http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=1110

*RAKORLOG ANGKATAN UDARA 2007*
;
Pejabat Logistik Komunikasikan Tugas-tugas yang Telah Dilaksanakan, Hadapi
Tugas Baru 2008


Rapat koordinasi Logistik Angkatan Udara (Rakorlogau) merupakan kegiatan
tahunan yang dimanfaatkan sebagai forum untuk mengkoordinasikan dan
mengkomunikasikan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang telah
dilaksanakan oleh jajaran logistik selama satu tahun terakhir, guna
menemukan dan mengenali simpul-simpul kekuatan dan kelemahan, untuk
dijadikan acuan dalam pelaksanaan tugas-tugas selanjutnya. Sehingga para
peserta Rakor diharapkan dapat secara aktif untuk mengkomunikasikan
permasalahan dan kendala yang yang dihadapi.

Terlebih dalam pelaksanaan Rakorlog ini, setiap pejabat harus mampu
memberikan kontribusi melalui pemikiran konstruktif terkait dengan
permasalahan seiring dengan adanya sorotan banyak pihak terhadap kinerja
pelaksana fungsi logistik, baik di lingkungan pemerintah maupun di
lingkungan TNI.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada TNI Angkatan Udara,
fungsi logistik memegang peranan yang sangat menentukan. Institusi yang
mengelola Alat Utama Sistem Udara, dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari
permasalahan yang sifatnya kompleks, khususnya yang berkaitan dengan sumber
daya dan sumber dana yang disediakan untuk menopang sektor pertahanan negara
yang demikian luas. Kondisi seperti ini, menuntut pejabat logistik dari
tingkat kebijakan hingga tingkat pelaksana untuk bekerja dengan penuh
kesunguhan dengan penuh inovasi yang bersandar pada aturan baku yang
berlaku.

Dari kenyataan itu, dengan keterbatasan anggaran, jajaran logistik Angkatan
Udara tetap harus melaksanakan dan mengoptimalkan pembinaan personel
logistik secara profesional dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Udara.
Sehingga seluruh pejabat logistik yang menjadi manajer logistik distrata
tugas dijajaran Angkatan Udara diharapkan mampu mengkoordinasikan secara
langsung saat berlangsungnya Rakorlog 2007 kali ini.

Pembinaan dan dukungan dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara, sampai saat
ini harus selalu memperhatikan faktor efisiensi dan efektivitas guna
mencapai sasaran yang diinginkan dengan menetapkan skala prioritas bagi
masing-masing sasaran. Dengan penetuan prioritas tersebut, Kasau
mengharapkan jajaran logistik dapat dengan segera menentukan langkah-langkah
konkrit yang tepat, sehingga personel logistik terbangun motivasinya untuk
selalu memberikan yang terbaik bagi Angkatan Udara.

Ketelitian mulai dari perencanaan kebutuhan logistik, ketepatan dan
kecepatan dalam proses pengadaan dan pendistribusian, kecermatan dalam
perawatan dan pemeliharaan hingga keseriusan untuk mengawasi setiap
pekerjaan menjadi tanggung jawab penting yang harus senantiasa melekat pada
diri pejabat logistik. Tanggung jawab ini menunjukkan tingkat
profesionalisme yang tidak boleh diabaikan demi tercapainya sasaran yang
direncanakan.

Dalam Rakorlog 2007, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman
Prayitno menekankan, bahwa forum ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai
tempat berkomunikasi dua arah yang efektif, sehingga kendala dan
permasalahan yang terjadi selama ini dapat dipecahkan dengan sebaik-baiknya.

Demikian sambutan Kasau yang dibacakan oleh Asisten Logistik Kasau Marsekal
Muda TNI IB Sanubari, saat pembukaan Rakorlog AU 2007, di Gedung Serba Guna
Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (22/11).

Kasau juga memberikan pandangan bahwa, saat ini pemerintah telah memiliki
perhatian besar terhadap kondisi TNI khususnya Angkatan Udara dengan seluruh
kesiapan Alut Sista, meskipun seluruh kebutuhan anggaran yang diperlukan
oleh TNI AU, belum dapat dipenuhi, namun hal itu dikarenakan pemerintah
masih terfokus pada masalah yang lebih penting, antara lain penanganan
musibah dan bencana serta kemiskinan.

Harapan besar oleh Kasau bahwa nanti tahun 2009 seluruh kesiapan alutsista
dapat dicapai 80 %. Dengan terus meningkatnya kesiapan alut sista tersebut,
diharapkan meningkat pula tingkat ketrampilan awak pesawat yang mengarah
kepada profesionalisme sumber daya manusia, sehingga accident factor dapat
ditekan. Karena setiap incident atau bahkan accident dapat mengakibatkan
kerugian materil atau bahkan kehilangan personel.

Secara garis besar Kasau memberikan prioritas yang perlu mendapat perhatian
diantaranya;

Jam Terbang. Alokasi jam terbang priorotasnya adalah untuk kepentingan
operasi dan latihan serta dukungan terhadap operasi militer selain perang,
khususnya dalam mendukung tindakan-tindakan yang berdimensi kemanusiaan.

Pemeliharaan alutsista. Adakan evaluasi untuk mengkonversikan beberapa
alutsista tua yang fungsi dan peranannya sudah dapat dan akan digantikan
dengan alutsista yang lebih baru.

Pembinaan Materiil. Dayagunakan semaksimal mungkin setiap materiil yang
telah dimiliki, baik dalam bentuk alat peralatan dan suku cadang maupun
berbagai barang lainnya dalam gudang-gudang TNI AU.

Koordinasi. Lakukan koordinasi dengan instansi-instansi diluar AU yang
memiliki kemampuan pemeliharaan alutsista dan komponen-komponennya, untuk
membantu memecahkan masalah-masalah pemeliharaan alutsista.

Pendayagunaan asset. Dalam setiap pendayagunaan asset, hasilnya harus
benar-benar untuk meningkatkan kesiapan operasional satuan. Lengkapi dengan
administrasi yang jelas dan tertib, dan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Penertiban senjata api. Perlu dikaji petunjuk yang berkaitan dengan
penggunaan senjata api. Tertib administrasi senjata api merupakan hal yang
mutlak harus dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke