http://www.tniad.mil.id/news.php?id=1873

*SATGAS KONGA XX-E DAPAT ACUNGAN JEMPOL DARI PBB DI KONGO*


Satgas Garuda XX-E pimpinan Letkol Czi T. Yoga Pranoto mendapat pujian dari
Staf Force Engenering Monuc, padahal penugasan Kompi Zeni TNI dalam misi PBB
di Kongo (Monuc) baru memasuki bulan kedua (Oktober-Nopember 2007). Pujian
ini diterima oleh kontingen Merah Putih berkat hasil kerja keras seluruh
anggota dalam pembuatan landasan pacu bandara di Dungu, yang dianggap sangat
urgent oleh Monuc. Pujian ini diberikan kepada Kontingen Indonesia setelah
dari pihak Sipil Engenering maupun pihak Force Engenering tingkat Brigade
dan Divisi melihat langsung kinerja anggota Satgas dalam mengerjakan
landasan pacu di Dungu.

Dalam pujian tertulisnya melalui lotus tertanggal 13 November 2007, Staf
Force Engenering Monuc mengatakan bahwa Tim Indo Eng Coy telah mengerjakan
pekerjaan konstruksi landasan pacu bandara Dungu dengan sangat baik dan
telah memenangkan pencapaian target yang mengagumkan. Dari total panjang
landasan pacu bandara 2380 m sudah mampu dikerjakan 1600 m, pada 13 Nopember
2007 sehingga pada 1 Januari 2008 siap untuk operasional.

Terkait dengan penilaian dari Staf Force Monuc, Komandan Satuan Tugas
(Dansatgas) Garuda XX-E Letkol T. Yoga Pranoto, pada kesempatan apel pagi
Senin (19/11) berharap agar seluruh anggota tidak cepat puas dengan pujian
atau acungan jempol dari satuan atas, mengingat perjalanan masih cukup
panjang. Menurut Dansatgas, masih banyak lagi pekerjaan yang harus
diselesaikan serta bervariasi jenisnya seperti pembuatan jalan dan sarana
pendukung lainnya maupun pemeliharaan bandara, kemudian perbaikan jalan dan
jembatan yang menghubungkan bandara dengan kota Dungu, pemeliharaan bandara
Mavivi-Beni. Hal ini menurut Dansatgas terlebih lagi apabila ada perintah
dari satuan atas memerintahkan untuk membantu kontingen lain seperti yang
sekarang sedang dilaksanakan yaitu membantu pembuatan bunker kontingen
Afrika Selatan di Mavivi-Beni.

Dansatgas juga mengingatkan kepada seluruh anggota Satgas Konga XX-E agar
tidak cepat puas karena bisa mengakibatkan kesombongan dan lupa daratan,
yang akhirnya bukan pujian yang kita terima melainkan sebaliknya citra jelek
yang akan kalian dapatkan. Padahal kita semua sudah mempunyai komitmen bahwa
tugas kita adalah tugas negara untuk membawa nama baik bangsa dan negara di
kancah internasional. Untuk itu Dansatgas berharap agar seluruh anggota
Satgas tetap bekerja seperti yang telah digariskan. "Jangan ada sedikitpun
"Degradasi disiplin kerja" artinya bahwa disiplin tidak hanya pada waktu
baru datang saja, melainkan harus tertanam sepanjang masa, itulah ciri khas
prajurit TNI," kata Dansatgas.(Sumber:www.tni.mil.id/Dispenad)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke