http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0711/21/133046.htm
*Struktur Otak Penderita Migren Berbeda * Para ahli saraf berhasil menemukan perbedaan area sensorik pada otak penderita migren. Dibandingkan dengan orang yang bebas migren, area sensorik mereka lebih tipis. Tapi belum jelas apakah penipisan tersebut disebabkan oleh migren atau hal tersebut yang menyebabkan sakit kepala sebelah. Dalam penelitian yang melibatkan 24 penderita migren dan 12 orang sehat diketahui ada perbedaan ketipisan bagian otak hingga 21 persen. Para ahli menduga penipisan area otak tersebut menyebabkan pasien lebih sensitif terhadap rasa sakit. "Serangan migren yang berulang bisa saja membuat adanya perbedan struktur otak, atau sebaliknya. Perubahan tersebut juga bisa terjadi karena stimulus yang sudah berlangsung bertahun-tahun, apalagi kebanyakan penderita migren sudah mengalami serangan sakit kepala sejak lama," kata ketua peneliti Dr. Nouchine Hadjikhani. Ditambahkan oleh Nouchine, dari penelitian tersebut diketahui bahwa mekanisme sensor otak merupakan sesuatu yang penting pada penyakit migren. "Ini bisa menjelaskan mengapa penderita migren juga sering merasakan sakit pada bagian tubuh lainnya, seperti nyeri punggung, sakit rahang, atau kulit yang hipersensitif pada rasa sakit," katanya. Untuk itu para ahli menyarankan terapi migren seharusnya dilakukan untuk pencegahan sehingga proses perubahan struktur otak bisa dihentikan dan pasien tidak menjadi hipersensitif lagi pada rasa nyeri. Beberapa obat yang berhasil mengurangi frekuensi atau ambang kesakitan serangan migren adalah obat golongan beta blocker, seperti propanolol atau antidepresan. (BBC/An) [Non-text portions of this message have been removed]

