Nama programnya kok kurang greget ya? Terasa menggantung

JIKA AKU MENJADI

Biasanya kalau dalam bahasa tulisan, akan diimbuhi dengan penuh titik titik.

JIKA AKU MENJADI ............................................

Kalau tanpa titik-titik biasanya menggunakan kalimat

AKU MAKIN MENJADI-JADI.

Tapi kan maknanya beda jauh.

Apa susah cari judul lain Mas Satrio?

Kesannya seperti ingin sekadar mencari kepanjangan dari JAM saja...

Padahal JAM (kalau diimbuhi dengan kata SESSION) mirip seperti acara musik 
jazz.

Apa hal itu tidak dipertimbangkan?




salam,

rd



----- Original Message ----- 
From: "Satrio Arismunandar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "Forum Kompas" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "naratama naratama" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "jurnalisme" <[EMAIL PROTECTED]>; 
"warta-lingk" <[EMAIL PROTECTED]>; "Begundal Salemba" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Kincir Angin" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "technomedia" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "AJI INDONESIA" <[EMAIL PROTECTED]>; "news Trans TV" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "student EMBA" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Etalase Indonesia" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "wikimu wikimu" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "pantau" <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "Awang Ruswandi 2" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "nabil" <[EMAIL PROTECTED]>; "Eno Susy 
Retno JAM Trans TV" <[EMAIL PROTECTED]>; "meydiana sari JAM" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 20, 2007 6:30 PM
Subject: [ppiindia] OOT- Saksikan JIKA AKU MENJADI di TransTV, Minggu, 25 
Nov, pukul 18.00


Program JIKA AKU MENJADI Tayang Perdana

Trans TV mulai hari Minggu, 25 November 2007, pukul 18.00 WIB, akan 
menayangkan program JIKA AKU MENJADI (JAM). Program magazine mingguan, 
berdurasi 30 menit, ini dengan demikian akan bertarung di prime time, 
berhadapan dengan berbagai sinetron yang sangat populer di stasiun-stasiun 
televisi lain. Keputusan bagian Programming, memasang JAM di slot pukul 
18.00, dengan demikian adalah keputusan yang berani.

Saya selaku producer berharap, program JAM ini akan betul-betul memenuhi 
harapan KPI bagi munculnya program TV yang berkualitas, punya unsur edukasi, 
bukan semata-mata mengejar rating. Saya pribadi beranggapan, program JAM ini 
InsyaAllah akan ikut berperan dalam meningkatkan solidaritas sosial terhadap 
rakyat kecil.

Yang dimaksud "rakyat kecil" di sini adalah mereka yang berprofesi "gurem," 
yang sering dipandang remeh dan tidak mendapat perhatian penuh dari 
pihak-pihak yang berwenang. Nara sumber JAM antara lain: buruh nelayan 
miskin (tidak punya perahu sendiri), nenek yang puluhan tahun jadi pemulung, 
pemain ludruk (kesenian khas Jawa Timur) yang tak pernah lagi dapat order, 
dan sebagainya.

Program JAM pada hakekatnya adalah upaya melihat kehidupan rakyat kecil 
(dengan profesi gurem) dari mata rakyat juga. Meskipun, rakyat (diperankan 
oleh talent) yang melihat ini adalah mereka yang biasa hidup di kota, dan 
biasanya mungkin tidak terlalu aware dengan kehidupan rakyat kecil yang 
sebenarnya.

Sengaja kami pilih sebagai talent di sini adalah orang biasa (bukan artis). 
Mereka direkrut dari iklan pencarian talent yang belum lama saya sebar 
melalui berbagai milis. Mereka saya haruskan ikut menjalani kehidupan 
narasumbernya, yakni tidur di rumah mereka, makan bersama keluarga 
(sesederhana apapun makanannya), dan seterusnya. Jadi, mereka dipaksa untuk 
betul-betul menghayati kehidupan orang susah.

Kehidupan susah itu banyak terwujud dalam hal-hal yang sederhana, tapi tak 
terbayangkan bagi orang kota. Misalnya, rumah narasumber yang tidak ada WC 
atau jambannya, sehingga kita harus buang air besar di sawah atau kali kecil 
di pinggir jalan. Saya sendiri, ketika selaku producer ikut mengawasi proses 
syuting di Desa Gamping, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur (12-15 
November 2007), juga sempat buang air besar di kali.

Kalau talent itu tampak terharu atau menangis di tayangan JAM, itu adalah 
tangisan asli dan alami karena situasi yang mereka hadapi. Jadi, bukan 
acting. Itulah sebabnya, saya tidak memilih talent yang sudah top atau artis 
sinetron, misalnya, karena bisa-bisa nanti penonton salah mengira, bahwa 
tangisan itu dianggap cuma acting.

Yang berat dalam menggarap program JAM bukanlah liputan atau syutingnya, 
tetapi justru risetnya. Saya tak bisa memperoleh narasumber yang tepat 
dengan hanya berbekal informasi dari Internet atau media massa, tetapi harus 
melihat langsung ke lapangan. Sebagai contoh: saya membutuhkan waktu tiga 
hari untuk menemukan seorang buruh nelayan, yang saya anggap paling miskin 
di Indramayu, Jawa Barat. Nelayan yang miskin di Indramayu itu banyak. 
Tetapi bagaimana menemukan nelayan, yang secara visual dan kondisi faktual 
betul-betul menggambarkan nelayan yang sangat miskin? Di sinilah letak 
kesulitannya.

Maka, pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih dan 
penghargaan yang sebesar-besarnya pada seluruh crew JIKA AKU MENJADI, yang 
telah bekerja keras dan serius, bagi perintisan awal program ini. Tanpa 
dukungan mereka, saya tak akan bisa berbuat banyak.

Saya merasa berbesar hati, bahwa pimpinan Trans TV percaya dengan kualitas 
program ini, sehingga memberi slot prime time. Namun, di sisi lain, saya 
juga merasa was-was tidak sanggup mempertahankan kualitas isi program, 
seperti diharapkan banyak orang. Saya cuma bisa bilang "bismillah" saja, 
semoga semua berjalan lancar.

Nah, untuk tidak berpanjang kata, silahkan saja menikmati tayangannya! 
Jangan lupa, Minggu, 25 November, pukul 18.00. Terimakasih atas perhatian 
dan apresiasi Anda semua!


Jakarta, 20 November 2007


Satrio Arismunandar
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627

http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com

"If you know how to die, you know how to live..."




      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you
with Yahoo Mobile. Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links





-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.1/1140 - Release Date: 19/11/2007 
19:05


Kirim email ke