----- Original Message -----
From: Wayan Nawa
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 23, 2007 1:28 PM
Subject: RE: [tourismindonesia] Upacara Kasada Bromo
Penulis Teks berikut (Barry Kusuma) tidak paham dengan HINDU di BALI tapi
memaksakan diri seolah-olah mengenal HINDU di BALI. Terbukti dengan menyebut
HINDU BALI mengenal kasta yang membedakannya dengan masyarakat HIndu Tengger.
Kasta tidak dikenal di dalam Weda, jadi Hindu tidak mengenal Kasta. Istilah
Kasta sendiri masuk ke dalam budaya masyarakat Bali pada jaman kolonial, untuk
tujuan memecah belah (untuk mengkotak-kotakkan) masyarakat ke dalam kelompok
masyarakat. Kemudian istilah KASTA dipertegas lagi oleh penulis-penulis budaya,
sejarah, peneliti budaya & tradisi Bali yang bukan beragama Hindu. Sebagian
penulis-penulis tersebut dengan sengaja ingin memfitnah Agama Hindu seolah-olah
HIndu membedakan manusia berdasarkan atas Kasta. Dengan demikian masyarakat non
hindu yang ingin memeluk Hindu akan mengurungkan niatnya, karena mereka takut
setelah masuk Hindu tidak mendapat kasta yang tinggi dan ditempatkan menjadi
masyarakat Hindu marginal.
Untuk Bung Barry, sebaiknya sebelum menulis sesuatu agar memakai referensi
yang benar ...
----------------------------------------------------------------------------
To: [EMAIL PROTECTED]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thu, 22 Nov 2007 11:52:15 +0000
Subject: [tourismindonesia] Upacara Kasada Bromo
Kasada Bromo
Teks oleh Barry Kusuma
Untuk melihat foto klik (http://www.alambudaya.blogspot.com/ )
Bromo mempunyai pesona alam yang sangat luar biasa, tidak akan pernah habis
kekaguman kita oleh pemandangan alam yang indah. Gunung Bromo berasal dari
bahasa Sansekerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama, gunung
bromo ini merupakan gunung yang masih aktif dan objek pariwisata yang sangat
terkenal diwilayah jawa Timur. Gunung bromo mempunyai ketinggian 2.400 meter
diatas permukaan laut.
Padang Savana dialam pegunungan yang sangat sejuk, kita dapat melihat
rerumputan kering dan padang pasir yang sangat luas. Yang sangat menarik dan
indah pada saat matahari terbit yang kita lihat dari Puncak Gunung di
Pananjakan, karena kabut yang menyelimuti bawah gunung bromo membuat panorama
indah dan mistik. Untuk mencapai gunung pananjakan kita dapat menyewa mobil
hardtop yang banyak terdapat di penginapan. Atau jika anda ingin menikmati
pemandangan secara alami dan sehat anda dapat melewati jalan setapak menunuju
jalan penanjakan. Tetapi sangat disarankan anda menyewa guide yang sudah sangat
terbiasa akan jalan dan medan di Bromo.
Selain itu juga Suku Tengger memiliki daya tarik yang luar biasa karena
mereka sangat berpegang teguh pada adat istiadat dan budaya yang menjadi
pedoman hidupnya. Pada tahun 1990 suku tengger tercatat berjumlah 50 ribu yang
tinggal dilereng gunung Semeru dan disekitar kaldera. Mereka sangat dihormati
oleh penduduk sekitar karena mereka sangat memegang teguh budaya mereka dengan
hidup jujur dan tidak iri hati. Konon Suku tengger adalah keturunan Roro
Anteng(putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (putera brahmana). Bahasa daerah
yang mereka gunakan sehari hari adalah bahasa jawa kuno. Mereka tidak memiliki
kasta bahasa, sangat berbeda dengan Bahasa jawa yang dipakai umumnya karena
mempunyai tingkatan bahasa.
Sejak Jaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci,
karena mereka dianggap abdi abdi kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka
masih menganut agama hindu, yang membedakan dengan hindu dharma Bali adalah
perbedaan kasta. Mereka tidak menganut sistem kasta sedangkan kepercayaan Hindu
yang terdapat dibali menggunakan sistem kasta. Setahun sekali masyarakat
tengger mengadakan upacara yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi disebuah pura
yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak
gunung bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan
purnama dibulan kasodo menurut penanggalan jawa.
Tempat untuk mengadakan upacara kasada adalah Pura Luhur Poten Gunung
Bromo, tidak seperti pemeluk hindu pada umumnya yang memiliki candi candi
sebagai tempat ibadah. Namun poten merupakan sebidang tanah dilahan pasir
sebagai tempat berlangsungnya upacara kasada. Asal usul upacara Kasada terjadi
beberapa abad yang lalu "Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari kerajaan
Majapahit, permaisuri dikaruniai anak perempuan yang bernama Roro Anteng.
Setelah beranjak dewasa sang Putri jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari
Kasta Brahmana yang bernama Joko Seger. Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami
kemerosotan dan semakin berkibarnya perkembangan Islam di P Jawa. Beberapa
orang kepercayaan kerajaan dan sebagian keluarganya memutuskan pergi kewilayah
timur. Dan sebagian besar ke kawasan pegunungan tengger, termasuk Roro Anteng
dan Joko Seger. Setelah mereka menjadi penguasa diwilayah ini, mereka sangat
sedih karena belum dikaruniai seorang anak. Berbagai macam cara mereka coba,
sampai pada akhirnya mereka kepuncak Gunung Bromo untuk bersemedi. Akhirnya
permintaan mereka dikabulkan dengan munculnya suara gaib, dengan syarat anak
bungsu mereka setelah lahir harus dikorbankan kekawah gunung bromo. Setelah
mereka dikaruniai 25 orang anak, tiba saatnya mereka harus mengorbankan si
bungsu. Tetapi mereka tidak tega melakukannya, karena hati nurani orang tua
yang tidak tega membunuh anaknya. Akhirnya sang dewa marah dan menjilat anak
bungsu tersebut masuk kekawah gunung, timbul suara dari si bungsu agar orang
tua mereka hidup tenang beserta saudara-saudaranya. Dan tiap tahun untuk
melakukan sesaji yang dibuang ke gunung bromo. Sampai sekarang adat istiadat
ini dilakukan secara turun menurun.
Untuk dapat melihat upacara kasada bromo lebih baik kita datang sebelum
tengah malam, karena ramainya persiapan para dukun. Hari hari upacara kasada
bromo, banyak penduduk sekitar yang berdatangan. Baik mengendarai sepeda motor
atau kendaraan pribadi lainnya. Sehingga mengakibatkan jalanan kebawah menuju
kaki gunung sangat macet. Dan bisa membuat Mobil dari gerbang tidak bisa turun
kebawah. Jalan lain kebawah yaitu anda berjalan dengan rombongan rombongan
penduduk yang menuju pura. Karena jika sendiri dipastikan akan tersesat, karena
kabut yang sangat tebal dan pandangan sangat terganggu.
Selain itu Upacara Kasada bromo juga dilakukan untuk mengangkat seorang
Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua
adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa
hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji
yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan
Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi
sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya
ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali
menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun
dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat
Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin
acara acara ritual, perkawinan dll. Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus
ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra.
Setelah Upacara selesai, ongkek ongkek yang berisi sesaji dibawa dari
kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai
simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah
banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka
jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah
gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk
yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka
menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil
ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang
berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari
Kasada Bromo.
Exotic Nature and Culture of Indonesia (http://www.alambudaya.blogspot.com/
)
------------------------------------------------------------------------------
Get your free suite of Windows Live services! Windows Live
------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.5/1148 - Release Date: 23/11/2007
19:39
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/