http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=314849&kat_id=23



*RI Jadi Peserta Konferensi Perdamaian Timteng di Annapolis*

Jakarta- RoL-- *Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda* akan mewakili
pemerintah RI dalam konferensi perdamaian Timur Tengah (Timteng) pada 26-27
November di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, yang bertujuan meletakkan
dasar bagi penyelesaian atas konflik Israel-Palestina.

"RI memutuskan untuk turut hadir sebagai peserta dan berpartisipasi dalam
konferensi itu," kata Menlu RI di Ruang Palapa Departemen Luar Negeri RI,
Jakarta, Jumat. Kedatangan Indonesia, lanjut Menlu RI, merupakan jawaban
atas undangan yang disampaikan oleh Menlu AS Condoleezza Rice pada 21
November lalu.

"Harapan kehadiran Indonesia juga telah dua kali dikemukakan oleh Presiden
Palestina Mahmoud Abbas dalam dua kali pertemuannya dengan *Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono* di New York September lalu dan di Jakarta pada Oktober,"
katanya.

Menurut Hassan, dalam konferensi yang hanya berlangsung satu setengah hari
dan diikuti oleh 49 negara atau organisasi itu pemerintah RI akan
menyampaikan pandangannya mengenai arti pentingnya penyelesaian konflik
Israel-Palestina dengan jalan damai. Status Indonesia sebagai peserta
konferensi memungkinkan Indonesia terlibat secara aktif dalam konferensi
itu.

Pemerintah RI dan masyarakat internasional, lanjut dia, berharap melalui
konferensi tersebut perundingan perdamaian dapat dihidupkan kembali.
Sekalipun konferensi tersebut membuka harapan baru, namun Hassan mengatakan
publik hendaknya jangan berharap terlalu tinggi akan tercapainya kesepakatan
yang mengikat.

"Konflik ini telah berlangsung lebih dari tiga generasi, tentu tidak dapat
diselesaikan dalam satu kali konferensi," katanya.  Tapi, lanjut dia, jika
konferensi ini membawa hasil positif maka akan membawa suatu harapan bagi
penyelesaian konflik Israel-Palestina dan konflik di Timur Tengah secara
menyeluruh.

Saat ditanya mengenai pernyataan HAMAS bahwa konferensi tersebut sebagai
salah satu tipu daya Israel, Menlu RI mengatakan bahwa dalam pertemuannya
dengan sejumlah pejabat HAMAS tahun lalu, pemerintah RI telah menyampaikan
bahwa tidak ada cara lain untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina
selain dengan jalan damai guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban.
Hassan juga mengatakan bahwa *Presiden Yudhoyono* juga telah menyampaikan
bahwa konferensi internasional akan efektif jika melibatkan pihak-pihak yang
terkait langsung.

"Yang terlibat langsung ada empat yaitu Israel dan Palestina, lalu Suriah
terkait konflik Israel-Suriah tentang dataran Golan dan Lebanon terkait
konflik Israel-Lebanon Selatan," katanya. Indonesia memberikan masukan agar
konferensi itu tidak hanya membahas konflik Israel-Palestina namun juga
masalah dataran Golan dan Lebanon Selatan walaupun bukan sebagai prioritas
utama.

Pihak-pihak yang diundang untuk menghadiri konferensi itu adalah Amerika
Serikat, Israel, Palestina, Aljazair, Sekretaris Jenderal Liga Arab,
Bahrain, Brasil, Kanada, Cina, Mesir, Komisi Uni Eropa, Ketua Kebijakan Luar
Negeri Uni Eropa, Portugal sebagai Presiden Uni Eropa, Perancis, Jerman,
Yunani, *Indonesia*, Irak, Italia, Jepang, Yordania, Libanon, Malaysia,
Mauritania, Maroko, Norwegia, Oman, Pakistan, Polandia, Qatar, Rusia, Arab
Saudi, Senegal, Slovenia, Afrika Selatan, Spanyol, Sudan, Swedia, Suriah,
Utusan Khusus Kwartet Tony Blair, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris,
Sekjen PBB dan Yaman. IMF dan Bank Dunia juga diundang sebagai pengamat.
antara/mim


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke