Ketika sedang syuting untuk episode program JIKA AKU MENJADI di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, pertengahan November 2007, crew Trans TV bertemu dengan para pengungsi lumpur Lapindo, yang terpaksa bertahan hidup di pasar tersebut. Saya melihat, ribuan pengungsi ini sudah menjadi suatu komunitas tersendiri. Mereka mendiami los-los pasar, mandi, mencuci, masak, dan sebagainya di sana. Bahkan ada TK darurat yang dibangun di tengah lokasi pasar.
Pasar yang kini praktis jadi tempat pemukiman itu dipenuhi spanduk-spanduk. Mulai dari spanduk organisasi-organisasi tertentu, yang memberikan sumbangan kepada pengungsi, sampai spanduk bernada militan dari warga sendiri atau LSM. Inti dari isi spanduk-spanduk itu: warga korban lumpur tak mau dipolitisir atau dipermainkan oleh elite politik, yang menjadikan isu lumpur ini sebagai mainan politik. Ketika sedang asyik mengamati suasana di sana, seorang pria dengan anaknya yang belum berusia setahun menghampiri saya. "Ini anak saya," katanya. "Dia lahir di pengungsian, akibat bencana lumpur tersebut. Maka dia saya beri nama David Lapindo." Saya hanya bisa mengangguk. Entah, ada berapa David Lapindo lain yang lahir di tempat pengungsian ini. Sementara, prospek penyelesaian dan ganti rugi akibat lumpur ini tampaknya juga masih panjang dan berlarut-larut... Satrio Arismunandar Producer - News Division, Trans TV, Floor 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "If you know how to die, you know how to live..." ____________________________________________________________________________________ Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how. http://overview.mail.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]

