Pak Bud, Terimakasih untuk postingannnya. Artikel di faithfreedom tersebut lebih tepat ditujukan untuk Islam garis keras macam aliran Wahabi. Setahuku, tidak semua Muslim bertabiat seperti itu. Jadi pemerintah memang musti tegas untuk menindak orang-orang yang tak patuh pada hukum yang berlaku disini.
----- Original Message ----- From: bsugih2001 To: [email protected] Sent: Wednesday, November 28, 2007 6:10 PM Subject: Bls: [ppiindia] Re: Kelompok minoritas muslim mengalami diskriminasi (saya juga sangat sedih) He he he, emangnya dah sudah ada kejadian begitu di suatu negara ???, bukannya kebalikan seperti yang terjadi di Eropa dan Australia, mereka rame2 kesana dan minta suaka. Hidup mereka ditanggung oleh negara penerima yang notabenenya adalah uang dari rakyatnya yang non-muslim. tapi sekarang yang muslim sudah nuntut macam2. sampai2 induk semangnya kelabakan. Khusus di Indonesia, coba ente ke Manado. disana umat muslim cuma 581,677 jiwa dengan mesjid 2,358 sedangkan umat nasrani ( Protestan + Katolik ) = 1,367,032 jiwa dengan rumah ibadah 3,864. Tuh terlihat kan bagaimana Muslim disana tidak di apa2in tuh. Ada berita nenarik nih, baca ya. Boleh dong sekali2 kutip tandingan Eramuslim atau Hidayatulah: http://www.news.faithfreedom.org/index.php? name=News&file=article&sid=1132 by Passionate Conscience on Mar 05, 2007 - 10:00 AM Ada alasan kuat untuk berjaga-jaga menghadapi serangan Islam di China. Islam bukan hanya sekedar kepercayaan saja, bukan sekedar agama belaka. Islam adalah program komputer, lebih tepatnya: program virus komputer. Seperti yang kau katakan sendiri (yang ditulis oleh Captain X), Islam adalah tata cara hidup yang ketat aturannya. Islam punya segala macam jurus untuk menghancurkan kehidupan secara diam2. Bagi kami warga nasionalis China, kepercayaan semacam ini adalah bibit dari kehancuran. Islam merubah seorang China yang percaya Qur'an menjadi seorang Arab dalam waktu semalam saja. Kesetiaan orang China ini tidak lagi bagi negara China tapi bagi negara Arab. Dia menyembah ke Mekah, menyatakan diri sebagai saudara orang2 Arab. Ketertarikan utamanya hanya tertuju pada hal2 yang berbau Arab melulu. Dia akan menolak budaya negara sendiri dan malah menganut budaya Arab secara fanatik. Ketika virus komputer yang tertanam di kepalanya ini semakin berkembang, dia akhirnya akan menolak hukum2 dan aturan2 negara China sendiri. Jika jumlah umat Muslim seperti dirinya ini semakin banyak, maka mereka nantinya akan menuntut hukum tersendiri yakni Sharia Islam. Umat Islam ini tidak akan mau lagi bercampur dengan saudara2 Chinanya sendiri dan malah memandang mereka sebagai kafir musuh Allah, si tuhan Arab. Dia tidak lagi berjuang untuk kemakmuran dan kejayaan China, tapi lebih peduli dengan kepentingan hidupnya sendiri setelah mati. Semua yang dilakukannya adalah untuk tujuan demi dapat hadiah di surga khayalan Muslim sendiri. Bukannya semakin rajin kerja, tapi dia malah lebih banyak menghabiskan waktu sembahyang lima kali sehari. Produktivitas kerjanya jadi kalah penting dibandingkan "kewajiban ibadah" terhadap tuhan Arabnya. Karena itu pula dia bersama golongan Muslim lainnya akan semakin terperosok ke lembah kemiskinan yang semakin dalam. Rasa simpatinya hanya ditujukan kepada orang2 Arab Timur Tengah yang sekarang dipanggilkan sebagai "saudara2" seiman. Pada kenyataannya, untuk membuktikan kesetiaannya, dia bahkan tidak sungkan2 membunuh sesama saudaranya sendiri yakni orang2 China kafir. Kalian lihat hal ini dengan jelas terjadi di India. Para Muslim India membunuh saudara2 India mereka yang kafir. Hal ini terjadi pula di Thailand di mana Muslim Thai membunuhi dan meneror saudara2 sekandung Thai yang kafir. Kalian lihat pula kejadian yang sama terjadi di Filipina di mana para Muslim Filipina memotongi kepala saudara2 sekandung Filipina mereka yang kafir. Di Indonesia, para Muslim Indonesia meledakkan saudara2 sekandung mereka sendiri pakai bom hanya gara2 mereka berada di tempat di mana banyak turis bule. Para Muslim non-Arab ini tidak segan2 membunuhi saudara2 sekandung mereka sendiri. Kenyataan bahwa mereka sedarah, berasal dari kandungan yang sama, tidak berarti apa2 sama sekali bagi mereka. Jikalau Muslim China ini merasa dirinya sudah kuat, dia akan menyebarkan kekacauan dan menuntut demi kepentingan tuhan Arabnya. Dia akan menyingkirkan segala warisan China dari dirinya dan merubahnya jadi Arachin (Arab-China). Tepatnya dia bukanlah orang China lagi. Kalian lihat kecenderungan ini di India di mana para Muslim India tanpa malu2 lagi menghancurkan bangunan2 kuno mereka demi untuk kepentingan Islam. Mereka bahkan membuang nama2 India asli mereka yang diwariskan dari nenek moyang mereka sejak dahulu kala. Mereka memisahkan diri dari saudara2 sedarah mereka dan menamakan diri mereka sebagai "Paki" - (Pakistan) yang adalah nama suku Arab baru ciptaan mereka sendiri. Dengan begitu, sempurnalah sudah tranformasi Islam yang terjadi dalam diri mereka. Mereka jadi orang2 baru dengan budaya2 baru setelah mengkhianati budaya mereka sendiri. Mereka jadi bagian dari Kerajaan Arabia. Apakah kami orang2 China harus menunggu sampai semuanya terlambat dan melihat bagaimana nantinya kakek moyang kami akan dikhianati padahal mereka telah memberikan pada kami tanah China yang jaya? Kalau melihat dengan apa yang dilakukan Muslim China di Xin Jiang, maka sebenarnya masalah Islam sudah dimulai. Haruskah kami membiarkan saja masalah ini dengan pura2 tidak tahu? Kami bukanlah teroris, tapi kami adalah nasionalis yang bertanggung jawab. --- In [email protected], "hakim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Nambahin pak... > > Dalam bahasa singkat adalah sbb : > > Ketika menjadi minoritas, non muslim menonjolkan "cinta kasih". > Ketika menjadi mayoritas, non muslim terlihat aslinya kepada umat Islam > al: diskriminasi, mempersulit pendirian masjid, stigma negatif, genocida dsb. > > Gimana mbah? salah apa benar mbah? > Pls be fair. > > Salam fair > > Hakim > > > ----- Original Message ----- > From: [EMAIL PROTECTED] > To: [email protected] > Sent: Wednesday, November 28, 2007 10:48 AM > Subject: Re: Bls: [ppiindia] Re: Kelompok minoritas muslim mengalami diskriminasi (saya juga sangat sedih) > > > pak samsidar..just info ya, pak raden ini bukan orang kristen, ga tahu deh > agamanya apa? ga jelas :) > > tetep ajah minoritas di sini lebih 'unjuk gigi' ketimbang minoritas muslim > di negara kafir. Lha minoritas di sini kebakaran jenggot dg bunyi sila 1 > pancasila 'menjalankan syariat islam bagi pemeluknya' trus skrng bunyinya > gimana tuh? hehe > minoritas di sini emang top, sering usil jg, walau ga semua, ada jg yg > baik (kaya'nya pak raden ga termasuk tuh) yah ada ajah anak nakalnya > (kaya' sapa ya? :p), nah giliran 'dijewer' ajah nangis deh merengek2, yg > katanya muslimnya melanggar ham lah inilah itulah hehe udh gede jgn > cengeng aah > > Samsidar Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> > Sent by: [email protected] > 11/28/2007 10:40 AM > Please respond to > [email protected] > > To > [email protected] > cc > > Subject > Bls: [ppiindia] Re: Kelompok minoritas muslim mengalami diskriminasi (saya > juga sangat sedih) > > Bung Dono, > memangnya bukan di negerimu juga? kamu tinggal dimana? > dari dulu yang namanya minoritas tentu harus menghormati yang mayoritas ( > namanya tau diri), ini juga namanya 'tepo seliro' kata orang jawa > (bukankah kamu yang lebih ngerti sebagai keturunan darah biru ..kok malah > lagak Bego?) > islam, kristen, hindu dan agama lain, kulit hitam, semuanya susah > mendapatkan keadilan bila jadi minoritas, itu sudah hukum alam, wong > dasarnya manusia memang susah berbuat adil.. > makanya elo jangan ngomong seenak perut sendiri....memangnya kamu tinggal > dimana?? kok lagaknya sok tau betul dengan negeri ini. > elo pernah dengar sejarah-nya kristen di Bali???? bagaimana mereka > dipinggirkan???? > bagaimana sejarah islam di Bali? > sejarah Islam di Manado? > elo ngomong asal keluar mulut saja....memangnya kamu sendiri yang > kristiani?? > gue saranin elo musti belajar lagi deh > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Rabu, 28 November, 2007 7:43:48 > Topik: [ppiindia] Re: Kelompok minoritas muslim mengalami diskriminasi > (saya juga sangat sedih) > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, sFe <salma.fei@ ..> wrote: > > > > > > Muslim Filipina Berharap Undang-Undang Anti-Diskriminasi Segera > > Disahkan Selasa, 27 Nov 07 15:54 WIB > > > > > > Warga Muslim Filipina kini sedang berharap-harap cemas, akankah > > wakil rakyat di negeri itu mau mengesahkan undang-undang anti- > > diskriminasi. Karena keberadaan undang-undang ini secara tidak > > langsung akan berpengaruh bagi kehidupan mereka sebagai warga > > minoritas di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu. > > > > > *** Urus dulu, bagaimana minoritas diperlakukan oleh umat Muslim di > > negeri anda sendiri, sebelum melirik ke negeri orang. Bacalah > > penutupan rumah rumah ibadah dan perlakuan mempersulit pendirian > > rumah ibadah. > > Tambahan ya: Muslim di Philippina membuat ONAR dengan kekuatan > > senjata, di negeri anda, Non Muslim malah yang kasih nafkah pada > > anda! dari pembantu rumah tangga, buruh pabrik sampai satpam satpam > > dan pemulung di hunian hunian menengah keatas semua diberi makan > > pengusaha atau pemilik realestat Non Muslim. perusahaan perusahaan > > terbesar pembayar pajak siapa sih? Lalu di Philippina bagaimana? > > <!-- > > #ygrp-mkp{ > border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px > 14px;} > #ygrp-mkp hr{ > border:1px solid #d8d8d8;} > #ygrp-mkp #hd{ > color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line- height:122%;margin:10px > 0px;} > #ygrp-mkp #ads{ > margin-bottom:10px;} > #ygrp-mkp .ad{ > padding:0 0;} > #ygrp-mkp .ad a{ > color:#0000ff;text-decoration:none;} > --> > > <!-- > > #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ > font-family:Arial;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ > margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} > #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ > margin-bottom:10px;padding:0 0;} > --> > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, > sans-serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, > sans-serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family:Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0;} > #ygrp-tpmsgs{ > font-family:Arial; > clear:both;} > #ygrp-vitnav{ > padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px;} > #ygrp-actbar{ > clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text- align:right;} > #ygrp-actbar .left{ > float:left;white-space:nowrap;} > .bld{font-weight:bold;} > #ygrp-grft{ > font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} > #ygrp-ft{ > font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom:10px;} > > #ygrp-vital{ > background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77%;font-family:Verdana;font- weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} > #ygrp-vital ul{ > padding:0;margin:2px 0;} > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text- align:right;padding-right:.5em;} > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight:bold;} > #ygrp-vital a{ > text-decoration:none;} > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration:underline;} > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px;margin:0;} > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration:none;font-size:130%;} > #ygrp-sponsor #nc{ > background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0;} > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font- size:100%;line-height:122%;} > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration:none;} > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration:underline;} > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0;} > o{font-size:0;} > .MsoNormal{ > margin:0 0 0 0;} > #ygrp-text tt{ > font-size:120%;} > blockquote{margin:0 0 0 4px;} > .replbq{margin:4;} > --> > > ________________________________________________________ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! > Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses > using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin > accept no liability for any loss or damage arising > from the use of this E-Mail or attachments. > > > > > > > > > Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses > using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin > accept no liability for any loss or damage arising > from the use of this E-Mail or attachments. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.9/1155 - Release Date: 27/11/2007 20:30 [Non-text portions of this message have been removed]

