Essay - SEORANG PEJABAT PLN YANG TANGGAP
 
Niat baik mungkin bisa memudahkan dan membuka semua jalan. Itulah yang 
dikatakan Nabil Basalamah, Asisten Produser program JIKA AKU MENJADI (JAM) 
Trans TV. Itu diucapkannya, tak lama setelah kami mendapat begitu banyak 
kemujuran dalam proses liputan JAM. Kupikir, ucapan Nabil ada benarnya.
 
Pada 12-15 November lalu, kami berada di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, 
Surabaya, untuk liputan JAM. Program baru Trans TV yang berdurasi 30 menit, dan 
banyak mengangkat nasib warga miskin dari berbagai profesi ini, Insya-Allah 
akan tayang perdana mulai Minggu, 25 November 2007, pukul 18.00 WIB. 
 
Untuk setiap segmen terakhir dari tiap episode, biasanya kami menyisipkan 
“solusi” bagi warga miskin itu. Entah dia seorang pemulung, nelayan, atau dalam 
kasus liputan terakhir ini adalah seorang pemain ludruk, kesenian khas Jawa 
Timur. 
 
Pak Misdam, yang sudah puluhan tahun jadi pemain ludruk, tidak mampu membayar 
biaya pemasangan listrik untuk rumahnya sendiri. Selama ini keluarga Misdam 
dengan lima anak ini hanya “menempel” sambungan listrik ke rumah tetangga, dan 
tiap bulan ia harus membayar sejumlah uang ke tetangganya itu. Hal ini tentu 
amat tidak nyaman, karena pola pemakaian listriknya diatur oleh tetangga, tak 
bisa suka-suka.    
 
Crew JAM berinisiatif memberi kejutan pemasangan listrik pada keluarga Misdam. 
Maka pada 14 November sore hari, kami mendatangi kantor PLN di Krian, Sidoarjo. 
Meski kantor resminya sudah tutup, untunglah sejumlah pimpinan PLN masih ada di 
tempat. Saya, Nabil, dan Idos, reporter JAM, dengan hanya mengenakan kaos dan 
sandal (maklum, sedang liputan di desa), langsung menemui mereka.
 
Saya menjelaskan secara singkat isi program JAM dan rencana kami memberi 
kejutan pemasangan sambungan listrik untuk Pak Misdam. Kami meminta kemudahan 
dalam prosedur pemasangan, mengingat ini niatnya untuk membantu warga tak 
mampu. Biaya resmi pemasangan instalasi 450 Watt itu sekitar Rp 2,3 juta dan 
butuh waktu beberapa hari untuk pemasangannya. Belum lagi persyaratan fotocopy 
KTP dan tagihan PLN tetangga sebelah (sesuatu yang jelas tak bisa kami penuhi, 
karena menjaga kerahasiaan pada Pak Misdam).
 
Tapi Bpk. S (namanya saya samarkan), selaku manajer PLN Krian ini, tanpa kami 
minta malah menyetujui saja usul stafnya, untuk memotong lunas biaya instalasi. 
Singkatnya, PLN-lah yang akan membayar biaya itu ke kontraktor rekanan. Segala 
prosedur administratif juga dimudahkan. Jadi, kami dari JAM Trans TV cuma 
membayar biaya administrasi sekitar Rp 200 ribu. Bayangkan, dari tarif resmi di 
atas Rp 2 juta bisa menjadi Rp 200 ribu!
 
Dan selama proses pembicaraan itu, pihak pimpinan PLN tidak pernah menuntut 
macam-macam yang menyulitkan. Bagi crew JAM, ini juga surprise tersendiri. 
Karena, bayangan kami semula, aparat birokrasi pemerintah atau BUMN biasanya 
sangat prosedural, kaku, tidak luwes, dan suka menuntut macam-macam. Ini 
betul-betul menakjubkan!
 
Pada kesempatan lain, kontraktor rekanan PLN mengatakan pada saya, Pak S memang 
orangnya baik dan sosial. Jadi, kebaikan kali ini bukan karena cari muka atau 
takut pada Trans TV. 
 
Pimpinan PLN ini percaya bahwa niat crew JAM memang tulus untuk membantu 
keluarga Pak Misdam, yang notabene adalah seniman yang hidup susah. Saat ini 
tak pernah ada order manggung buat grup ludruk Gema Wijaya yang diikutinya. 
Jadi, Pak Misdam harus kerja serabutan apa saja, agar istri dan 5 anaknya tetap 
hidup.
 
“Alhamdulillah, Mas. Kalau berniat baik, ada saja jalannya,” ujar Nabil pada 
saya, ketika kami meninggalkan kantor PLN. Saya baru sadar, selama pembicaraan 
tadi, Pak S tidak pernah menanyakan surat atau bukti identitas Trans TV, atau 
hal-hal lain semacam itu pada saya, Nabil dan Idos. Padahal, selain kamera yang 
ditenteng Idos, tak ada satu pun dari kostum kami yang menandakan bahwa kami 
benar-benar orang Trans TV. Yah, semua kemudahan ini mungkin juga sudah 
rezeki-nya Pak Misdam. ***      

 
Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."


      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke