http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8118
*MENHAN: KEMAMPUAN PERTAHANAN TIDAK HANYA DIDUKUNG MILITER * Medan - *Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono* mengatakan, kemampuan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh dukungan pertahanan militer saja, namun juga melalui kemampuan non militer yang secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan alat utama sistem pertahanan (alut sista). Departemen Pertahanan (Dephan) tengah mengembangkan konsep "non militer" sebagai suatu konsep pertahanan dengan melibatkan "perang otak" dan "perang daya cipta" dalam pecaturan ekonomi, katanya dalam makalahnya yang dibacakan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan, Marsda TNI Eris Herianto,di Medan, Kamis. Makalah tersebut disampaikannya pada Forum Komunikasi (Forkom) Litbang Pertahanan yang diadakan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan. Menhan menambahkan, potensi dukungan pertahanan yang merupakan salah satu aspek penting dalam pertahanan semesta belum didayagunakan secara opimal sebagai akibat dari belum sinkronnya kebijakan dan strategi pertahanan yang ada dengan kebijakan pmerintah daerah. Sehubungan itu, menurut dia, diperlukan upaya-upaya yang antara lain dimulai dengan diadakannya Forkom Litbang Pertahanan untuk menginvetarisir dan mencari solusi permasalahan tersebut. Ia mengatakan, keterpaduan antara pertahanan militer dan non militer dibangun untuk menangkal, mencegah, menindak dan meniadakan setiap ancaman. "Pertahanan militer yang merupakan pertahanan bersenjata dilaksanakan dengan mengoptimalkan kekuatan TNI sebagai komponen utama dan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung," katanya menegaskan. Sedangkan pertahanan non militer dilaksanakan melalui pemberdayaan segenap rakyat dan sumberdaya nasional lainnya dalam rangka kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, sehingga memiliki daya tangkal bangsa. Menurut dia, tidak dapat dipungkiri bahwa ancaman pada saat ini tidak hanya berupa ancaman terhadap kedaulatan, namun juga terhadap kesejahteraan. Kedua sisi ancaman ini saling mempengaruhi, sehingga terancamnya kedaulatan negara akan mengancam pula kehidupan kesejahteraan, demikian pula sebaliknya. "Untuk itu, dalam menghadapi ancaman tersebut diperlukan integritas pembangunan kemampuan pertahanan melalui pemberdayaan unsur-unsur pertahanan militer serta unsur-unsur pertahanan non militer," katanya. Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

