Eropa
Timur), yang berdatangan minta suaka politik (asil politik)  di Perancis. .



Sesudah mendapat asil politik di Perancis mereka menghadapi kesulitan yang
lain, yaitu masalah penghidupan. Untuk bisa hidup normal sebagai orang biasa
lainnya, mereka yang sudah mendapat asil politik ini ingin  bekerja. Bekerja
apa saja, atau sebagai apa saja, asal bisa mandiri. Tetapi, justru mencari
pekerjaan inilah yang pada permulaan tahun 1980 itu sudah makin sulit,
karena pengangguran mulai membengkak dimana-mana. Bagi banyak orang Perancis
sendiri sudah mulai sulit untuk mencari pekerjaan, apalagi bagi orang asing
(yang berasal dari Indonesia).

Untuk bisa mendapatkan pekerjaan apa saja ini banyak sekali  halangannya
bagi pendatang-pendatang baru ini.



Menciptakan kerja sendiri



Mengingat hal-hal itu, ditambah dengan berbagai masalah lainnya, maka
satu-satunya jalan adalah menciptakan kerja sendiri bagi mereka yang baru
datang dengan mendapatkan asil politik ini Menciptakan kerja sendiri adalah
dalam rangka mentrapkan prinsip berdikari dan mengentaskan diri keluar dari
keadaan ketergantungan atau hidup dari bantuan (bahasa Perancisnya :
assistanat). Di samping itu, menciptakan kerja sendiri dan hidup berdikari
ini ada hubungannya juga dengan usaha untuk mempertahankan harga diri, di
tengah-tengah situasi ketika Perancis sedang dibanjiri oleh political
refugees dari berbagai negeri, yang kebanyakan terpaksa harus hidup dari
bantuan, dan untuk jangka lama pula.



Gagasan untuk mendirikan alat kolektif untuk hidup mandiri dan keluar dari
keadaan ketergantungan (assistanat) dan dalam semangat persaudaraan ini
ternyata mendapat sambutan yang besar dan hangat dari berbagai fihak di
Perancis dan negeri-negeri lainnya. Hal ini tidak saja tercermin dengan
adanya 4 orang Perancis yang  menaruh simpati besar terhadap rencana untuk
mendirikan koperasi bagi political refugees (terutama yang dari Indonesia)
dan bahkan bersemangat ikut menjadi anggota badan pendirinya. Dari segi ini
pulalah kelihatan sangat menonjolnya– dan dengan nyata sekali ! --
manifestasi isi dan makna “Fraternité” (“Persaudaraan”)



Tergabungnya 4 orang Perancis dalam usaha kolektif yang berbentuk koperasi
ini bukan hanya mengandung aspek humaniter (perikemanusiaan) saja, melainkan
juga sarat dengan aspek politik. Sebab, orang-orang Perancis yang menjadi
anggota badan pendiri koperasi ini tahu betul bahwa orang-orang yang akan
diajak dalam usaha kolektif ini adalah orang-orang Indonesia yang dimusuhi
oleh rejim militer Suharto.



Restoran yang “beda” dengan lainnya



Mereka tahu bagaimana politik rejim Orde Baru sejak peristiwa 65 dan sejak
kudeta Suharto terhadap presiden  Sukarno. Karena itulah mereka menaruh
simpati atau bersikap hangat terhadap orang-orang Indonesia yang minta suaka
politik di Perancis, dan berusaha membantu sebisa mungkin dan dengan segala
cara. Semua latarbelakang yang demikian itulah yang menjadikan badan usaha
Fraternité (yang melahirkan restoran INDONESIA) mempunyai juga arti politik,
dan yang, karenanya,  berlainan dengan kebanyakan restoran lainnya.



Bolehlah kiranya dikatakan bahwa kalau dilihat dari berbagai segi , restoran
koperasi INDONESIA di Paris memang tidak ada persamaannya dengan kebanyakan
restoran-restoran Indonesia, baik di Indonesia maupun di negeri-negeri
lainnya. Artinya, dalam sejarah pe-restoranan Indonesia, baru inilah yang
mempunyai latarbelakang sejarah serta ciri-ciri yang demikian itu. Oleh
karena itulah, ditambah dengan segala pengalaman “berjuang” selama
seperempat abad, maka ada orang-orang Indonesia yang mengatakan bahwa
restoran INDONESIA betul-betul “legendaris” , atau, seperti dalam dongeng
saja.



Ciri-ciri yang “unik” dari restoran koperasi INDONESIA, itu bukanlah  hanya
yang sudah disebutkan di atas itu semuanya, melainkan juga masih ada lagi
lainnya, yang juga menarik dan patut diketahui oleh banyak orang, dalam
rangka peringatan ulangtahunnya yang ke 25 ini.



Umpamanya, adanya buku tamu (dalam bahasa Perancisnya dikenal dengan sebutan
“livre d’or” atau “buku emas”),  yang jumlahnya sekarang sudah 24 jilid.
Karena jarang sekali, atau bahkan tidak ada sama sekali restoran lainnya
yang mempunyai buku-tamu yang sebanyak itu, dan yang isi dan fungsinya
seperti yang dipunyai restoran INDONESIA.



Tokoh-tokoh yang menjadi sahabat



Banyaknya tokoh-tokoh penting dari Perancis atau berbagai negeri lainnya
yang pernah menjadi langganan atau tamu  restoran juga merupakan ciri
lainnya dari usaha kolektif ini. Di antara para tamu penting-penting itu ada
yang kemudian menjadi sahabat restoran, antara lain Madame Danielle
MITTERRAND (istri mendiang presiden Perancis, François MITTERRAND  dan juga
Louis JOINET  yang pernah menjabat sebagai penasehat hukum dari 5 Perdana
Menteri Perancis  berturut-turut dan hakim agung di Perancis)



Salah satu hal yang juga patut dicatat dalam sejarah restoran INDONESIA
ialah sikap Pascal LUTZ, seorang Perancis yang selama 20 tahun menjadi
manager (atau direktur)  sukarela restoran koperasi ini. Ia mau, dengan
senang hati, dan selama itu, menjadi pimpinan usaha kolektif ini, tanpa
mendapat gaji atau bayaran sedikitpun. Berkali-kali diusulkan kepadanya,
untuk menerima imbalan, sebagai uang saku atau ganti uang bensin, tetapi ia
selalu menolaknya. Ia mengatakan kepada semua orang bahwa ia bersedia
menjadi manager sukarela (bahasa Perancisnya : gérant bénévole) karena ia
menaruh simpati kepada tujuan usaha kolektif yang “unik” ini.



Restoran koperasi INDONESIA yang sekarang sudah berumur 25 tahun ini menjadi
kebanggaan bagi orang-orang yang pernah bekerja  di dalamnya dengan berbagai
macam suka-duka atau jerih payah, sehingga memungkinkan usaha kolektif ini
bisa bertahan sampai sekarang, bahkan mendapat sukses-sukses yang tidak
sedikit.  Kebanggaan ini juga telah dinyatakan oleh banyak  kalangan di
Perancis dan di berbagai negeri, termasuk di Indonesia.



Prestasi yang patut dicatat



Dari itu semua, nyatalah bahwa kumandang nama restoran INDONESIA terdengar
di banyak tempat dan kalangan. Dan nyata jugalah bahwa banyak orang
menganggap bahwa restoran ini mempunyai ciri-ciri dan sejarah yang agak
berbeda dengan kebanyakan restoran lainnya. Restoran INDONESIA juga
merupakan suatu prestasi yang patut dicatat yang telah dicapai oleh
orang-orang yang terpaksa berjuang di luar tanah-air mereka, akibat situasi
politik. Dalam hal ini, peran Suyoso sebagai manager restoran sejak lama
adalah besar sekali dan amat penting, dengan dibantu Didien sebagai
wakilnya.



Untuk memperingati  hal-hal itu semualah maka diadakan peringatan ulangtahun
ke-25 selama tiga malam sebagai kenang-kenangan bagi mereka yang pernah ikut
membesarkan dan merawatnya bersama-sama, dan sebagai penghargaan dan
pernyataan terimakasih kepada semua orang dari berbagai kalangan (baik yang
Indonesia maupun yang bukan) yang pernah memberikan bantuan dan simpati
dalam segala bentuk dan cara.



Peringatan bersama selama tiga malam ini bisa juga diartikan sebagai
manifestasi dari harapan para sahabat dan para simpatisan agar usaha
kolektif yang sudah dibangun dengan  cita-cita kesetiakawanan, persahabatan,
kebebasan, persamaan, persaudaraan (liberté, égalité, fraternité) ini
selanjutnya bisa berlangsung terus dengan sukses-sukses yang lebih besar.



A.      Umar Said



PS.  Bagi mereka yang ingin menyampaikan pesan-pesan atau harapan-harapan
(atau pendapat) berkaitan dengan tulisan tentang ulangtahun ke-25 restoran
koperasi INDONESIA ini dapat mengirimkannya (lewat E-mail) sebelum tanggal
23-25 November  ataupun sesudahnya.























































No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.30/1127 - Release Date: 12/11/2007
21:19


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke