----- Original Message -----
From: Mudy Situmorang
To: Datuk Endang ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 28, 2007 9:47 PM
Subject: Periodisasi Perang Paderi Re: Alasan pemberian nama pada Bandara
Minangkabau
[Datuk Endang wrote:]
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, October 28, 2007 11:27:06 PM
Subject: Re: Alasan pemberian nama pada Bandara Minangkabau
Sanak Pandu yang ambo hormati,
Saya menjelaskan sedikit saja bila saya belum menemukan satu pun catatan atau
riwayat bila masyarakat dan pemangku adat Minangkabau mengabaikan kepahlawanan
Tuanku Imam Bonjol dan pelurusan sejarah Islam di Minangkabau. Dari catatan
sejarah yang pernah saya tuliskan terdahulu, hendaknya dapat dibaca adanya 3
priode perjuangan Paderi di Sumatera Barat, yaitu:
1. 1803-1820, peperangan Paderi vs masyarakat adat, dengan tokoh
Harimau nan Salapan
2. 1821-1832, peperangan Paderi vs Belanda yang dibantu masyarakat
adat, penokohan Tuanku Imam Bonjol telah muncul
3. 1833-1837, peperangan Belanda vs masyarakat Minangkabau (Paderi +
Adat) di bawah kepemimpinan Tuanku Imam Bonjol. Kesatuan Paderi + Adat ini
dikukuhkan di Bukit Tandikat pada akhir tahun 1832, dan serangan pertama
bersama dilakukan pada tanggal 11 Januari 1833.
Sehingga rintisan perjuangan rakyat semesta untuk mengusir penjajahan itu
harus dihitung sejak tahun 1833 di bawah kepemimpinan Tuanku Imam Bonjol.
Walaupun Tuanku Imam Bonjol tertangkap 1837, namun perjuangan masih berlangsung
terus hingga 1840an.
Mudah-mudahan ini bisa menjelaskan kesalahan Mudy Situmorang dalam menilai
penokohan sejarah, khususnya kepada pahlawan nasional. Wassalam.
-datuk endang
Pandu Pranawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sanak palanta,
seharusnyo nan elok namo tu Bandara Tuangku Imam Bonjol, tapi dek
karano
kaum adat agak sensitif terhadap sejarah pelurusan islam
diminangkabau,
maka dipakailah minangkabau saja. Tidak seperti dipalembang Bandara
Sultan
Mahmud Badarudin
Palembang, Pandu pranawijaya
[Mudy]
Saya kembali lagi mohon maaf pada Datuk Endang. Sama sekali bukan menyalahkan
Datuk Endang. Periodesasi Perang Paderi yang disampaikan Datuk Endang sudah
lazim benar. Namun setelah saya dalami, ternyata periodesasi tersebut salah.
Berikut penjelasan saya:
"1. 1803-1820, peperangan Paderi vs masyarakat adat, dengan tokoh
Harimau nan Salapan"
Peperangan Pemberontak Paderi melawan Kerajaan Islam Minangkabau Pagaruyung
berakhir tahun 1815 dengan terbantainya seluruh keluarga dan penghulu Kerajaan.
Jadi antara 1815 - 1820 sudah tidak ada pertempuran berarti antara Pemberontak
Paderi dengan Pasukan Minangkabau.
Istilah "masyarakat adat" atau "kaum adat" adalah istilah buatan Belanda yang
tujuannya memecah belah masyarakat Minangkabau (dengan tujuan sama di Aceh dan
Batak). Tidak pernah ada kaum adat di Minangkabau. Yang berperang dalam Perang
Paderi 1803 - 1833 adalah kelompok masyarakat yang setia pada Kerajaan Islam
Minangkabau Pagaruyung melawan pemberontak Paderi.
"2. 1821-1832, peperangan Paderi vs Belanda yang dibantu masyarakat
adat, penokohan Tuanku Imam Bonjol telah muncul"
Kembali lagi, tidak ada masyarakat adat. Yang ada adalah masyarakat
Minangkabau = masyarakat yang menganut adat Minangkabau = masyarakat yang setia
pada Kerajaan Islam Minangkabau.
Periode ini lebih tepat disebut sebagai penumpasan Gerakan Paderi, karena
dalam masa ini pasukan gabungan Minangkabau-Hindia Belanda berhasil mengalahkan
Gerakan Paderi dan merebut kembali seluruh wilayah darek. Gerombolan Paderi
hanya bertahan di Benteng Bonjol, sebuah wilayah kecil yang terpencil (pada
masa itu).
Masa ini tepatnya diakhiri oleh pengkhianatan Belanda dan aneksasi
Minangkabau kedalam Hindia Belanda (1833). Pada akhir masa ini Gerakan Paderi
yang terdesak menyatakan taubat, kembali bergabung dengan masyarakat
Minangkabau, sebaliknya, masyarakat Minangkabau disadarkan bahwa Belanda
memiliki agenda lain yang sudah direncanakan sejak awal. Hal ini dicatat oleh
Tuanku Imam Bonjol sendiri, yaitu dengan penyesalan beliau, serta pengakuan
kembali pada falsafah Minangkabau: ABS-SBK yang sudah ada sejak Sultan Alif,
Raja pertama Kerajaan Islam Minangkabau.
"3. 1833-1837, peperangan Belanda vs masyarakat Minangkabau (Paderi +
Adat) di bawah kepemimpinan Tuanku Imam Bonjol. Kesatuan Paderi + Adat ini
dikukuhkan di Bukit Tandikat pada akhir tahun 1832, dan serangan pertama
bersama dilakukan pada tanggal 11 Januari 1833."
Masa ini lebih tepat disebut sebagai Penumpasan Gerombolan Paderi yang
bertahan di Benteng Bonjol dan Benteng Dalu-dalu yang terpencil. Masyarakat
Minangkabau yang setia pada Sultan Bagagarsyah juga melakukan perlawanan pada
masa ini. Peristiwa 11 Januari dijadikan Belanda alasan untuk menangkap dan
membuang Sultan Bagagarsyah.
Akhir masa Perang Paderi bukan ditandai oleh menyerahnya Tuanku Imam Bonjol
1837, melainkan ditandai oleh hancurnya benteng terakhir Paderi di Dalu-dalu
dibawah pimpinan Tuanku Bosi. Untuk diketahui, Tuanku Tambusai menyerahkan
kekuasaan pada Tuanku Bosi yang lolos dari Benteng Bonjol membawa pedang
Al-malik milik Tuanku Rao. Tuanku Bosi tewas 1838 hancur bersama Benteng
Dalu-dalu oleh serbuan Pasukan Koalisi Belanda-Mandailing.
Jadi menurut hemat saya,
Masa Perang Paderi dapat dikelompokkan menjadi:
A. 1803 - 1833: Masa Pemberontakan Wahabi Paderi
B. 1833 - 1838: Masa Pemberantasan sisa-sisa Paderi
Penjelasan
A. 1803 - 1833: Masa Pemberontakan Wahabi Paderi
Pemberontakan dimulai 1803 oleh serangan gerombolan Paderi yang
digerakkan oleh Harimau Salapan, dipimpin Tuanku Nan Renceh.
Pemberontakan diakhiri dengan pembuangan Sultan Baggagarsyah, Raja
terakhir Kesultanan Minangkabau Pagarruyung, oleh Kerajaan Belanda, dan
Kerajaan Pagarruyung dianeksasi dalam NEI (Netherland East Indies).
Masa ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:
1. 1803 - 1815: Masa penghancuran Kerajaan Islam Minangkabau
Pagarruyung.
Pada masa ini gerombolan Wahabi Paderi menaklukkan satu-persatu wilayah
Pagarruyung. Puncaknya adalah pembantaian Penghulu dan Keluarga
Kerajaan dalam perundingan damai di Koto Tangah. Tuanku Raja Alam
Muningsyah III, Raja Alam ke-31 gugur, digantikan sementara waktu oleh
Pemangku Raja Alam, Raja Garang Tuanku Sembahyang III (Sumpur Kudus).
Dengan selesainya penaklukan wilayah Pagarruyung, gerombolan Wahabi
Paderi memulai invasi ke Utara.
2. 1815 - 1821: Masa invasi ke Tanah Batak (Tingki ni Pidari I).
Pada masa ini gerombolan Wahabi Paderi meng-invasi Batak Selatan,
mendirikan benteng pendudukan di Rao dan Dalu-dalu sebagai basis
serangan. Segera setelah pendudukan Batak Selatan, dilakukan serangan
ke Batak Utara.
Masa invasi ke Tanah Batak berakhir dengan ditandai wabah kolera dan
dimulainya kampanye militer koalisi Hindia Belanda-Pagarruyung untuk
merebut wilayah Minangkabau.
3. 1821 - 1833: Masa penumpasan gerombolan Paderi
Pada masa ini koalisi Hindia Belanda-Minangkabau merebut kembali
seluruh wilayah Minangkabau kecuali dua benteng daerah terpencil di
utara (Bonjol & Dalu-dalu).
Masa ini diakhiri oleh aneksasi Kerajaan Belanda atas Kerajaan
Minangkabau dengan cara menangkap dan membuang Tuanku Raja Hitam -
Tuanku Raja Alam Bagagarsyah, Raja Alam ke-33, dengan demikian
mengakhiri sejarah Kerajaan Minangkabau. Ditandai pula dengan jatuhnya
benteng Rao oleh pasukan gabungan Belanda-Mandailing, sehingga benteng
praktis Bonjol terisolasi.
Masa ini diakhiri oleh penandatanganan Plakat Panjang oleh Paderi
sebagai pengakuan kedaulatan Belanda di Minangkabau.
B. 1833 - 1838: Masa Pemberantasan sisa-sisa gerombolan Paderi
Pada masa ini sisa-sisa gerombolan Paderi yang bertahan di Benteng
Bonjol (jatuh Agustus 1837) dan Dalu-dalu (jatuh Desember 1938)
ditumpas oleh Belanda. Tuanku Imam Bonjol menyerah pada Belanda (sesuai
pengakuannya dalam catatan pribadi Tuanku Imam Bonjol), sedang Tuanku
Tambusai tewas (berita bahwa Tuanku Tambusai sempat tinggal di Malaysia
belum dapat dibuktikan). Sisa geromboloan Paderi berusaha membangun
basis baru di Malaysia, namun gagal dan berakhir sebagai tentara
bayaran.
Berbagai referensi mengenai Perang Paderi dipostingkan di:
http://groups.yahoo.com/group/sejarahkita
Adapun Datuk tidak perlu mendaftar untuk melihat arsip-arsip didalamnya.
Demikian penjelasan saya, kalau tidak berkenan mohon dimaafkan.
Mudy
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.9/1155 - Release Date: 27/11/2007
20:30
[Non-text portions of this message have been removed]