http://www.antara.co.id/arc/2007/11/22/laba-bersih-indosat-rp1-445-triliun-atau-naik-56-persen/


*Laba Bersih Indosat Rp1,445 Triliun atau Naik 56 Persen*

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam,
mengatakan Indosat meraih laba bersih untuk sembilan bulan 2007 sebesar
Rp1,445 triliun atau naik 56 persen dibandingkan dengan sembilan bulan 2006.


"Kinerja Indosat pada sembilan bulan 2007 dikontribusikan dari meningkatnya
permintaan layanan selular, data tetap dan telepon tetap," kata Johnny dalam
pemaparan hasil kinerja Indosat sampai 30 September 2007 di kantor Indosat
di Jakarta, Kamis.

Dengan hasil kinerja tersebut, kata Johnny, Indosat menunjukkan peningkatan
signifikan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun dan menjadi bukti
bahwa strategi perusahaan sudah ada pada jalur yang tepat.

Selain itu, Indosat mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 11,880 triliun
dan laba usaha sebesar Rp 3.204,4 triliun untuk periode yang berakhir 30
September 2007, yang berarti tumbuh masing-masing sebesar 34 persen dan 31,0
persen dibandingkan periode yang sama tahun 2006.

Layanan selular, layanan data tetap (multimedia, internet dan komunikasi
data atau MIDI) dan layanan telepon tetap memberikan kontribusi sebesar 77
persen, 13 persen dan 10 persen terhadap pendapatan usaha secara berurutan.

Pendapatan usaha dari layanan seluler tumbuh 38 persen dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu yang didorong terutama oleh pertambahan
pelanggan seluler meningkat 5,3 juta sehingga mencapai 22 juta atau naik
54,8 persen dibandingkan perode yang sama pada tahun 2006.

Pertumbuhan pelanggan pasca bayar (Matrix) dan pelanggan pra bayar (Mentari
dan IM3) disebabkan oleh jaringan yang semakin luas, peningkatan kualitas
layanan dan brand produk yang semakin kuat.

Pendapatan usaha dari layanan data tetap tumbuh sebesar 11 persen menjadi
Rp1,568 Triliun dalam sembilan bulan 2007 dan kenaikan pendapatan ini
terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk layanan internet,
sirkit sewa dan IPVPN.

Sedangkan pendapatan usaha dari layanan telepon tetap juga meningkat menjadi
Rp1,165 Triliun atau tumbuh 43 persen dari tahun ke tahun yang disebabkan
oleh pertumbuhan pendapatan dari layanan sambungan internasional (SLI 001,
SLI 008 dan layanan Flat Call 01016) khususnya akibat meningkatnya
pendapatan dari trafik panggilan `incoming` dan meningkatnya pendapatan dari
layanan telepon tetap nirkabel yaitu StarOne seiring bertambahnya cakupan
kota yang menawarkan jasa ini di 24 kota.

Di tengah terjadinya fluktuasi nilai tukar mata uang asing, kerugian
derivatif turun cukup signifikan 97,6 persen disebabkan oleh apresiasi
rupiah di sembilan bulan tahun 2006 dan depresiasi Rupiah di sembilan bulan
tahun 2007 (dibandingkan akhir tahun 2006).

Hal ini menunjukkan kebijakan lindung nilai Indosat sudah tepat.

Sedangkan komitmen Indosat untuk belanja modal (capital expenditure) adalah
sekitar Rp. 10,28 triliun untuk sembilan bulan 2007.

Belanja modal tersebut digunakan antara lain untuk penggelaran BTS di
seluruh wilayah nusantara dari wilayah padat sampai wilayah terpencil di
luar pulau Jawa, jaringan kabel yang menghubungkan pulau-pulau utama dan
infrastruktur penunjang lainnya.

Indosat juga mencatatkan pertumbuhan biaya usaha sebesar 35 persen yang
disebabkan oleh peningkatan biaya depresiasi dan biaya lain-lain sebagai
konsekuensi dari program penggelaran jaringan, misalnya biaya pemasaran,
biaya pemeliharaan dan biaya sirkit sewa.

Namun Indosat berhasil mempertahankan EBITDA marjin 57,5 persen pada format
pendapatan bersih (net) atau sama dengan 52,7 persen pada format pendapatan
kotor (gross).

Indosat telah menyampaikan laporan tersebut kepada Bapepam, Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Purwantono, Sarwoko & Sandjaja, anggota
Ernst and Young Global bertindak sebagai auditor independen perusahaan.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke