http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006116613
*LATIHAN HELANG LAUT TNI AL DAN TLDB BERAKHIR* KOBANGDIKAL (16/11) - Setelah tujuh hari berlatih, "Helang Laut" yang merupakan latihan rutin bersama antara TNI AL dengan Tentara Laut Diraja Brunei (TLDB) akhirnya berakhir. Acara tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Komandan Komando Latihan Armada (Wadan Kolatarma) Kolonel Laut (P) Asep Burhanudin, di Action Speed Tactikel Training (ASTT) Kobangdikal, Jumat (16/11). Menurut Kolonel Laut (P) Asep Burhanudin, latihan yang bertemakan "Dengan Latihan Helang Laut-10A/07 kita tingkatkan kerjasama dan profesionalisme TNI AL dan TLDB" ini diikuti sejumlah 20 Perwira TNI AL dan 18 Perwira TLDB. Latihan tersebut, selain bertujuan untuk meningkatkan hubungan persahabatan antara angkatan laut kedua negara, juga untuk lebih meningkatkan profesionalisme dan kerjasama taktik dalam kegiatan operasi laut bersama. Dalam latihan ini, lanjutnya, pelajaran yang dikembangkan adalah kerjasama prosedur dan taktik peperangan permukaan, peperangan elektronik dan peperangan anti kapal selam serta kerjasama taktis antara unsur TNI AL dan TLDB. Menurut Kolonel Laut (P) Asep Burhanudin, latihan dalam simulator ini di skenariokan kawasan perairan utara anggur talah terjadi peningkatan eskalasi dengan hadirnya Angkatan Laut negara Mangga (1 SS class sierra, 2 FFG class Juliet dan 3 CAP class Foxtrot) yang pada mulanya dimaksudkan untuk memprovokasi dalam usaha merebut wilayah negara Salak. Negara Salak terganggu kepentingan nasionalnya karena kehadiran Angkatan Laut negara Mangga tersebut. negara Pisang terganggu Garis Perhubungan Lautnya dengan kegiatan tersebut. Berdasarkan kesepakatan, Negara Pisang dan Salak melaksanakan operasi laut bersama untuk menjaga garis perhubungan laut dan menjamin kepentingan nasionalnya masing-masing. Dalam latihan itu kedua negara menurunkan lima kapal perang, tiga kapal perang TNI AL dan dua kapal perang TLDB. KRI yang dilibatkan adalah KRI Malahayati-362, KRI Singa-651, KRI Badik-623, sementara TLDB menurunkan KDB Waspada, KDB Satria. Sementara itu dalam penyajian dan pengkajian materi latihan, TLDB memimpin diskusi taktik peperangan permukaan dan pernika, sementara peperangan udara dan peperangan anti kapal selam oleh Perwira TNI AL. "Sementara single treat dilaksanakan secara bertahap untuk permasalahan peperangan permukaan dan anti kapal selam yang diberikan oleh pengendali latihan. Multi treat dilaksanakan secara bersama untuk permasalahan peperangan permukaan, anti kapal selam dan pernika yang diberikan oleh pengendali latihan," tegasnya. [Non-text portions of this message have been removed]

