kok jadinya menjelekan negara sendiri? buat p. Dono yang selalu membandingkan negara di arab dengan negara di eropa, buat mas Mediacare/RD/Indonebia yang ber-KTP Islam, buat mas Richard yg saya yakin KTP-nya bukan Islam, buat mas Nugroho yang wahabi dan lain-2 aktivis milis PPI India dimana saja berada.
sekedar mengingatkan bahwa kondisi (mikro) seperti inilah yang bikin negara kita (Indonesia) tidak pernah bisa maju. semua berdebat, semua merasa benar dan semua pengin menang dalam berdebat. sebenarnya kalau pengin fair, jangan cuma membandingkan antara arab dengan eropa saja, tapi coba lihat negara-2 di amerika selatan yang nota bene bukan negara muslim toh kehidupannya tidak lebih baik dari Indonesia. atau gak usah jauh-2 deh, lihat philipina dia bukan negara islam tapi kondisinya juga sama seperti Indonesia. apalagi kalau mau pakai contoh negara islam di afrika, pembandingnya juga harus negara yang bukan islam yang di afrika dong. kalau toh eropa maju itu lebih karena mereka selama ber-abad telah menghisap "darah" rakyat jajahannya. mereka tidak akan bisa makmur dan mengembangkan seluruh sendi kehidupan tanpa ada "darah" dari negara jajahannya. kalau mau fair lagi, mereka orang-2 eropa ini harus mengembalikan seluruh sumber daya yang dulu mereka bawa secara paksa, kembali ke negara jajahan mereka. tapi apakah mereka mau, jelas tidak dong, gila kali ya :)) khusus yang ini p. Dono mungkin komennya, salah sendiri kenapa bisa dijajah, kenapa mau diadu domba hehehe ... kalau sudah kayak gini ya tutup buku saja gak ada guna lagi berdebat. khusus untuk orang arab saudi, pernah satu ketika ada teman saya dihina oleh orang arab saudi (mereka berdua kuliah di kampus yang sama di jepang), si arab ini bilang orang indonesia itu malas dan bodoh. lantas dengan enteng teman saya bilang kepada orang arab saudi tsb, kenapa semua Nabi turun di tanah arab. tentunya si arab ini jawab dengan muluk-2 tentang sejarah nabi. kemudian teman saya bilang omong kosong dengan itu semua, jawabannya adalah bahwa orang arab adalah orang jahiliyah. sejak saat itu sampai lulus si arab ini tidak pernah mau bertemu dengan teman saya, walaupun keduanya kadang-2 harus datang pada seminar Lab. mereka. nah apakah kita akan tenggelam dengan kejahiliahan berdebat tanpa ujung pangkal? buat mas Harris, mas Nizami, mbak sFe, sasaran dakwah anda itu bukan dengan orang-2 disini. tapi kepada orang-2 yang ada dan mempengaruhi jalannya sistem pemerintahan, legislatif dan peradilan. mereka merupakan kunci dari ketertinggalan bangsa ini. mereka (apapun agamanya) sudah banyak yang dibutakan oleh kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. kalau dakwah anda berhasil mengubah pola pikir, tindakan dan sifat orang-2 tersebut diatas, maka akan gugurlah semua hipotesa negatif tentang Islam. kalau nyang ini pasti ada yang iseng komen mana bisa, tidak mungkin bisa atau sederet kata-2 pesimis lainnya :p mengatur orang indonesia yang sudah mencapai lebih dari 200 juta jiwa, ratusan atau bahkan ribuan (cmiiw) etnis, berbagai agama dll adalah suatu hal yang tidak mudah. mungkin pemerintah dinegara eropa atau negara maju tidak akan pernah menemui tantangan seperti di indonesia. Mau membandingkan dengan amerika? amerika sudah berapa tahun berdiri? tidak ada satupun negara di dunia ini hal heterogenitas populasinya (by origin, bukan by imigran) bisa dibandingkan dengan dengan indonesia, mungkin hanya china. kalau membandingkan apel to apel jangan aple to niple ;p terakhir, bagi saya, haqul yakin apapun agamanya kalau korupsi tetap akan korupsi tanpa adanya moral, kejujuran dan sanksi yang berat. salam, anto' --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas, bagaimana manusia besar dihormati dinegara preman? Biar beragama > sejuta kali, mulut ber-busa-busa sok sholeh, hati tetap preman, > korupsi merajalela, kesenjangan sosial makin dahsyat. Jangan lupa, > Abraham Lincoln, Shimon Perez, Mahatma Gandhi, Martin Luther King > dibunuh bangsa sendiri.. > > > Salam bingung > > Danardono > > > --- In [email protected], "mediacare" <mediacare@> wrote: > > > > Yah Pak Richard, saya juga sebagai umat Muslim jadi malu... > > Kenapa bisa begini? Semuanya kacau balau, orang yang pikirannya > bener macam Gus Dur, almarhum Cak Nur, dan juga Ulil malah dikuyo- > kuyo. > > > > Semalam saya nonton The Black Hawk Down untuk yang kesekian kali. > Filmnya cukup menyentuh. Itu penduduk Mogadishu di kantong muslim ya > kacau begitu.... > > Apa ajarannya yang salah atau gimana? Kok demennya bunuh-bunuhan. > > > > > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Richard Somawinata > > To: [email protected] > > Sent: Tuesday, November 27, 2007 3:26 PM > > Subject: Re: [ppiindia] Re: Heeeheeee., sang pengecut moderator > zamanku, kini giliran saya. > > > > > > Di negara kita Indonesia juga buanyak buanget gelandangan, org > cacat/lumpuh pada ngemis, korek2 sampah, tinggal dibantaran kali, > atau diatas gunungan sampah di TPA, de-el-el. Padahal negara kita > merupakan negara yang umat muslimnya terbesar diantara negara > manapundidunia ini. Sungai, kali, kanal, penuh dijejali sampah sampai > banjir hebat dan menyengsarakan masyarakat, yang umat Muslim juga. > Pejabat2 yang korupsi juga ter.... Puluhan bahkan ratusan Triliun Rp. > dan hampir membangkrutkan negara.Padahal pejabat2 itu umat Muslim > juga, ya. Bingung , aku. > > Trus.... gimana ya jawaban atau penjelasannya? > > <<deleted>>

