Muslim Filipina Berharap Undang-Undang Anti-Diskriminasi Segera Disahkan  
Selasa, 27 Nov 07 15:54 WIB
   
  Warga Muslim Filipina kini sedang berharap-harap cemas, akankah wakil rakyat 
di negeri itu mau mengesahkan undang-undang anti-diskriminasi. Karena 
keberadaan undang-undang ini secara tidak langsung akan berpengaruh bagi 
kehidupan mereka sebagai warga minoritas di negara yang mayoritas penduduknya 
beragama Katolik itu.
   
  Seorang pedagang di Manila, Abdulsali Daud berharap anggota legislatif 
mengesahkan draft undang-undang itu menjadi undang-undang. "Undang-undang itu 
akan sangat membantu kami, " ujarnya.
   
  Undang-undang anti-diskriminasi mengatur bahwa diskriminasi terhadap warga 
Muslim, kelompok etnis minoritas dan suku-suku tertentu, merupakan tindakan 
kriminal. Institusi apapun, seperti restoran, pusat berbelanjaan, sekolah, 
perusahaan maupun media massa yang melakukan diskriminasi akan dikenai sanksi 
hukuman mulai dari denda, hukuman penjara sampai pencabutan izin usaha.
   
  Warga Muslim asal Moro, Sakib Maturan memiliki harapan yang sama dengan 
Abdulsali. "Tapi semua itu sangat tergantung pada perdebatan panjang dan tarik 
ulur di kongres kita, seperti yang terjadi pada undang-undang lainnya, " kata 
Maturan yang menjadi pedagang VCD di kota Manila.
  "Sekarang, saya hanya berharap mereka memberikan perhatian pada undang-undang 
ini, " sambungnya.
   
  Sebelumnya, Kongres Filipina sudah sering menerima pengajuan draft 
undang-undang anti-diskriminasi, namun tidak pernah mendapatkan pengesahan di 
tingkat komite.
   
  Warga Muslim di Filipina, selama ini kerap menjadi korban diskriminasi dan 
selalu diidentikkan dengan teroris. "Kami dipandang sebelah mata. Kami disebut 
'teroris', 'tukang meledakkan bom', 'pembunuh' dengan begitu mudahnya hanya 
karena kami Muslim, " kata Abdulsali.
   
  Warga Muslim, tambahnya, banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan hanya karena 
latar belakang agama mereka, meskipun mereka memenuhi persyaratan untuk 
mendapatkan pekerjaan itu.
   
  Seorang politisi dan pengacara terkenal di Filipina Adel Abbas Tamamo 
mengecam, situasi yang dinilainya "sangat buruk dan sudah menjadi realita 
sehari-hari di Filipina. " (ln/iol).

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke