Amiinn ya Allah. Memang bener Mas, mereka itu sekutu Iblis laknatullah, yang 
melihat kuman disebrang lautan, tapi gajah dipelupukk matanya mbah dono cs tdk 
kelihatan.
   
  Merasa sudah berhasil dengan ajaran "kasihannya" kacian beneran deh. Ternyata 
nafsu dengki dan kebenciannya menguap juga kepermukaan.
   
  kepada Muslimin/mah ingatlah :
   
  "bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang 
kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi 
Maha Bijaksana, dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya 
Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan bertawakkallah kepada 
Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara." (QS 33:1-3)
   
  wassalam,
   
  sFe

hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Thank's atas infonya.
  Kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga ALLAH SWT mengabulkan harapan dan 
doa
  saudara-saudara kita di Filipina khususnya dan negara lain pada umumnya. 
Semoga pula
  ALLAH SWT senantiasa melindungi dan merahmati kaum muslimin dan mukminin di 
seluruh
  dunia.
   
  Satu hal yang patut dicatat adalah ketika non muslim menjadi minoritas, 
mereka akan 
  menunjukkan dan menampilkan "cinta kasih". Namun, ketika mereka mayoritas, 
akan
  jelas terlihat bahwa mereka adalah sekutu iblis laknatullah (al:diskriminasi, 
stigma teroris, 
  menghalangi pendirian masjid, etnis cleansing dsb).
   
  Salam keprihatinan
   
   
  M. Hakim
  [EMAIL PROTECTED]
   
   
   
   
   
   
   
    ----- Original Message ----- 
  From: sFe 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; hakim ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, November 27, 2007 11:23 PM
  Subject: Kelompok minoritas muslim mengalami diskriminasi (saya juga sangat 
sedih)
  

  Muslim Filipina Berharap Undang-Undang Anti-Diskriminasi Segera Disahkan  
Selasa, 27 Nov 07 15:54 WIB
   
  Warga Muslim Filipina kini sedang berharap-harap cemas, akankah wakil rakyat 
di negeri itu mau mengesahkan undang-undang anti-diskriminasi. Karena 
keberadaan undang-undang ini secara tidak langsung akan berpengaruh bagi 
kehidupan mereka sebagai warga minoritas di negara yang mayoritas penduduknya 
beragama Katolik itu.
   
  Seorang pedagang di Manila, Abdulsali Daud berharap anggota legislatif 
mengesahkan draft undang-undang itu menjadi undang-undang. "Undang-undang itu 
akan sangat membantu kami, " ujarnya.
   
  Undang-undang anti-diskriminasi mengatur bahwa diskriminasi terhadap warga 
Muslim, kelompok etnis minoritas dan suku-suku tertentu, merupakan tindakan 
kriminal. Institusi apapun, seperti restoran, pusat berbelanjaan, sekolah, 
perusahaan maupun media massa yang melakukan diskriminasi akan dikenai sanksi 
hukuman mulai dari denda, hukuman penjara sampai pencabutan izin usaha.
   
  Warga Muslim asal Moro, Sakib Maturan memiliki harapan yang sama dengan 
Abdulsali. "Tapi semua itu sangat tergantung pada perdebatan panjang dan tarik 
ulur di kongres kita, seperti yang terjadi pada undang-undang lainnya, " kata 
Maturan yang menjadi pedagang VCD di kota Manila.
  "Sekarang, saya hanya berharap mereka memberikan perhatian pada undang-undang 
ini, " sambungnya.
   
  Sebelumnya, Kongres Filipina sudah sering menerima pengajuan draft 
undang-undang anti-diskriminasi, namun tidak pernah mendapatkan pengesahan di 
tingkat komite.
   
  Warga Muslim di Filipina, selama ini kerap menjadi korban diskriminasi dan 
selalu diidentikkan dengan teroris. "Kami dipandang sebelah mata. Kami disebut 
'teroris', 'tukang meledakkan bom', 'pembunuh' dengan begitu mudahnya hanya 
karena kami Muslim, " kata Abdulsali.
   
  Warga Muslim, tambahnya, banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan hanya karena 
latar belakang agama mereka, meskipun mereka memenuhi persyaratan untuk 
mendapatkan pekerjaan itu.
   
  Seorang politisi dan pengacara terkenal di Filipina Adel Abbas Tamamo 
mengecam, situasi yang dinilainya "sangat buruk dan sudah menjadi realita 
sehari-hari di Filipina. " (ln/iol).
  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com    
     




Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.

        




Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke