http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/16/070553.htm

*Sebuah Komet Tumbuh Lebih Besar dari Matahari *

JAKARTA, JUMAT - Sebuah komet yang menarik perhatian para pengamat
perbintangan dalam beberapa minggu terakhir ini setelah meledak, telah
tumbuh menjadi obyek yang berukuran lebih besar daripada Matahari.

Matahari adalah benda paling besar dan padat di tata surya yang
partikel-partikelnya menjangkau semua planet. Namun ukuran itu tertandingi
oleh Komet Holmes yang karena ledakannya, melepaskan begitu banyak debu dan
gas sehingga membentuk gumpalan raksasa di angkasa. Partikel-partikel yang
dilepaskan komet itu menjadi semacam selubungnya, atau disebut coma, yang
kian membesar.

"Benda itu makin membesar dan kini telah menjadi obyek tunggal terbesar di
tata surya," ujar para astronom Universitas Hawaii. Diameter coma pada 9
November 2007 tercatat sebesar 1,4 juta kilometer, berdasarkan pengukuran
Rachel Stevenson, Jan Kleyna dan Pedro Lacerda dari Institut Astronomi
Universitas Hawaii. Sementara diameter Matahari kurang lebih 1,392 juta
kilometer.

Dalam pengamatan menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Hubble, tampak suatu
struktur seperti dasi kupu-kupu di sekitar inti komet. Partikel-partikel
sangat kecil yang menjadi coma di Komet Holmes tampak terang benderang
karena terpapar sinar Matahari.

Di beberapa lokasi, Komet Holmes bisa diamati menggunakan mata telanjang
pada petang hari di langit timur laut, dan akan tampak seperti bintang
redup. "Kini ia akan terlihat seperti gumpalan awan," kata Joe Rao, kolumnis
Space.com. Rao menyarankan agar pengamat melihat komet itu akhir minggu ini,
sebelum Bulan terbit. Setelahnya Komet Holmes akan semakin redup namun masih
bisa terlihat sampai dua atau tiga minggu mendatang.

"Hingga beberapa minggu mendatang, selubung dan ekor komet akan
menggelembung seiring dengan penyebaran debunya lalu semakin redup," tulis
Stevenson dan rekan-rekannya.

Pada hari Senin, 19 November, akan tercipta pemandangan langit yang
menakjubkan. Menurut Spaceweather.com, komet akan lewat di depan bintang
Mirfak atau Alpha Persei, sehingga tampak seolah menelannya.

Ledakan Misterius

Tak seorangpun tahu mengapa Holmes meledak, meski kejadian serupa pernah
terjadi tahun 1892. Ledakan kali ini, yang dimulai sejak 24 Oktober lalu,
menjadikan benda langit yang biasanya redup itu menjadi salah satu obyek
paling terang di langit malam. Cahayanya lalu makin hilang ketika material
ledakannya menyebar dengan kecepatan 0,5 km/detik.

Uniknya ledakan komet itu terjadi dari inti padat komet yang terbuat dari
batu dan es dengan diamater hanya 3,6 kilometer saja. Namun komet itu berada
sangat jauh dari Bumi, yakni sekitar 240 juta kilometer atau kurang lebih
1,6 kali jarak Bumi-Matahari, sehingga teleskop Hubble sekalipun kesulitan
melihat inti komet.

Berdasar bentuk coma yang menyelubunginya, diperkirakan ada bagian komet
yang terlepas dan terpecah menjadi partikel-partikel debu setelah berpisah
dengan inti komet. Tetapi jarak yang jauh ditambah debu yang menutupinya,
telah menghalangi Hubble untuk melihat pecahan tersebut.


Sumber: Space.com
Penulis: wsn


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke